Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 58


__ADS_3

-


.....


"Halo David, aku menantang mu kali ini. Mari kita berduel adu kekuatan secara jantan dan hanya ketia berdua tanpa embel embel anak buah. Jika kau menang aku memutuskan anak ku di tuntut oleh pak Adi karena telah memper*k0sa anak nya.


Tapi, jika kau kalah..jangan pernah ikut camur urusan ini. Silahkan kau putuskan kerja sama dengan pak Adi.


Itu pun kalau kau menang lelaki. Atau kau hanya ahli dalam berfikir lagi ucapan tapi aslinya kau banci"


Tanpa sadar aku menggengam buku tangan erat. Aku harus menang tak akan ku biarkan pak Adi menuntut kasus ini sendirian.


Secara ia orang yang berjasa saat aku belum tahu apa apa awal kesini. Sudah seperti ayah angkat untuk ku.i


"Oke..tunggu saya disana. Tenang saja, saya bukan hanya pengacara yang dalam ucapan saja. Saya laki laki juga sama seperti anda.


Di tantang pantang mundur bagi saya. Satu lagi, tepati janji anda . untuk datang seorang diri tanpa bantuan"Jawab ku berusaha tenang lalu mematikan sambungan secara sepihak.


Tak lama Shere lokasi ku dapat kan.


" mau kemana?" tiba tiba Selina telah berada di hadapan ku


"Aku mau pergi dulu ya Sya. Maklum, rekan kerja ku orang yang perafesional pada waktu. Assalamualaikum"


Tak menunggu jawaban nya lagi aku segera memacukan kendaraan roda empat milik ku itu.


Cukup jauh lokasinya bahkan sangat sepi, meski ada rasa curiga namun pantang bagiku memutar mobil untuk pulang.


Namun setelah turun dari mobil mata ku membulat sempurna terlihat bukan seorang pak Rico melainkan beberapa pria tinggi besar juga berada disana.


"Bangsad . aku dijebak" maki ku, pak Rico hanya tersenyum remeh.


Tanpa aba aba ke tujuh lelaki berbadan besar itu telah menghajar ku habis habisan. Sekuat apa pun ia kalau di keroyok tak ada apa apanya.

__ADS_1


Beberapa kali pukulan mendarat pada perut ku hingga cairan hitam pekat itu keluar dari mulut dan hidung ku.


Rasa sakit semakin kurasakan sebab secara bertubi tubi pukulan ku dapatkan.


.


"David".


Sontak ke tujuh peria bertampang pereman itu berhenti memukul ku.


Namun kali ini rasa gelisah semakin menjadi dalam diri. Wakaupun aku mat! Disini aku akan rela tapi tidak ketika Tasya dalam bahaya.


"Ta-Tasya..." panggil ku pelan.


Aku mencoba bangkit menghampiri wanita itu agar segera pergi, ia terlihat berlari kecil menghampiri ku.Namun hampir tepat di depan nya seluruh tubuh ku rasanya remuk semua langsung tumbang tepat di pelukan Tasya


"Ya Allah..Kenapa begini Vid" Ada gurat kahwatir dan takut pada ucapan wanita itu. bisa ku rasakan ia mempererat pelukan hingga rasa nyaman sedikit ku rasakan.


"Pe-pergi cepat Sya. "


"Tasya" ujar ku berharap ia menurut namun ua tetap kukuh menggeleng ,bisa ku rasakan wajah nya telah basah oleh air mata.


"Ah..banyak bacot dan drama kalian" Hardik salah satu dari pereman itu dengan kasar menyentak tangan Tasya kuat.hingga tubuh ku roboh seketika.


"Bawa dia..tinggalkan lelaki bod'oh ini" Ucap pak Rico menatap ku tertawa mengejek.


"David..Aku ngak mau sama mereka" teriak Tasya ketakutan.


Tentu saja membuat ku tak terima namun ketika aku berusaha mengejar Tasya, pak Rico telah menarik kra baju ku dengan kasar.


"Dengar baik baik, jangan ikut campur urusan gue dan Adi. Kalau ngak isteri loh jadi dalam bahaya. Gue lihat lu cinta banget. Heha" kelakar nya tertawa lepas hingga air ludah nya yang gemercikan mengenai wajah ku. Sialan memang.


"David..woy, berengsek kalian. Lepasin gue." teriak Tasya namun aku tak bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


Bugh..


Tubuh ku ambruk ke jalanan aspal."Cam kan itu David." tekan pak Rico melangkah pergi.


Kurang ajar kalian semua. Ku pastikan kalau terjadi sesuatu pada Tasya ku patahkan tulang mereka.


Setelah dua mobil itu menjauh membawa Tasyaa dengan terlatih aku kembali kemobil. Mengejar mereka saat ini tentu saja mencari mati.


Bangsad kau Rico ku pastikan satu kata pun ucapan mu tak akan pernah ku lakukan. Tunggu pembalasan David.


Rasa sakit tak ku perdulikan rasa emosi dan takut kehilangan Tasya telah menghancurkan segalanya.


*


"Bantu saya Om..."


"Tenang, kau tenang dulu Vid. Om akan berusaha untuk menbantug menyelamatkan isteri mu. Maafkan Om, semua ini gara gara Om" jawab pak Adi aku hanya membuang muka.


"Yang berlalu biaelah berlalu. Saat ini bagaimana menyelamatkan isteri saya" tekan ku namun tak berani meninggikan ucapan.


"Om akan membantu kamu. Om akan menghubungi kenalan Om. Dia Seorang Gaster...Om akan meminta bantuan ia dan anak buah nya"


"Aku tak peduli cara apa pun itu. Yang penting isteri saya selamat tanpa kurang apa pun. Sekali pun Om ke dukun mengirimkan santet mati untuk pak Rico berserta anak buah nya saya setuju saja...masalah dosa saya akan menanggung semuanya" Tekan ku sekali lagi.


Terdengar hembusan nafas kasar...


"Urusan dengan Dukun tak semudah itu David. Di tambah sekarang banyak dukun palsu yang hanya minta uang tanpa hasil. Cara om hanya satu, Yaitu menghubungi teman Ganster Om"


"Aku tak peduli..." ucap ku ketus.


Rasa kahwatir dan takut kehilangan telah merusak sebagian pola pikiran ku yang selalu jenius. Itu semua hanya takut terjadi apa apa pada Tasya.


-

__ADS_1


-


Bersambung..


__ADS_2