Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 17


__ADS_3

Pov Anindya Saputri


*


Setelah kejujuran ku dengan ibu kala itu, akhirnya kami berdua sepakat untuk menjauhi Raka. Meski bisa kurasakan ada rasa terpaksa ibu melakukan nya.


Mungkin mengigat semua kebaikan Raka selama ini pada ibu. Namun apa daya ada udang di balik batu.


Ada maksud tertentu..


Namun tak lama. Ntah apa yang dipikirkan ibu?


Ntah apa yang ingin dilakukan bidadari ku itu. Yang jelas ketika kami berdua sedang duduk di ruang tamu. Ibu menyampaikan maksudnya? berhasil membuat hati ku memberontak hebat.


"Nak , saran ibu. Ada baik nya kamu terima Raka baik baik, beri dia waktu. Namun juga tetap ia tak bisa membuat mu nyaman. Ibu tak memaksa pilihan mu" ucap Ibu dengan wajah teduh nya.


"Tapi bu.."


"Bukanya ibu selalu ingin ambil adil dalam urusan mu. Tapi Ibu hanya ingin terbaik untuk mu Nindy" potong ibu


"Meski pun kau sudah besar sekarang, tapi bagi Ibu kau tetap Nindy kecil Ibu Nak. Masih membutuhkan Ibu, Masih meminta saran Ibu. Dan masih memiliki Ibu ketika Nindy dalam masalah dan ibu akan membantu" ucap Ibu panjang lebar membuat hati ini terenyuh


"Firasat Ibu mengatatakan , Raka orang yang baik, kalau kau bertanya kenapa ibu seolah merestui hubungan kalian . Ibu belum punya jawanan tepatnya belum mau mengatakan"


Kali ini aku hanya bisa diam tanpa bisa menyangkal nasihat baik ibu. Yang terpenting saat ini aku mendengarkan semua saran ibu. Melakukan atau tidak itu urusan akhir..nantinya.


*


Namun tak jarang aku selalu ingin menghindari pria itu. Seperti sore ini ia datang lagi, dengan alasan sama yang sudah lama basi. Mau bicara.


Awalnya terjadi perdebatan ketika aku menuduh ia membayar ibu sebab telah memberi restu pada kami.


Namun ia terus saja menyangkal dengan semua itu. Ia pun semakin membual dengan abal abal ingin menikahi ku karena tanggung jawab...


Bahkan ia juga berkata..


"Saya benar benar menyukai mu Nindy.


Atau perlu saya bersujud pada mu. Atau kah saya akan berteriak pada semua orang bahwa telah jatuh cinta pada mu, Anindya Saputri" kira kira seperti itulah bualan garing dari nya.


Namun aku tak peduli..


Pada akhirnya aku di buat kesal ketika ia berhasil merebut kunci motor ku, tentu saja sulit diri ini untuk pulang.


Hingga akhir nya sebuah ide tiba tiba terbesit dalam benak ini. Mungkin terlalu beresiko untuk ku. Tapi tak apa, ia tak akan mampu dengan permintaan terakhir ku.


Lucu juga, yang benar saja . harus menghilangkan memori buruk malam tahum baru itu. Biarlah, tujuan ku kan ingin membuat Raka menyerah sebelum tiga bulan kedepan nya.

__ADS_1


Tetapi jawaban nya membuat ku terkejut. Raka sok jantelman itu punya nyali besar juga ternyata.


"Kau Yakin" tanya ku tersenyum meremehkan


"kita lihat saja nanti.." jawab nya terdengar mantap.


"Baiklah.."


"Tapi beri saya waktu lebih dari tiga bulan ketika saya gagal dalam waktu sebanyak itu" Pinta nya berhasil mengembangkan senyum sinis di sudut bibir.


"Tidak ada " putus ku


"Baiklah"


Setelah itu aku lebih memilih pulang dari pada meladani pria tak w a r a s itu.


*


Pagi nya aku memutusakan libur kerja dulu.lelah rasanya terus bertemu Raka.


Lebih baik menghabiskan waktu di ruang tamu bersama ibu.


"Bu , Raka ngajak Nindy nikah. Dia memang uda ngak war-as lagi. Bahkan ia memutusakan tunangan nya. Kita bisa lihat dari sana ia lelaki pec un dang" ucap ku pada Ibu yang terus mengganggu pikiran .


