
Plakk
"Ayo tampar lagi,biasanya juga lebih" pinta ku tanpa takut sebab sudah biasa dan tak akan ada air mata.
"Oke, mau lagi kamu" teriak nya murkan
"Pi cukup Pi...Selina anak kita" cegah Mami ketika lelaki itu ingin melayangkan tamparan.
"Sebenarnya aku ini anak kalian ngak sih" tanya ku terlihat tegar namun hati sakit sekali.
"Ngak Sel..kamu anak kandung kami" Jawab Mami Cepat.
Aku hanya mendengus kesal mendengar nya...
"Ngak Sel..kamu bukan anak kami. kamu hanya anak Ja*lang. Puas kamu"
Air mata kali ini luruh meski sakit tapi pengakuan itu serasa mengoyak batin ini.
"Pi.." ucap Mami dengan mata berkaca kaca.
"Puas sekali...Selina sangat puas dengan semua ini" Jawab ku terdengar bergetar.
"Sudah Mi..mari kita tinggalkan . sudah di jenguk tak tau terima kasih"
__ADS_1
Dengan kasar Papi menarik tangan Mami. menatap ku nyalang seolah ada dendam tersendiri untuk diri ini.
-
(pov Selina Ana tasya)
"Mau apa lagi Mami kesini?" tanya ku sinis pada wanita itu.
Sebab pagi pagi seperti ini ia sudah datang menjenguk sel tahanan , baru saja se malam pergi tanpa ke jelasan. Pagi ini datang lagi tanpa Pria itu? Kenapa? Biasa nya mereka seperto pranko.
"Mama kesini mau ngomong sesuatu yang penting Sel.. kamu sudah dewasa pantas mengetahui semua masalah besar ini" jawab Mami tanpak serius.
"Bicara lah.. jangan buang waktu!" Ketus ku.
"Sel, sebenar nya kamu itu memang bukan anak nya Papi. Yang di katakan Papi mu benar. Kau anak ******* Sel, tepat nya anak ja*lang nya Mama?"
"Papi dan Mami menikah karena perjodohan. Papi mu orang yang baik mau menerima masalalu Mami yang dulu ya seorang pela*cur, Mami pun menetap kan untuk segera berubah memulai hidup baru dengan Papi.
Tak itu tak lama Mami kembali ke dunia gelap itu, ketika Papi mu orangnya pelit kebutuhan Mami jarang di penuhi .Mami tak bisa membeli barang barang bagus lagi.
Bahkan Papi mu tak pernah menyentuh Mami dengan alasan belum siap. Tapi Mami tau karena Papi mu belum bisa Move on dari mantan pacar nya." Aku menyimak dengan jelas setiap kata yang di susun menjadi kalimat mengoyak jiwa raga ini.
"Tiga bulan lama nya Mami merahasiakan ini dari Papi mu, tapi tiba tiba Papi mu tau dengan sendiri nya... kau tau kenapa?
__ADS_1
Karena kau lah Sel, karena kau ada di rahim Mami.
Papi mu murka bukan Main tapi Mami memohon di beri kesempatan . papi mu yang seperti nya mulai terbiasa adanya Mami, akhir nya memaaf kan tapi ini yang terakhir nya.
Mulai lah kami hidup Bahagia, Namun begitu Papi mu tak pernah menyayangi mu,menggangap nya bukan anak Papi.
Membedakan semakin menjadi ketika kamu memiliki adik Sel... Lama lama Mami pun mulai terhasut Papi mu untuk membenci mu, bagi kami kamu hanyalah penghalang kebahagian kami saja.
Mama kilaf hati membenci darah daging sendiri sebab telah di butakan cinta pada Papi"
Air mata semakin luruh.. membasahi pipi tak ada niat sedikit pun menghapus jejak jejak prih itu.
Kenapa? Kenapa harus aku yang terlahir seperti ini. Padahal banyak manusia di dunia ini. Kenapa haru aku???
"Tapi sekarang Mami sadar, Kamu seperti ini karena Mami. Jadi mari kita mulai dari awal Sel" Ucap Mami lagi menatap ku penuh harap.
Namun seolah batin hancur tak tersisa selain menangis aku bisa apa?.
"Mami akan mengajukan Naik Banding" Jawab Mami Lagi. Aku mengangkat kepala menatap tak percaya.
"Naik Banding" Ulang ku
"Iya Mami akan melakukan Naik banding ,yang akan di bantu oleh pengacara David tanpa pengetahuan Papi mu!" Jelas Mami tersenyum Tipis
__ADS_1
Akan kah aku bebas dengan cara Naik Banding..sedangkan disini aku resmi bersalah.
(Naik Banding:Artinya pertimbangan pemeriksaan ulang terhadap putusan pengadilan oleh pengadilan yang lebih tinggi atas permintaan dakwa atau jasa naik Apel.)