Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 62


__ADS_3

...----------------...


Krekk


Pintu terbuka menampakan sosok pria tua bangka itu dengan tangan nya memegangi piring.


"Makan dulu cantik. Kau harus bertenaga di pernikahan kita nantinya" ucap nya berhasil membuat ku waspada dengan pergerakan lelaki gil4 itu.


"Ayo buka mulut nya. Jika tidak Sofian dalam bahaya, Kau pastikan itu" Awalnya aku ingin membungkam mulut menjadi terhenti ketika lelaki itu mengancam ku.


Aku tak boleh egois akhirnya membahayakan keselamatan David ,Sebab aku sendiri yang menyaksikan dengan tega pereman itu memukuli David.


"Pintar" puji nya ketika sesendok nasi itu telah berada dalam mulut ku. Pria tua ity tersenyum puas membuat ku benar benar tak bisa lagi untuk bersabar.


"Cuih..."


Untuk kedua kalinya aku meludahi wajah pria itu namun kali ini bersamaan dengan makanan yang belum ku telan.


"Kurang ajar.kau mau cari mati rupanya" tukas nya kasar mengusap wajah nya bekas ku kuludahi.


Plak


Plak.


Aku memejamkan mata menahan rasa sakit di pipi ku. Dengan kasar pula ia menarik jilbab ku hingga terlepas dari kepala. Tak cukup sampai di situ lelaki gil4 itu menarik rambut ku kuat hingga kepala ku ikut mendongak.


"Ingat. Kau telah memancing kemarahan saya. Tanggung akibat nya wanita sombong" ucap nya semakin kasar menarik rambut ku.


"Tu-tuan..Sudah. Dia bisa mati" sahut wanita tadi takut takut.


Namun bukanya mendengarkan lelaki itu semakin buas ingin menyiksa ku.


"Mat¡ itu lah tujuan ku...karena kau telah berani meludahi wajah ku. Seorang pun tak berani melakukan itu pada ku . tapi kau??" tekan nya berapi api semakin kuat menarik rambut ku.


Aku diam seribu bahasa, membalas tatapan tajam itu sedikit pun tak akan ku lihatkan rasa sakit ini.


"Sepertinya menarik jika membunuh mu perlahan". Ucap nya lagi menyeringai kemudian menghempaskan kepala ku dengan kasar.


Kemudian ia menarik kembali rambut ku hingga ikut mendongak. Aku terbelalak tak percaya saat melihat silet telah berada di tangan pria itu.


" mat¡ lah kau gadis manis. Dengan perlahan...hhha" tawa remeh nya mengema.


Kali ini aku benar benar takut, akan kah aku mati saat ini. Tiba tiba bayanan wajah David melintas di benak.

__ADS_1


Berharap suamiku itu segera datang..


Aku memejamkan mata ketika Silet itu telah dekat dengan wajahku..


Sreekh...


Perih ,perih sekali ketika benda tipis namun tajam itu berhasil menghores pipi ku hingga cairan merah di beri nama darah, bisa ku rasakan telah jatuh dengan sendirinya.


"Sedikit saja dulu ya cantik...hhh,bagaimana, apa rasanya??". Ucap nya tertawa seperti orang kesetanan.


" tuan..sudah."


"Diam kamu, sumi" teriak lelaki itu murka.


Kali ini aku hanya bisa diam saja. Mencoba melawan pun percuma.


"Nonit Nonit Nonit"


Kali ini aku memberanikan membuka mata saat mendengar bunyi sirene mobil polisi itu ,benar saja pertolongan datang untuk ku.


Terlihat pak tua bangka itu ketar ketir ingin lari sedangkan Wanita bernama Sumi itu ntah kemana.


Brakk..


Lelaki tua itu akhirnya memutuskan untuk kabur dari jendela.


Pintu di banting keras ,Namun dugaan ku salah bukan nya polisi yang datang melainkan para lelaki juga bertampang pereman.


Tanpa banyak bicara mereka melepaskan ikatan di tangan ku.


"Rico lari kemana Nona?" tanya nya langsung saja.


Meski aku tak tahu siapa Rico mereka maksud, tapi aku yakin lelaki gil4 itu lah yang bernama Rico.


"Dia lari disana..." tunjuk ku ke jendela


Mereka mengganguk siap ikut meloncat dari sana, namun salah satu dari mereka berbalik menatap ku ada rasa iba di sana.


"Suami anda di luar Nona, dia mencari anda


..temuilah dia. Beri tahu Bos kami bahwa Rico lari..kami akan mengejar nya duluan"


Paham tidak paham aku mengganguk hingga satu pria itu ikut meloncat bersama dua teman nya. Aku pun tak tinggal diam .

__ADS_1


Berlari keluar mencari keberadaan Davod, benar saja ucapan pria tadi. Mata ku mengembun melihat sosok yang amat ku rindui itu.


"David..."


"Tasya.."


Aku berlari lamgsung memeluk nya erat, menumpahkan segala rasa di sana. David mengusap kepala ku tanpa penutup dengan lembut.


Belum puas rasanya David telah menjauhkan aku dari dekapan nya.saat itulah aku baru menyadari banyak pasang mata yang melihat kami.


Malu,itu yang kurasakan..namun tak ada reaksi apa pun dari mereka hanya seorang pria paruh baya tersenyum geli melihat kami.


"Kemana berengsek itu Ra?"


"Dia lari ..dan tiga pria melepaskan ku tadi mengatakan mereka akan mengejar nya dulu dan beri tahu bos kami..kata mereka" jawab ku menjelaskan.


"Kemana arahnya.."


Sahut seorang pria bertubuh kekar di samping David mungkin ini bos yang mereka maksud tadi.


"Ke sana" tunjuk ku.


"Kejar mereka..." Teriak nya lantang dengan sekejap semua pria berpakaian jaket hitam itu bubar setengah berlari.


"Tenang, bro. Gue akan menangkap nya . terserah lo mau kasih pelajaran seperti apa. Tapi panas sedikit ya...soal nya Isteri lo seperti di aniaya tu" ucap nya menunjuk ke arah ku dengan dagunya kemudian menepuk bahu David cukup kuat.


"Aku akan mematahkan


batang leher nya.....terimakasih bro."


"Wow ,seru sekali...santai saja"


Aku menatap manik legam


milik David , tak ada main main disana. Apa benar ia akan mematahkan batang leher pria tua itu.


Meski terkesan kejam aku tetap setuju...


-


-


-

__ADS_1


Bersambubg....


TERIMAKAsih yg sudah mampir..,🌺🌺😊🥰


__ADS_2