Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 52


__ADS_3

*


"Yuk, makan dulu Nin. Kamu belum makan malam loh. " Ucap mas Raka datang dari balik pintu sambil membawa sepiring nasi dan segelas air putih.


Setelah pulang dari pemakaman Ibu tadi aku memang bekum makan. Lebih banyak menghabiskan waktu di kamar, kekuar hanya sebatas mandi dan berwuduh.


Setelah itu aku tak peduli orang irang di luar sana sedang menyiapkan acara tahlilan malam ini.


"Aku tidak lapar " Jawab ku tidak berbohong.


Terdengar helaan nafas berat dari pria itu. "Nin kamu jangan seperti anak anak dong. Kamu tahu ngak, tingkah kamu ini bukanya buat Ibu tenang malah Ibu jadi tersiksa". Ucap mas Raka terdengar kesal namun masih mencoba menahan suara nya agar tidak meninggi.


" kamu ngak tau..apa rasanya di tinggal Ibu kandung David. Kamu tau, bagi aku Ibu adalah separuh dalam hidup aku. Masalah Ibu tidak tenang di sana saat aku terus meratapi kepergian nya... Aku ngak bisa, aku ngak bisa untuk kuat. Bayangan bayangan bersama Ibu bagai sesuatu yang berhasil membuat aku kembali rapuh dan hanya bisa tangisan yang kulakukan. " Tutur ku panjang lebar...bahkan tak ada lagi embel embel Mas untuk nya sebab aku sedang tidak baik baik saja


"Jadi kamu kira, disini cuma kamu yang kehilangan, cuma kamu yang sedih,Ngak Nin. Kita semua juga sama..Meski tidak sepertu kamu tetap saja rasa kehilangan itu ada. Disini bukan hanya kamu yang sedih kami juga Nin. Jadi jangan menggangap kamu sendiri" Aku mengangkat kepala menatap pria yang baru saja menaikan nada suara nya pada ku.


"Asstgfirullah...Kalian tau. Jika kalian seperti ini lah yang membuat Ibu Desi tidak tenang di sana" Sela Mama Nayla, melangkah mendekat sambil menggelengkan kepala nya


"Maaf Nin....." Kata mas Raka, mendekat dan meraih tubuh ku dalam pelukan nya.


"Jangan sedih lagi ya..kita lalui sama sama. " Ucap mas Raka lirih

__ADS_1


"Percaya inu semua sudah garis takdir nya Allah. Kamu jangan merasa sendiri Nin, ada aku dan yang lainya...Percaya takdir Allah itu indah" Ucap mas Raka mengusap kepala ku lembut.


Mama Nayla ikut mendekat..lalu memeluk ku dari samping. Bagai ada kekuatan untuk ku. Perasaan kembali tenang mengigat banyak nya orang orang yang menyayangi ku.


"Nindy makan ya..." Ucap mas Raka lagi..Aku mengganguk. Pria itu beranjak kembali mengambil piring dan gelas yang semuala di letakan di atas meja.


"Kak Raka, ini obat untuk kak Nindy tadi..." Tiba tiba Xena datang dan menyerahkan kantong berwarna hitam pada Raka.


"Obat apa itu Raka?" tanya Mama Nayla ikut mewakili ku.


"Waktu Nindy tidur tadi, badan nya agak panas dan mengigil. Jadi aku minta Xena sama Tiara beli obat" jelas mas Raka.


"Iya Ma..Tapi kami pergi bertiga, di antar kak Yoga namanya.. Sebab kurang tahu warung nya di mana"


Yang jelas wajah itu terlihat membisu dan datar..tanpa ekxpresi.


"Suapin ya. Ka" seolah tau apa yang di pikirkan nya aku mencoba membuat hati nya kembali baik baik saja.


"Aman..." Benar saja raut wajah itu kembali tersenyum.


"Yasudah..Mama keluar dulu, Setelah ini kalian juga keluar ya..Do'a nya akan segera di lakukan" Ucao Mama Nayla beranjak pergi bersama Xena sambil menutup kembali pintu kamar.

__ADS_1


"Ya Ma" jawab Raka.


"Orang nya uda di luar..Baru kamu jawab" kata ku


"Biarin..yg penting aku jawab kan" Jawab Nya tanpa membuat senyum tipis terbit di sudut bibir.


Semoga selepas ini..aku masih bisa berdiri bersama David.


"Kamu janji ya Ka...untuk ngak ninggalin aku" Kata ku . ia menoleh sambil tersenyum.


"Tidak akan. Dan aku uda janji untuk menjaga dan membahagiain kamu" jawab nya tersenyum manis..memamerkan giginya yang putih dan rapi.


"Janji. Janji sama siapa..?"


"Ibu " ucap nya pendek.


"Kapan...?"


"Banyak tanya...keburu nangis ni Makanan terus di kacangin. Uda jangan di pikirin makan dulu"


Aku mengganguk dan menurut meski dalam hati belum puas...

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2