Ibu tersenyum menanggapi, membuat ku terheran heran.


"Tapi Nindy sudah kasih tawaran pada Raka Bu!!" sahut ku pula


"Oh Ya, apa itu? Ibu ingin tahu!"


Akhirnya aku menceritakan semuanya pada ibu, tentunya Raka tak akan mampu. Ibu terlibat geleng geleng kepala pelan.


"Nindy ,Yakin ia tak akan mampu permintaan yang terakhir" jawab ku tersenyum tipis.


Namun Ibu merubah posisi menatap netra ku lekat.


"Beresiko Sekali, lalu bagaiman kalau Nak Raka bisa menjinakan mu ,bisa meluluhkan hati mu?"tanya Ibu


Aku terdiam, Oh tidak, itu tidak akan pernah terjadi.


"Tidak akan" jawab ku mantap


"Kita tidak ada yang tahu isi hati seseorang nak. Ingat Allah maha membolak balikan hati hambanya" tutur ibu lembut seperti biasa ,di iringi tatapan teduh milik nya.


Jiwa penasaran ku semakin menjadi. Kenapa ibu seolah memberi restu ku pada Raka.


"Buk kenapa ibu seperti memberi restu Nindy dengan dia. Coba beri Nindy penjelasan." pinta ku tak bisa lagi menahan diri.

__ADS_1


Dengan lembut Ibu membalas tatapan . cukup lama aku hanyut pada manik teduh menyejukan kalbu itu.


"Ntah lah Nak, yang jelas ibu inginkan kebaikan diri mu dan masa depan mu. Jangan karen malam tahun baru itu kau menggangap masa depan mu telah ru sak .sebab masa depan mu hanya direnggut, yang kapan saja bisa kau miliki lagi


Yang artinya kau akan bertemu dengan jodoh mu, jika itu bukan Raka ibu tak mau saja kau di katakan Wanita be k a s pria yang bukan muhrim mu


Jika Raka benar benar ingin berubah, apa salahnya kalian memulai dari awal. Mungkin seperti ini cara Tuhan mempertemukan kalian Yang pastinya tak ada mengungkit masa lalu masing masing" ucap ibu panjang lebar..


Jujur aku terenyuh dengan semua itu. Ibu berhasil menyadarkan ku dari ego yang besar. Ibu memang orang terhebat yang pernah aku temui.


"Kau mengerti maksud ibu nak" ucap ibu lembut mengusap kepala ku tertutup hijab.


"Iya buk" sahut ku pelan


"Jadi kamu sudah menerima saya Nindy"


Sontak pandangan kami terarah pada pintu ,benar saja orang yang kami omongkan telah berada disana.


Entah sampai dimana Raka mendengar ucapan aku dan Ibu


"Saya berjanji untuk berubah Nindy, mari kita mulai dari awal. Ibu mu benar Nindy, tak salah kau sehebat ini ternyata ibu mu orang yang sangat hebat.


Demi apa pun , Bu Desi telah di anugrahkan rasa sabar yang besar. Nyatanya ketika masa depan anak nya di renggut sesorang ia masih bisa sadar.


Nyatanya ia masih bisa sabar mengendalikan diri dari rasa kecewa"


Ucap panjang lebar pria itu.


Sepertinya ia ingin ke kantor , dari penampilan pria itu sudah rapi dengan stel-an jas nya


"Untuk bu Desi saya mengucapkan sangat sangat terima kasih. Sebab tak membenci saya" tambah Raka lagi


Ibu hanya menanggapi dengan tersenyum hangat


"Iya Raka. dan jika kau mengira saya hebat, kuat dan stok sabar banyak..saya tak seperti itu , tetap saja saya manusia yang tak sempurna" jawab ibu melebarkan senyuman.


"Lalu bagaiman hubungan saya dengan Nindy, bu?" tanya Raka berganti memandangi ku namun segera aku membuang muka.


"Semua jawaban ada pada Anak saya, Nindy ." sahut ibu .


"Bagaimana Nindy, saya memang bukan orang baik. Tapi mari kita mulai dari awal"


Ku beranikan diri menatap netra hitam itu, mencari kebenaran disana..


Namun yang ku temukan hanya kegugupan pada pria itu. Bahkan beberapa kali Raka melonggarkan dasi menggantung di leher nya.


Kenapa ia gugup menanti jawaban ku...

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2