Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 69


__ADS_3

(pov Raka)


Akhir akhir ini Nindy selalu bertingkah aneh juga sering pusing dan muntah muntah, tentu saja aku kahwatir di buatnya! Namun aku bisa apa? Sedangkan ia tak mau di bawa kerumah sakit.


"Masih pusing nya?" tanya ku pada nya terlihat sedang memijit mijit pelan pelipisnya.


"Sedikit. " jawab nya singkat.


"Aku tinggal dulu ya! Mau ke kantor" Pinta ku hati hati sebab dari tadi ia tak mengizinkan ku untuk pergi meski sudah rapi begini.


"Jangan dulu, masih pusing ini" Tukas nya membuat ku menghembuskan nafas kasar.


"Emang aku disini bisa apa? Emang bisa ngurangi rasa pusing kamu,sayang!" Jawab ku lembut memeluk nya dari belakang.


"Ngak juga sih.. Yaudah sana ,pergilah" Ucap nya kemudian.


"Yakin aku tinggal.. Atau kita ulang yang semalam" Goda ku menciumi pipi kanan nya.


"Ngak lah.. Capek aku" Ujar nya ketus sambil beranjak menjauh dari ku.


"Mmm ,Aku pamit dulu ya." Kata ku sambil memberikan tangan kanan pada nya, ia langsung menyalami sopan namun terlihat mood nya sedang tidak baik baik saja.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam'


*


Beberapa hari belakangan ini aku jarang sekali masuk kerja hingga perkerjaan menumpuk semua, Aku pun tak peduli lebih memilih mengfokuskan diri pada perkerjaan untuk saat ini.


Tiga jam telah berlalu rasa lelah dan ngantuk menyerang diri ini, namun mengigat perkerjaan ini telah lama terbengkalai ku coba untuk menyiapkan semuanya.


Waktu semakin bergulir tak terasa sudah lima jam aku duduk disini, Aku mendesah panjang akhirnya perkerjaan ini telah selesai.

__ADS_1


" Vin, Kamu handle semua tentang saham yang akan kita dapatkan ya. Semoga tidak ada kendala" panggil ku pada Sekertaris ku yang bernama Kevin.


"Siap pak.. Aamiin moga lancar"


Aku mengganguk lalu berpamitan pergi untuk segera pulang kerumah biasanya dulu sebelum menikah aku memang sering menghabiskan waktu di kantor seharian atau sekadar pergi bersama wanita wanita untuk ku kencani.


Tapi sekarang berbeda aku sudah menikah kebiasaan itu telsh berubah.


Sedang asik mengendarai kendaraan roda empat ini tiba tiba Azan zuhur berkumandang merdu di mesjid, aku pun memutuskan untuk menepikan mobil dan menunaikan kewajiban bersama jamaah lainya.


.


"Mas nya orang baru ya..saya baru lihat,atau singgah saja" Ucap seorang lelaki berjalan bersampingan dengan ku ketika ingin ke parkir mobil ku.


"Hem..Cuma lewat aja Mas" balas ku tersenyum kaku padahal dari dulu aku selalu melewati jalanan ini namun tak pernah sekalipun berniat menyinggahi rumah Allah ini.


"Oh, gitu ya..Saya duluan ya Mas"


"Ya Mas" balas ku tersenyum ramah


Bunyi ponsel mengangetkan ku ketika baru duduk di jok mobil. Setelah ku bukan ternyata ada 15 panggilan tak terjawab dari Mama.


Ya Allah kenapa rasanya tidak enak?.


Ketika panggilan masuk langsung saja ku geser tombol hijau itu hingga tersambung pada Mama di seberang sana.


" Raka. sekarang kamu ke puskesmas Pelita Jaya ya. Kami sekarang ada disana, tadi Nindy pingsan sekarang uda di tangani dokter"


Detak jantung ku berpacu lebih cepat, mendengar ucapan mama tentang keadaan Nindy.


" Raka sekarang kesana Ma!" tak menunggu jawaban Mama lagi aku langsung mematikan sambungan telepon. Kemudian melajukan mobil menuju Puskesmas yang Mama sebutkan tadi.


Tak membutuhkan waktu lama akhirnya aku sampai di tempat tujuan langsung saja aku mencari keberadaan Mama.

__ADS_1


Menghembuskan nafas lega ketika melihat Mama sedang duduk di salah satu kursi.


"Ma gimana keadaan Nindy?" tanya ku


Krekk


Belum sempat Mama menjawab pintu sebuah ruangan terbuka menampakan seorang Dokter wanita keluar dari sana.


"Saudara Mbak Nindy?"


"Iya dok kami semua" Jawab ku tak sabaran.


"Mari keruangan saya dulu"


Kami mengganguk kemudian mengikuti keruangan dokter itu.


"Silahkan duduk"


"Jadi begini Buk ,Pak. Ada dua berita yang akan saya sampaikan. Pertama bahagia dan kedua duka..Yang mana dulu?"


"Bahagia saja dulu Dokter"


"Baiklah.. Begini jadi isteri anda sedang ha*mil sekitar 2 minggu."


"Ha*mil dok" Sela Mama tak percaya.


"Iya" balas dokter itu tersenyum hangat.


"Allhamdullilah.." Ucap kami bersamaan.


Tak dapat di punkiri betapa bahagia nya hati ini mengetahui semua itu.


"Lalu berita duka nya dok?" tanya Mama pula.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2