
(pov Selina)
Kata kata Kak Yoga kala itu terus terngiang ngiang dalam ingatan ku, bagai sebuah kalimat yang berhasil melukai hati.
Meski pun ada rasa untuk nya akan ku paksa kan untuk melupakan nya secara perlahan sebab kini aku telah mempunyai suami dan buah hati kami.
Aku akan belajar mencintai David dengan sepenuh hati dan jiwa,di tambah dia sosok yang baik dan penyayang tak pernah meninggikan suara pada ku.
Rasa sayang selama ini blum ku dapatkan kini telah ku dapatkan dari David.
Satu kata yang masih membekas dalam ingatan tentang ucapan Yoga bahwa sekarang ini keadaan Mami dan Papi sedang tak baik baik saja.
Walau bagaimana pun perlakuan mereka padaku, tetap saja aku bisa sebesar ini ada pluh yang mengalir untuk menghidupkan ku.
Berkat bantuan David kami telah mengetahui di mana Rs Mami dan Papi di rawat. Tak membutuhkan waktu lama kami langsung meluncur ke RS Pelita Sehat.
Meski awalnya David menolak karena kondisi ku seperti ini namun aku tetap bersikeras untuk pergi.
“Ingin mengunjungi pasien bernama Bu Angel dan Pak Keynan. Sekali gus keterangan nya” Ucap David kepada wanita berpakaian serbah putih itu.
“Sebelum itu kalian siapa ya?”
__ADS_1
"Saya Mantu dan ini isteri saya! Anak beliau” Jelas David membuat suster itu mengganguk.
" kecelakan mereka alami sudah hampir dua tahun ,Koma nya cukup panjang. Dan sekarang allhamdulilah Bu Angel telah berhasil melalui masa koma nya yang panjang,meski keadaan nya sangat memprihatinkan seperti ada sesuatu yang membuat nya blum bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang. Sedangkan bapak Keynan sudah meninggal sekitar satu bulan yang lalu."
“ina lillahi waina ilahi roji'un"
"mari! Pak, buk saya antar ke ruangan bu Angel"
Aku dan David mengganguk kemuduan mengikuti langkah suster itu.
Setelah sampai pada satu ruangan suster itu mempersilahkan kami masuk kemudian ia pamit pergi.
"Mi...”
Ya Allah apakah ini karma karena aku berkerja sama dengan pak Daniel masalah kecelakan berencana yang di alami Raka dan Nindy itu, kembali rasa bersalah menyesakan dada.
" Sel-”Panggil Mami pelan.
Aku pun mendekat “Iya Mi!”
"Maafin kesalahan Mami dan Papi mu selama ini ya..”
__ADS_1
" tentu Mi..Insyaa Allah Selina telah ihklas semuanya" Jawab ku mengengam tangan Mami.
“jaga diri mu baik baik”
“ iya Mi, pasti . apalagi sekarang Selina sudah punya suami yang baik bisa jaga Selina. Dan sekarang Mami uda punya calon cucu" sahut ku riang meski sedikit ada lengkungan di bibir pucat itu.
“Kamu.. Mantu Mami Ya sekarang David ngak nyangka ya!?. Cuma Mami harap kamu bisa bahagiain dan jagain Selina sampai akhir hayat kalian ya!"
"Akan saya usahakan Mi" Jawab David suamiku membalas tersenyum hangat.
Saat suasana haru dan bahagia tiba tiba menjadi tegang saat pernapasan Mami Bermasalah.
Dengan cepat detak jantung Mami berpompa, David tak tinggal diam langsung memencet tombol memanggil dokter.
"Silahkan tunggu di luar dulu!"
Kami pun keluar , Cukup lama menunggu dokter akhirnya keluar juga ia langsung membawa kami keruangan nya.
"Kondisi Bu Angel blum stabil,kami harap jangan membawa nya bicara terlalu banyak dulu. Oh iya sekarang beliau lagi istirahat saya pinta besok pagi untuk menjinguk nya kembali. Ini demi kebaikan pasien.”
Meski kecewa kami tetap menurut dan pulang sesuai perintah dokter berkepala agak botak itu.
__ADS_1
" sudah jangan cemberut gitu dong. Setelah ini kita makan gimana?" Ucap Suamiku tersenyum hangat.
Bersambung...