
(Pov Anindya)
-
Rasa sakit perlahan membuat kesadaran ku hilang ,Tepatnya antara sadar dan tidak sadar.
Cukup lama aku berada di pada situasi yang sungguh membingungkan ini .seolah saat ini aku berada di suatu tempat yang sangat aneh dan menakutkan.
Sampai akhirnya sebuah cahaya menyilaukan mata menghampiri tepat di depan ku, Perlahan tapi pasti cahaya itu kembali meredup.
Menyaksikan pemandangan di depan mata membuat ku haru seketika. Orang yang selama ini ku rindui telah berada tepat di hadapanku.
"Ibu..." Panggil ku mencoba memeluk Wanita yang amat ku rindui itu. Namun nihil tak ada sesuatu yang dapat ku sentuh seperti hanya sebuah angin lalu saja.
"Bu kenapa begini?" tanya ku panik
Sambil tersenyum Ibu menjawab "Karena kita beda alam Nak, sudahlah! Ibu minta ihklaskan kepergian ibu dengan sepenuh hati sebab ibu tak butuh itu Nindy... Ibu cuma butuh do'akan untuk bekal ibu disini Nak.
Kembali lah kedunia mu,kau blum bisa berada disini! tanggung jawab mu sudah besar di dunia. Hapus semua rasa tidak ihklas itu agar kau tak tergantung seperti ini.
Kau mencintai Suamimu kan?" pertanyaan Ibu sontak saja membuat ku mengganguk kuat dan yakin.
"Kau sayang anak mu kan?"
__ADS_1
Mendengar itu barulah aku sadar kemana anak ku? "buk di mana anak ku ?"
"Dia sudah berada di dunia bersama Papa dan orang orang menyayangi nya. Mereka sedang menunggu mu. Salam ibu untuk si kembar ya..!"
"Kembar?"
Ibu tak menjawab hanya tersenyum kemudian mengusap kepala ku lembut namun sama sekali tak ada kurasakan sentuhanya.
Hingga membuat air mata ini jatuh,dan aku sadar sebab alam kami telah berbeda satu satunya cara mengihaskan dan mendoakan seperti pesan Ibu.
"Ibu..."
"Sudah jangan nangis, inn yaa allah ibu baik baik disini berkat doa mu dan Raka,bu Nayla dan Xena menyertai ibu. Oh iya Ibu mau pesan satu permintaan nanti anak perempuan mu kasih namanya Aqeela Ya..Agar kelak dia selalu mengigat mu seperti Nindy selalu mengingat Ibu..
*
"Ibu...." Jerit ku kemudian namun bukanya melihat ibu kembali bahkan tempatnya pun kini berbeda.
Pertama yang ku lihat adalah ruangan serbah putih dan aroma obat obatan memenuhi indra penciuman.
"Nindy !Sayang, Allahamdulilah kamu sudah sadar"
Aku tersenyum merekah melihat Raka suamiku telah memeluk ku erat,meski sedikit aku sudah memahami apa yang telah kualami.
__ADS_1
"Mas Raka.." Panggil ku pelan sebab suara terasa tertahan.
"Iya..kamu mau apa sayang!!?"
"Anak kita mana?"
"Ya Allah,allhamdulilah..kamu sudah sadar nak" lagi lagi aku tersenyum bahagia ,benar kata Ibu! Banyak orang orang yg menunggu ku dan masih menyayangiku.
"Wah..Kak Nindy. Horee"
Kini Xena anak itu ikut berlari memeluk ku erat membuat ku sedikit sulit bernafas.
"Sudah Na, kak Nindy nya masih lemah. Susah nafas itu" tegur Raka
"Ihh sirik aja. Orang juga kagen"
"Sudah sudah kalian ini ya..terus saja berantem. Capek deh! Gini aja ,Siapa yang mau beranten keluar sana.." Timpal Mama Nayla terlihat jengkel.
Raka dan Xena kemudian dian hanya melirik sinis masing masing blum puas, Aku hanya terkekeh geli menyaksikan pemandangan ini .
"Permisi. Ini kembar nya buk! Sudah selesai mandi!" tiba tiba dua orang perawat datang dan mengantarkan dua anak yang lucu lucu .
Bersambung...
__ADS_1