
*
Sesuai kesepakatan ku ,Aku telah bersiap siap semua barang barang ku. Azan Subuh berkumandang gegas aku menjalankan Sholat dua rakaan itu.
Aku ingat kata mbak Yeni, seburuk apa pun diri mu jangan pernah tinggalkan sholat.
Setelah itu aku kembali memasukan semua pakaian ku.
Saat sebuah kardus yang terlihat sudah usang sebab tak pernah di sentuh tangan ku tertahan untuk membukanya.
Namun tetap saja dengan lincah aku membuka setiap ikatan nya dan mengeluarkan semua Jilbab ku semasa SMA dulu. Ntah sudah berapa lamanya Jilbab ini tak tersentuh.
Dengan cepat aku memasukan semua Jilbab itu ke dalam Tas yang ku bawa. Dengan pasti aku meloncatt dari jendela kamar. Sebelum itu aku sempat menulis sesuatu di atas kertas untuk Bibi.
( Bibi, ini dari Selina keponakan Bibi yang selalu menyusahkan. Tapi kini Selina sudahbdewasa ngak mau lagi nyusahin bibi dan paman terus. Jadi Selina pergi ya Bi! Jangan di cari ...ada masanya nanti Selina kembali.
Satu kata Selina sayang bibi, sampaikan salam juga untuk Paman)
Meski berat aku tetap melangkah menuju sebuah mobil berwarna putih di ujung sana, ketika sudah dekat segera ku hapus air mata yang sempat keluar tanpa permisi dulu.
Selamat tinggal kenangan pahit dan manis namun rasa sakit yang membekas dalam ingatan. Rumah dan halaman ini lah, saksi bisu kepergian seorang Tasya mencari kehidupan baru menghapus masalalu.
"Kau menangis?" tanya David ketika aku telah duduk di samping nya.
"Iya" jawab ku pendek
__ADS_1
"Sudah jangan menangis, Aku tahu perasaan mu tapi coba lah untuk kuat"
"Tahu apa kau David tentang perasaan ku?" sinis ku pada David yang sok tahu itu.
"Karena aku telah dulu mengalami nya. Ibarat makanan aku telah mencicipi nya lebih dulu dari kamu".
Aku tak berbicara lagi ,hanya kesunyian yang tercipta di antara kami. Suasana masih terlihat gelap tetapi tak seberapa lagi. Tepat jam 06.00 pas kami melewatit perbatasan kota ini.
Aku menatap nanar tulisan reklame di sisi dinding pagar perbatasan kota ini.
"SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN, JANGAN LUPAKAN KAMPUNG HALAMAN" Dalam hati aku mengaminkan dan mengiyakan.
Cukup membutuhkan waktu yang banyak untuk kami sampai tempat tujuan. Sudah 10 jam perjalanan hanya istirahat sejenak ketika aku ingin sholat di mesjid dan ketika kami singgah ke kantin yg kami lewati untuk makan saja.
Ku lihat David di sisi kanan, ia terlihat masih biasa saja apa tidak lelah. Sedangkan aku mati matian menahan kantuk.
"kau yakin baik baik saja, aku tinggal tidur "
"Sama saja. Kau tidak tidur juga bisu seperti batu",
Aku mengalah. Dan mulai memejamkan mata.rasa kantuk memang benar benar tak bisa di tahan lagi.
*
Mata ku mengerjab, Mencoba mengumpulkan nyawa dengan benar. Setelah itu aku terkejut bukan main kini aku bukan lagi berada di mobil melainkan di kamar yang suasana nya terlihat menyeramkan banyak motif hitam yang mendominasi kamar ini.
__ADS_1
" sudah bangun..." ucap David langsung datang secara tiba tiba.
"Kau yang membawa ku kesini?"
"Lalu siapa lagi?" jawab nya enteng
"Ini yang pertama yang terakhir kalinya David. Jangan berlaku lancang kamu?"
"Ini makanan untuk mu, dan tidur lah..aku tidur di ruang tamu. Besok pagi kita ke KUA (kantor urusan agama). Untuk pernikahan besok pagi kita laksanakan. Untung lah suasana sudah gelap jadi orang tak melihat ku membawa mu ke rumah ku " jawab nya tak peduli lalu hilang dari pandangan.
"Kunci pintu nya"teriak nya di luar sana.
*
pagi nya sesuai kesepakatan jami pergi KAU , Masalah ini semuanya David yang menanggung dan membuat surat surat yang di perlukan.
Jika kalian bertanya siapa yang mewakili nama ayah ku, aku pun tak tau urusan itu. Semuanya David yang menanggung.
Ntah Sah ntah tidak pernikahan kami yang pastinya pernikahan ini hanya sandiwara bukan kenyataan yang di butuhkan surat nikah saja.
Aku tak peduli tentang itu...yang jelas tak akan ada yang namanya hubungan suami isteri pada umumnya baik itu urusan apa pun. Pikir ku dalam hati.
Bersambung...
-
__ADS_1
-
Hehe...bdw. Thenks somats semuanya..,😘😘😘😄🤗.