Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 45


__ADS_3

(Pov Anindya)


....


Aku terus saja mondar mandir di ruang tengah sambil sibuk dengan ponsel ku. Tak ku hiraukan beberapa wanita juga sibuk mengurus rumah ini menyulap nya menjadi cantik dan indah. Banyak bunga bunga bergantungan di setiap dinding dan jendela.


Dengan sekejap lansi lansi cantik telah bergantungan di setiap pintu. sesuai ucapan Tante Nayla dulu semua keperluan lamaran mereka yang menyiapkan.


Tepatnya hari lusa esok acara lamaran ku dan Raka, tapi hari ini beberapa wanita wanita mungkin kerabat dekat saudara Raka datang kerumah dan menyiapkan segala keperluan.


"Kamu kenapa Nin..dari tadi aku lihat, gelisah aja?" Tiba tiba Raka datang dari arah belakang.


"Ini aku lagi ngabari Selina tapi Ponsel nya ngak aktif. Seharusnya ponsel nya uda aktif. Aku ingin nanti dia datang di acara lamaran kita" jawab ku kembali sibuk menghubungi Selina tapi hasilnya tetap sama yaitu nomor ponsel tersebut seperti sudah mati.


"Mungkin dia lagi sibuk. Ntar aja kirim pesan nya,acara nya juga lusa kok?". Ucap Raka memberi saran.


Sebenarnya selain aku ingin Selina hadir di jari lamaran nanti. Aku juga ingin mengajak nya kesini untuk berbagi kisah banyak.


Aku rindu dia, semenjak idensiden Raka bertikai dengan David pria yang dulu mencoba meleh*hkan Xena kami tak pernah bertemu dan berkomunikasi . Sudah 7 hari lamanya.


" Tapi aku ingin sekarang dia kesini" Kata ku tetap berusaha menghubungi Selina. Ntah kenapa akhir akhir ini aku merindukan nya.


"Kebetulan kalian berdua ada disini. Sekalian aja Ibu mau ngomong" Tiba tiba Ibu datang bersama Tante Nayla. Tak lama kemudian di susul oleh Tiara anak dari kerabat dekat Tante Nayla. Gadis sebaya dengan ku itu membawa minuman dan Bolu Keju lalu mempersilahkan kami memakanya setelah itu ia pamit kebelakang lagi.

__ADS_1


"Ibu Desi mau bicara apa?" Ucap Tante Nayla Lebih dulu. Aku mengganguk setuju.


"Begini, Lusa kan hari lamaran nya... Ibu minta langsung di samakan dengan hari pernikahan nya saja. Intinya lamaran dan pernikahan disamakan saja"


"Kenapa Bu?. " tanya ku lebih dulu.


"Hal baik tidak usah di tunda tunda Nindy. Lagi pula banyak kok orang yang melakukan hal seperti itu. Masalah acara besok bisa di urus lagi, tidak usah mewah mewah sederhana saja" Jawab ibu tersenyum manis.


"Bagaimana dengan Mu Raka, dan bu Nayla"


"Saya setuju saja Bu. Lebih cepat lebih Baik"


Jawab Raka memutuskan.


"Hore...Acara nya di percepat dong, Jadi Xena bisa kasih tau teman teman" Seru Xena meloncat kegirangan ,Seragam Skolah SMP nya masih melekat pada tubuh.


Pada akhir nya aku tak bisa lagi menolak. Sebab banyak yang memututuskan hari lamaran dan pernikahan di langsungkan sama saja. Meski dalam hati masih terasa bimbang namun keadaan memaksa ku untuk siap. Tapi haruskan secepat ini?.


"Okey, berarti besok pagi kami langsung kirim pekerja untuk menyiapkan segala nya." Kata Tante Nayla.


"Maaf bu Nayla, sebenarnya harapan untuk pernikahan anak saya tidak suka di siapkan terlalu berlebihan . cukup melaksanaakan ijab kabul saja itu sudah cukup. Lagi pula halaman saya ini juga tidak terlalu luas untuk acara besar besaran.


Sebagaimana Sabda Rosullulah Saw. Pihak perempuan saat menerima lamaran pernikah tidak memberatkan pihak laki laki juga tidak merendahkan pihak laki laki. Jadi sederhana saja". Ucap Ibu lagi sambil menjelaskan. Ku lihat Tante Nayla mengganguk.

__ADS_1


" kalau itu kemauan Bu Desi, saya menghargainya. Tapi boleh kan nanti ada acara lagi dari pibak laki laki". Jawab Tante Nayla . aku tau,sebagai orang yang cukup kaya di pembisnisan pastilah mereka ingin mengumumkan pada publik bahwa putranya sudah menikah.


"Itu keputusan Ibu Nayla. Tidak ada yang perotes, Saya setuju"


"Baiklah..." Tante Nayla tersenyum lega.


"Jadi acara di rumah Nindy, hanya sebatas lamaran dan Ijab kabul saja."


"Iya Ka. Kami yang terbiasa sederhana ini. Hal seperti itu saja sudah cukup"


"Raka tidak Masalah Bu. Tapi sesuai kata Mama tadi akan ada acara di pihak pria kan. Kamu mau kan Nin?"


Tanya Raka menghadap ke arah ku. Tentu saja aku menjawab Iya, Sadar diri. Kasta aku dan Raka cukup berbeda meski mereka tak pernah sekalipun mempermasalahkan nya.


Tugas ku cukup berperan sebagai penyesuaian diri yang hebat. Cukup itu saja.


"Oh Iya, Undangan nya sudah siap semua. Kapan pemberian nya" tiba tiba Tiara datang sambil menyela.


"Besok pagi saja. Kita berikan pada kerbat kerabat dekat saja dulu" Jawab Tante Nayla.


(BDW...jgn ngk hadir yaa. Temui Othor yg pakai baju kuning celana Pink jilbab hijau. Sandal bulu bulu di kepalanya klo jln bunyi bunyi.🌹🤣🤣😃. Kyk bnyi kentut)


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2