
(pov Raka)
Semenjak kejujuran David kala itu membuat hubungan kami kini kembali dekat dan baik. Entah kenapa mendengar setiap ucapan nya terlihat tanpa kebohongan membuat ku terenyuh.
Aku memeluk nya erat menahan tangis agar tak terlihat lemah meski sebenarnya aku memang sedang rapuh. Dendam puluhan tahun lalu seolah terhapus dan runtuh meninggalkan debu.
Aku tak pernah memaksakan nya untuk bercerita setiap kehidupan sulit yang telah ia lalui namun ketika ia dengan rela mau berbagi membuat ku kembali mengigat masa remaja kami dahulu, cukup dekat sekadar berbagi kisah itu biasa.
Meskipun umur nya tua dari ku dua tahun namun bagi kami adalah teman sebaya sama hal nya dengan Yoga sepupu ku itu yang juga telah berumah tangga.
Hari hari berlalu ,terasa cepat sekali. Namun semakin kesini aku semakin sadar rasa bahagia selalu mengelilingi kami.
Juga dengan David kini telah menjadi gelar Ayah sebab Isteri nya telah melahirkan anak laki laki yang tampan seminggu yang lalu. Bagi ku pantas saja secara umurnya tak muda lagi sebab telah menginjak 30 tahun sedangkan aku muda dari nya dua tahun tinggal menunggu panggilan yang bergelar Papa.
Membuat ku tersenyum sendiri kelak membayangkan keluarga kecil aku bersama Nindy nanti.
"Kenapa senyum senyum sendiri.. Lagi mikirin wanita lain ya?" Sedikit terkejut dengan kehadiran Nindy secara tiba tiba.
"Ngak lah sayang. Lagi mikirin kamu dan anak kita!"Jawab ku tersenyum mengoda.
" baguslah.."Tawa renyah nya langsung tercipta.
Melihat pemandangan ini langsung membuat ku haru dan bahagia . sebab belakangan ini Nindy jarang sekali tersenyum dan tertawa lepas sebab rasa sakit yang harus ia rasakan.
__ADS_1
" Ka, Nin...Yuk kita makan sama sama" Ajak Mama menghampiri kami.
"Iya Ma ..Yuk"
Kami berdua pun mengikuti langkah Mama menuju ruang makanan sederhana ini yang ternyata disana telah ada Xena menunggu kami.
"Keponakan Xena kapan lahir nya?? Uda ngak sabar ini. Jadi iri lihat teman teman poto bareng sama ponakan" Ucap adik ku itu santai namun menuntut.
"Yang sabar aja. Yang penting doa kan terbaik untuk calon dedek dan Kak Nindy nya!. Selalu dalam keadaan sehat, Aamiin" jawab Mama tersenyum merekah.
"Aamiin" kami pun ikut mengamini.
"Yang terpenting kita harus meminta pada Allah sebab beliau sebaik baiknya pertolongan" Kini Nindy ikut menambah.
"Iya Nak, Nanti apa pun yang terjadi Kami harap kamu memikirkan anak mu ya!!. Sebab dia ngak akan bisa hidup tanpa kamu.
"Inn syaa Allah Ma. Yasudah kita makan yuk..biar Nindy yang ngambilin nya" Tawar nya tanpak bersemangat.
Kami hanya diam ketika Nindy menyiapkan makanan di piring kami masing masing.
"Makan sayur yang banyak ya biar sehat."
"Iya dong.." sahut Xena antusias.
__ADS_1
"Terimakasih ya sayang..!"
"Iya, itu uda kewajiban aku mas Raka."
"Mama makan yang banyak ya biar sehat dan kuat!"
"Iya iya...Kamu juga dong"
Sampai akhirnya kami tergelak bersama, makan kali ini terasa nikmat penuh cerita dan kebersamaan.
*
"Sayang kamu kenapa?" tanya ku pada Nindy dari tadi terus mengamati grak griknya terlihat tak nyaman.
"Sakit perut aku.." jawab nya terdengar lemah.
"Apa mau lahiran!" tanya ku mendekat.
"Ngak tahu..tolong pijitin bahu aku ya!!"
"Ok,baiklah.." Jawab ku cepat meraih bahu nya dan memijit nya pelan memberikan rasa nyaman.
Bersambung...
__ADS_1
VISUAL ANAK DAVID & SELINA