
ANINDYA SAPUTRI
RAKA WIJAYA
SELINA ANATASYA
(pakai hijab)
YOGA YUDISTIRA
DAVID SANJAYA
XENA WIJAYA
BU DESI (Ibunya Anindya)
BU NAYLA (Ibunya Raka)
__ADS_1
NAURA ADHITAMA
DANIEL ADHITAMA
PAMAN BAGAS
TANTE RIA
(Pov Anindya Saputri)
Sesak di dada pasti terasa, ketika kau pergi saat kecewa, namun aku lebih terluka. Semua takdir telah ku serah kan pada yang maha kuasa.
~ Anindya Saputri
*
Kini semua takdir telah ku serah kan pada sang pencipta, semenjak peristiwa kejujuran ku pada kak Yoga. Kami tak pernah ber komunikasi lagi.
Ia yang dulu selalu ke rumah meski hanya sebentar, kini tak ada lagi. Ia yang dulu selalu mengirim chat singkat kini tak ada lagi jujur aku rindu dengan semua itu.
Benar kata mereka, jika kau berharap pada manusia kamu akan kecewa .namun jika kamu berharap pada Allah kamu akan bahagia.
Seolah jatuh yang ke dua kali nya ,aku bangkit lagi.. Semua itu hanya ibu yang menolong ku, sedangkan Selina teman SMA ku dulu kini ku rasa kan semakin menjauh.
Tak ada niat kah ia memberikan semangat untuk teman nya yang rapuh ini.
Bahkan setelah peristiwa di taman anak anak itu mereka berdua terlihat lebih terluka. Lalu mereka anggap aku apa? Tak punya hati tepat nya.
"Assalamualikum nak" ucap ibu terlihat dengan belanjaan nya karena baru pulang dari pasar.
__ADS_1
"Waalaikumsalam bu.. uda pulang" tanya ku. Emang konyol, sudah tau ber tanya lagi.
"Iya, mumpung tadi ada anak muda baik nawarin ibu tumpangan. Ibu yang lelah nunggu ojek akhir nya menerima" ujar ibu tersenyum bahagia.
"Seumur hidup ibu, baru kali itu naik mobil semewah itu" tambah ibu lagi semakin tersenyum lebar.
Aku pun tersenyum melihat ibu tersenyum..
"Ngomong ngomong ,ibu tau ngak siap nama pria baik itu?" tanya ku
"Hm.. bentar ibu pikir, oh iya kalau tak salah nama nya Raka"
Deghh
Aku terperanjat kaget mendengar nama itu? Apakah nama sama dengan pria b e r e n g s e k itu.
Apakah Raka yang sama?
Raut wajah yang tadi tersenyum kini hilang seketika.
"Kenapa Nindy ,kok berubah gitu wajah nya..kamu kenal?'' tanya ibu keheranan.
" ngak bu, Allahmdullilah masih ada yg baik sama kita bu" jawab ku memaksa kan tersenyum.
Tak mau merusak hati bahagi ibu..
*
Seusai makan malam aku izin dengan ibu untuk ke kamar.
Aku pun mengaji sebentar untuk menenang kan pikiran yang terasa gelisah.
Hingga ku sudahi bacaan ketika dering ponsel ku. Segera aku ber pindah posisi mengambil ponsel itu.
Salah satu kebiasaan ku ketika selesai bermain akan ku buang ke sembarang.
"Assalamualikum" sapa ku duluan
"Waalaikumsalam" jawab orang di seberang sana dengan suara serak. Seolah asing aku mencoba mengingat ingat.
"Halo Nin, saya Raka .masih ingat kan"
Deghh.
Tubuh terasa bergetar ponsel di gengaman terlepas jatuh di atas kasur.
Tiba tiba saja rasak sesak terasa menghimpit dada.
Ada apa?
Kenapa ia menghubungi ku?
Tak puas kan ia merusak hidup ku?
"Halo Nin, kamu kenapa?"
''Saya ingin bicara"
Tak ku perduli kan lebih memilih menenang kan hati yang gelisah.
Bersambung....
Terimakasih yang sudah mampir kecerita saya😍😍 dan terimakasih yang setia sama cerita saya... Mohon maaf🙏🙏 jika banyak kesalahan nya dan kekurangan nya
__ADS_1