
...----------------...
Tanpa pikir dua kali aku menghampiri nya, ntah mengapa ada sakit di ulu hati melihat kondisi nya seperti itu.
"Apa kabar mu Sel?" sapa ku lebih dulu sebisa mungkin memaksa kan untuk tersenyum . tersenyum getir tepatnya.
Ia terlihat terkejut, memindai wajah ku cukup lama. Oh tidak, lama sudah tak bertemu membuat nya tak lagi mengenali ku.
"Ba-Baik. Kak Yoga?,!"
"Iya ,siapa lagi? Sudah lupa.. Oh tidak kita memang sudah lama tak berjumpa" jawab ku sesantai mungkin. Meski heran dengan sikap pendiam nya kini tak seperti dulu yang heboh.
"Sudah berubah ya?" tanya ku lagi.
"Seperti yang kak Yoga lihat!"
"Hm, aku cuma mau ngomong. Tolong ya pakaian lebar itu di niat kan semata mata karena perintah Allah bukan untuk menutupi aib saja" tukas ku kemudian.
"Aib. Maksud nya" Tanya nya dengan tatapan tak suka.
"Apalagi kalau bukan aib saat Ham*il tanpa nikah" Kata ku tersenyum tipis, meski ada sedikit kecewa rasanya.
"Maksud nya. Aku belum ngerti" Sahut nya lagi.
"Maksud ku ,Jelas Aib lah tentang anak Har*m yang kau kandungi sekarang ini"
"Tutup mulut mu kak Yoga. Siapa bilang ini anak har*am"
"Lalu apa? Suci, tentu tidak. Dia terlahir tanpa ikatan suci. Apalagi kalau bukan anak Ha*ram yang di lakukan oleh manusia keji tak beriman"
__ADS_1
Selina tak menjawab hanya menggeleng kepala pelan.
"Kenapa bisa terjadi Sel. Hubungan dengan siapa hingga tercipta Anak ha*ram itu" tekan ku menatap nya dengan kejelasan.
"Sekali lagi anda katakan, Anak yang di kandungi Wanita ini, Anak Ha*ram . saya pastikan saya tidak akan tinggal diam"
Sarkas seorang pria baru datang langsung melayangkan tatapan tajam pada ku.
"Maaf, Anda siapa?.apakah anda yang telah berbuat zina pada Selina?" tanya ku membalas memindai wajah pria itu.
Bukan nya menjawab pria hanya tertawa pelan,wajah nya tidak asing juga untuk ku tapi siapa? Mungkin saja tidak sengaja pernah bertemu.
"Jadi benar, kau lah ayah dari anak yang di kandung Selina yang setatusnya saat ini anak ha*ram" Balas ku tersenyum sinis. Miris sekali.
"Sekali lagi aku tekan kan pada mu kak Yoga orang suci. Anak ku yang kau sebut sebut ha*ram itu hanyalah kebohongan mulut mu saja. Sebab kami telah menikah beberapa tahun yang lalu. Ihkrar suci yang telah suami saya ucapkan telah menyucikan segala hal yang kak Yoga katakan ha*ram dan Zina itu"
Kali ini aku terngaga tak percaya mendenar pengakuan wanita itu, wanita yang dulu sempat tergila gila pada ku tapi itu dulu hanya masalalu sekarang tidak lagi.
"Ku rasa tidak, sebab orang yang berhak menikahkan mu adalah papi mu sendiri. Tapi pada kenyataan nya papi dan mami mu sudah terbaring koma di rumah sakit dan sekarang mungkin lumpuh sekitar 2 tahun yang lalu kejadian nya. Dan kau tahu Sel? Mereka sering menanyakan kabar kamu yang hilang bagai di telan bumi tanpa satu pun yang tahu, tanpa satu pun yang mengetahui kepergian mu. Ternyata kau pergi bersama lelaki tak bermoral ini,menawan anak gadis orang dari orang tua nya...Cuihh biadab sekali" Ucap ku berapi api menahan emosi.
Terbayang jelas saat pencarian Selina ketika hilang seperti di telan alam. sekitar dua atau tiga tahun lalu bukan hanya aku ,semua orang orang dekat dengan Selina turut mencari wanita ini setelah mendapat kabar dari Bibi Salwa bahwa Selina kabur dari rumah.
Padahal kala itu aku telah berniat membuka hati untuk Selina seperti saran Raka, tapi kenyataan nya Selina kabur dari rumah .
Namun hasil nya sia sia dan kini ia kembali tanpa di cari.
Namun membawa kejutan sepesial untuk ku.. Wow sekali.
"Kak Yoga" panggil nya pelan dengan suara serak dan benar saja mata nya telah di penuhi kaca kaca.
__ADS_1
"Kau tak sepenuhnya tahu tentang kehidupan aku kak, bahkan seujung kuku pun kau tak tahu apa apa. Tapi itu bukan urusan mu kak, untuk mengetahui nya.
Poin penting yang harus kau ketahui bahwa Papi ku itu bukan lah ayah kandung ku , ia pun tak punya hak menikah kan aku. Aku tak tahu siapa ayah kandung ku.. Anggap saja beliau sudah mat¡.
Jadi wali hakim berhak menikahkan kami. Jadi pernikahan kami sah sah saja, sah secara Negara dan agama. "
Lagi lagi aku di buat nya tak percaya dengan kenyataan ini. Rumit sekali di pahami.
Saat ini aku hanya bisa diam seribu bahasa, tak lagi berani menya.
"Sudah lah sayang, dia tidak akan pernah paham seperti apapun kita menjelaskan nya" Jawab Lelaki tadi mengusap bahu Selina pelan aku ganya bisa membuang muka menyaksikan nya.
"Iya.. kita pergi yuk"
"Siap isteri ku Tasya...?"
"Tasya" guman ku pelan ,panggilan macam apa itu.
Mereka seolah tak ambil pusing lagi lalu berlalu dari hadapan ku, akhirnya mereka hilang dari kejauhan.
"Maaf ya Yog..lama" Ucap Tante Ria tiba bersama Tiara.
"Ngak papa..Yuk! Jalan"
Ajak ku langsung masuk ke mobil tak mau memikirkan Selina terlalu lama. Bisa gil4 aku jadinya.
-
-bersambung..
__ADS_1
Di tunggu dukungan nya ya..biar semangat ngetik nya,😊🤗