Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 5


__ADS_3

"Nin, kenapa semalam kau tiba tiba pulang, untung lah bu bos lagi kekota sebelah mengurus tokonya yang ada disana" sapa Gadis teman kerja ku yg paling dekat dengan ku bandingkan dengan lainya


"Maaf ya, semalam ngak enak badan" jawab ku berbohong


"Oh Yaudah lain kali kasih tau ya, setidaknya aku" sahut nya


" iya..yaudah yuk kita kerja" jawab ku sekenan nya.


Lalu kami mulai berkerja mengantarkan pesanan para pembeli, aku bernafas lega ketika pria itu tak terlihat sedangkan waktu sudah menujukan sore hari.


Baguslah..


Jangan membuka luka lama yang masih menganga nantinya akan berdarah.


Meski kadang aku masih suka depresi saat mengigat pria b a j i n g a n itu merengut paksa milik ku yg berharga.


Namun ibu selalu mengingatkan ku untuk istigfar.


Tepat ketika angka 15.15 aku pun pamitan sama bu bos dan rekan lainya termasuk Gadis untuk segera pulang.


Baru saja aku ingin melajukan gas motor tiba tiba saja sebuah pengendara motor besar dari sisi kiri langsung mengerem mendadak tepat di depan ku.


Untung lah aku sigap mengerem kembali kalau tidak, ntah apa yang terjadi.


"Mas gimana..s.." tiba tiba ucapan ku terhenti ketika pengendara motor itu melepas helem nya dengan santai ia menghampiriku.


Pria ba j i n ga n itu lagi..


"Stop" teriak ku


"Stop saya katakan, atau saya akan teriak" ancam ku


"Ok" sahutnya menghentikan langkah.

__ADS_1


"Beri saya waktu sebentar..ada yg ingin saya bicarakan" pinta nya penuh harap.


Lagi lagi aku teringat pesan ibu untuk memberinya waktu bicara, ada baiknya jika mau bertanggung jawab.


Akan ku coba perlahan melepas trauma jika dia memang mau berubah.lagi pula bisa ku akui dia pria yang tampan dengan balutan jas dan dasi mahalnya.


Namun semua itu aku lakukan demi ibu.


"Disini saja dan jangan meminta tawaran tempat lain, sudah sore biasanya banyak pria b a j i nga n sedang berkeliaran" sindir ku pada nya seolah merasa ia menunduk.


"Baiklah" jawab nya


"Bicaralah" sarkas ku cepat.


Muak rasanya melihat pria perusak masa depan ku itu.


"Maafkan saya malam itu Nin, saya benar benar khilaf" ucap nya memulai pembicaraan.


"Mungkin dosa saya pada mu terlalu besar hingga sulit untuk mu memaafkan nya" tambah Pria bernama Raka itu lagi.


"Saya benar benar ingin minta maaf pada mu, saya terus di hantui rasa bersalah pada mu. Saya tau Nin, kau gadis yang baik baik" ujar nya lagi aku tetap diam tak peduli namun mendengar dengan setia.


"Namun saya tak bisa menikahi mu Nin, jika kau mau berapa pun akan saya beri uang"


Mendengar itu darah ku mendidih panas jadi ia angap malam itu aku sebagai p e l a c u r bayaranya.


Dengan langkah lebar aku menghampiri pria yang masih mematung tersebut.


Plakk


"Jadi kau angap aku pela c u r bayaran mu Raka" ucap ku penuh amarah.


Ia menunduk wajah putih nya memerah apalagi pipi kiri pria itu.

__ADS_1


"Bukan begitu Nin, karena aku sudah punya tunangan"


PLak


Sekali lagi ku layangkan tamparan pada pria ba j i n g an Raka gil4 itu.


"Kurang aj4r kau Raka, mungkin bina t a n g lebih berakal sehat dari mu" tekan ku .


Setelah mengucap kan itu aku segera kembali kemotor ku


"Ingat jangan temui aku lagi" ancam ku setelah itu benar benar pergi.


Setelah sampai di delan rumah aku di buat binggung saat melihat ada motor supra keluaran terbaru di halaman depan.


"Assalamualaikum bu" sapa ku


"Waalaikumsalam"


Krekk


Pintu terbuka menampakan sosok pria berkulit putih serta kopia hitam dan baju kokonya.


"Kak Yoga" desis ku pelan tanpa sadar.


"iya ini aku Nin, masih ingat kan"


Kulihat ia semakin tampan saja apalagi penampilan nya benar benar pria idaman


Kak Yoga dulunya adalah kakak kelas ku setelah SMA ia melanjutkan kuliah jurusan dakwa mungkin sejakarang telah jadi ustad muda.


Tanpa sadar ada bunga berterbangan di hati ku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2