Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 56


__ADS_3

*


Pagi menyapa setelah mandi dan sholat subuh dua raka'at aku pun menyiapkan sarapan untuk ku dan David. Kebetulan hari ini aku ada jadwal memuat berita.


Terdengar langkah kaki mendekat, Siapa lagi kalau bukan David. Tanpa sepatah kara pun ia meraih gelas dan menuangkan air putih.


Meneguk nya beberapa kali . Setelah itu ia mengarahkan pandangan pada ku, Aku yang ketahuan menatap nya diam diam buru buru membuang muka.


"Nasi goreng nya uda masak nih, Aku ambilin ya!" Ucap ku tersenyum memaksakan.


"Aku buru buru..ngak bisa Sya. Sory ya. Yaudah aku pergi dulu, mungkin pulang nya agak larut.


Satu lagi kamu pulang nya jangan kemalaman setelah itu kunci pintu nya,aku ada kunci cadangan." Jawab nya tegas tak ada embel embel jenaka seperti biasanya.


"Kenapa emang nya? Biasanya kamu ngak pesan kayak gini?" tanya ku.


Ia tak menjawab menatap ku sekilas lalu beranjak siap untuk pergi.


"David" panggil ku. Ia berbalik dan menoleh ke arah ku.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam.." jawab nya pelan kemudian terlihat kembali membalikan tubuhnya.


"Vid.."


"Apa lagi?" tanya nya.


"Hati hati ya..". Sebuah senyum tipis terbit di bibir tipis pria itu namun hanya 1 detik saja lamanya. Dengan sekejap ia telah memusnahkan senyuman itu. Padahal itu adalah hal paling istimewa untuk nya.


" kamu juga hati hati. Hati hati pada ucapan ? Sebab semua orang punya perasaan ,tidak menutup kemungkinan orang akan membawa pada perasaan meski hanya sebuah ucapan"


*


Sesuai pesan David aku menutup pintu rapat rapat ,jantung ku masih berdetak tak aman setelah kejadian yang ku alami tadi, saat ingin pulang ada lelaki berbaju hitam seperti membuntuti ku.

__ADS_1


Tiba tiba aku jadi kahwatir pada David, hanya bisa berdoa semoga ia baik baik saja.


Semua yang ku lakukan tak ada ketenangan selalu saja gelisah, cemas dan juga takut. Sebisa mungkin ku coba menepis pikiran buruk itu.


Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menunggu David di ruang tamu saja sekali jali melihat ponsel berharap ada pesan dari David. Namun ia sedang Offline sudah 7 jam yang lalu.


Tanpa sadar rasa kantuk menyerang hingga akhirnya aku tertidur. Namun aku kembali terbangun saat mendengar suara langkah kaki di depan rumah .


Tidak berani membuka pintu nya ku lirik jam di ponsel ternyata sudah jam 23.00 . pandamgan ku mengedar ke segala arah mencari benda yang bisa menyerang lawan.


Krek...pintu benar benar terbuka.


Bruk..seseorang ambruk tepat satu langkah dari pintu, Melihat siapa orang itu membuat ku panik dan histeris.


"David.. Ya Allah"


"Ku-kunci pintu nya dulu Sya" Aku menurut langsung mengunci pintu dengan terburu buru. Setelah itu menghampiri David yang telah ropoh.


"David bertahan lah..apa yang terjadi?" Aku membantu David berdiri kemudian membawa nya duduk di atas Sofa.


Dengan berlari kecil aku mencari kotak P3K untuk mengobati luka di wajah David terlihat memar memar penuh luka bahkan di sudut hidung nya terdapat bekas darah sudah mengering. Sepertinya ia di keroyok ,apa pencopetan? Sepertinya tidak, nyatanya jam tangan mahal pria itu masih ada.


Aku langsung mengobati wajah David tak peduli ia meringis kesakitan.


"Akkhh...Sudah Sya, perih." Ucap nya menjauh kan wajahnya dari jangkauan ku.


Aku diam saja sebab luka nya telah siap di obati dan di beri salep juga betadein nya.


"Yang mana lagi sakit ?" tanya ku melihat reaksinya masih meringis kesakitan.


"Perut aku keram rasanya. Mungkin karena tinjuan orang orang ..?" belum selesai kalimat terucap ia telah berhenti seolah itu adalah kecopolsan.


"Orang orang. Apa? Vid" tanya ku.


Ia tak menjawab lebih memilih diam. "Sebentar lagi juga akan baik baik saja"

__ADS_1


"Kau Yakin...Tidur lah sudah laur malam ini"


"Kau sudah makan?"


"Sudah dari tadi...Tidurlah Tasya, aku baik baik saja. Hmm, Sebelum itu tolong urut kan jari ku. Sakit sekali rasanya"


Aku tak membantah meraih jari tegah tangan nya terlihat membiru di persendihan nya.langsung teringat ucapan nya kala itu bahwa jari ini dulu sempat patah karena amukan Raka sampai sekarang masih nyeri dan sekarang kembali cidera lagi. Ya Allah kasihan sekali.


*


"Oke..tunggu saya disana. Tenang saja saya bukan hanya pengacara yang ahli dalam ucapan. Saya laki laki, juga punya kekuatan seperti anda.


Di tantang pantang mundur bagi saya. Satu lagi, tepati janji anda datang sendirian bermain secara kelelakian"


Samar samar aku mendengar ucapan David dari seberang sana. Tanpa sepatah kata pun ia meraih jaket lalu membungkus tubuh nya.


"Mau kemana?" tanya ku terlihat ia gugup namun aku bertingkah tak mendengar ucapan nya tadi.


"Aku pergi dulu Ya Sya..ini mepet banget waktunya, maklum lah rekan kerja ku itu orang nya perafesional pada waktu. Assalamualaikum". Tak memberikan kesempatan untuk ku bicara ia telah berlalu.


" waalaikumsalam"


Melihat kejanggalan ini aku pun tak tinggal diam ,ikut mencari jaket menyambar kunci mobil secara asal. Mobil ku tepatnya selama satu tahun mengumpulkan uang.


Secara diam diam aku mengikuti David, tentu main cantik . jarak kami cukup jauh.


Namun jauh nya perjalanan mulai sepi aku pun kehilangan mobil David . Namun saat tatapan ku lurus kedepan kaget bukan main saat melihat David dalam kondisi masih lemah sedang di hajar oleh lelaki tinggi besar berwajah garang.


Meski pun aku tak bisa berbuat apa apa, namun aku tetap berlari menghampiri David terlihat tak berdaya.


" David " teriak ku kembali histeris.


-


-

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2