
*
Hari berganti, pagi ini aku dan serta yang lainya menuju butik langanan Tante Nayla untuk menyiapkan Gaun pengantin dan Mek up lainya.
Meski ini terkesan singkat sebab pernikahan nya besok pagi. Tapi mereka terlihat santai saja. Aku ,Raka , Ibu dan tante Nayla kini kami telah berada di butik. Siap memilih gaun yang cocok.
Sedangkan Xena bersama Tiara tugas mereka memberikan undangan.
"Yang ini cantik. Bagaimana?", Tanya Raka menunjuk gaun putih yang memang cantik.
" Ngak lah Ka. Kau lihat itu, Itu gaun khusus ngak pakai hijab. Aku ngak mau" Protes ku dengan pilihan Absur nya.
"Hehe..," Raka terkekeh geli menyadari kekonyolan nya sendiri.
"Aku juga ngak suka.." Katanya lagi.
"Nindy, Raka . Sini! Ini kayaknya cocok buat kalian. " teriak Tante Nayla dan Ibu berjarak cukup jauh dari kami.
"Iya ini cocok. Bajunya juga ngak kecil kecil amat,hijabnya juga cantik. Ini baju pria nya juga cocok sama kamu Ka" Ibu menyela.
Aku dan Raka mengganguk bersama sebab gaun itu memang cantik. Kemudian kami memutuskan untuk memilih itu.
Sekalian memilih alat alat mek upnya. Setelah itu kami mampir ke toko kelontong pula. Disana kami memilih seperangkat alat sholat nya.
Aku tersenyum bahagia begitu juga Raka. Ia terlihat telaten memilih setiap bingkisan yang cocok. Tetap saja yang utamanya bahan bahan sholat dan mengaji setelah itu baru Tas ,sepatu, boneka dan lain lain.
"Ini cocok deh..Ambil satu bingkisan ini lagi" Ucap Raka kembali melihat sebuah boneka Micheky Mouse...
"Tapi kan uda banyak Ka. Boneka juga uda ada, Jangan boros boros" Jawab ku
__ADS_1
"Satu ini lagi aja. Ini bukan boros Nin, tapi menyenangkan kamu"
"Ihh..siapa juga yang senang" kilah ku.
"Yaudah,kalau ngak mau..nanti aku aja yang ngambil nya" Kukuh nya pada pendirian.
"Terserah" ketus ku berlalu menuju Ibu Dan Tante Nayla siap untuk membayar semuanya.
Mungkin bagiku melihat uang yang habis banyak sangat di rugikan tapi Tante Nayla Dan Raka biasa saja bahkan mereka terlihat puas. Oh tidak,aku lupa lagi mereka orang kayakan.
*
"Saya terima nikah dan kawinya Anindya Saputri Binti Affandi(Almarhum) dengan mas kawain seperangkat alat sholat. Di bayar Tunaii."
"Bagaimana para saksi"
"" Sah"
"Allhamdulillah"
Kemudian uustad sebagai wali nikah memimpin doa, Dalam do'a tiba tiba air mata ku mengalir penuh keharuan.
"Aamiin"
Sorak mereka bersamaa. Seperti adat yang tertulis aku meraih punggung tangan Raka lalu mencium nya sebagai ungkapan syukur.
Setelah itu aku berhamburan memeluk Ibu,ibu pun terlihat menangis meski dengan terpaksa beliau mencoba tersenyum.
"Assalamualaikum warhomatullahi wabatokatuh...." terdengar suara Raka mengema karena memakai Mixceropon.
__ADS_1
"Untuk yang hadir disini mohon dan terimakasih atas segala do'a nya. Semoga pernikahan ini menjadi awal dan terakhir untuk saya dan istri saya. Oleh karena itu besar harapan saya meminta do'a kepada Mama dan Ibu istri saya agar pernikahan ini berjalan sakinah mawadah warohma. Sekarang ini saya bukan lagi anak kecil nya beliau. Bukan lagi semua kebutuhan beliau yang menyiqpkan.
Tetapi sekarang saya telah dewasa telah siap memulai yang namanya bahetra rumah tangga. Harapan saya,semoga bisa membahagiakan isteri saya. Untuk Mama saya terimakasih telah membesar kan dan mendidik saya sampai saat ini, tapi kini tanggung jawab itu telah di lepaskan oleh saya sendiri. Untuk Ibu mertua saya terimakasih telah menberikan kepercayaan untuk menjaga anak beliau yang kini telah menjadi isteri saya". Untuk pertama kalinya aku melihat wajah itu pucat bak mayat hidup. Tante Nayla merengkuh Raka membawanya kepelukan.
Suara Raka terdengar bergetar meskipun ia tak menangis tetapi mata pria itu memerah. Mata hitam yang biasanya penuh ketegasan itu kini bagai anak kecil yang seperti di tinggal ibunya.
Aku pun segera menerima ketika Mixceropon di serahkan untuk ku, mempersembahkan ungkapan kata untuk orang tua.
"Assalamualaikum warhmatullahi wabarokatu.... Untuk semua yang hadir terimakasih sebesar besar nya. Seperti pada ucapan suami saya tadi, kenan nya memberikan do'a nya untuk kami agar menjalani pernikahan ini dengan sakinah mawadh warhomah...Terutama untuk orang tua kami,karena do'anya yang sangat kami harapkan dan di butuhkan.
UNTuk Mertua saya terimakasih telah melepaskan anak nya untuk memulai hidup pada wanita seperti saya. Untuk Ibu tercinta saya ,bagai bidadari tak bersayap membawa saya pada angan kehidupan seperti saat ini.
Tak ada kata yang pantas tak ada sesuatu apa pun yang bisa membalas perbuatan beliau. Terimakasih telah melepaskan Nindy, untuk memulai hidup baru tetap saja Ibu nomor satu untuk Nimdy. Nindyvsayang Ibu meski kini setatus Nindy berbeda . harap ibu tetap yang dulu, masih menggangap Nindy putri kecil nya ibu"
Aku memeluk Ibu memberi Kan Mixceropon secara asal tak sanggup lagi melanjutkan kata kata.
Terlihat orang orang yang hadir ikut hanyut dalam suasana haru bahkan pak ustad pun mengelap Air matanya dengan sorban beliau.
Bisa ku lihat kak Yoga menatap ke arah ku nanar ada sejuta sakit pada tatapan pria itu.
Dan Selina..kemana dia? Tak niatkan menghadiri pernikahan sahabat nya ini.
Acara berlanjut, dari antar belanja, makan makanan . pose berfoto bersama sampai khatam Al-Quran. Sengaja di lakukan siang sebab tak ada acara malam.
Tubuh ku rasanya remuk semua mengikuti setiap acara. Padahal dari malam tadi aku tak cukup tidur sebab menyiapkan malam berinai nya.
...
Bersambung....
__ADS_1