Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 70


__ADS_3

......................


Tak dapat di pungkiri betapa bahagia nya hati ini mengetahui semua itu.


"Lalu berita duka nya dok?" tanya Mama pula.


"Jadi kandungan Mbak Nindy itu untuk saat ini sangat lemah begitu juga janin nya , hal ini akan berdampak buruk pada salah satunya bisa jadi pada keduanya.


Saran saya beberapa bulan kedepanya silahkan di cek kerumah sakit yang fasilitas nya lebih baik dari sini, Atau rumah Sakit 'Pelita Sehat' disana merupakan cabang besar puskesmas ini, tentu nya disana lebih lengkap alat alat nya. "


"Baik dok akan kami lakukan, Tapi RS Pelita Sehat itu kan cukup jauh Dok. Apa tidak membahayakan kesehatan kondisi Mantu saya" Timpal Mama menanggapi.


"Usaha kan berhati hati dan tidak capek, hanya itu saran satu satunya. Sebab bisa kemungkinan butuh oprasi atau hal lainya! RS Pelita Sehat di sana semuanya ada"


Aku dan Mama mengganguk setuju" Baik dok, terimakasi" jawab ku


"Sama sama ity sudah kewajiban kami...untuk akhir akhir ini sering cek kesini ya tentang kesehatan mbak Nindy nya"


"Baik dok"


*


"Mas Raka" panggil Nindy pelan.


Melihat kondisi lemah isteri ku ada rasa sakit tersendiri yang ku rasakan. Segera ku raih tangan nya mengengam nya erat memberikan kekuatan.


"Aku sudah tau semuanya Mas Raka, Maaf ya . aku blum bisa jadi yang terbaik untuk kamu cuma nyusahin aja"


"Ngak sayang. Kamu ngak boleh ngomong gitu. Ini semua uda takdir Allah, percaya semuanya baik baik saja ya"


Dengan pelan aku mengusa air matanya, meski aku mati matian untuk tidak menangis di depan nya. Mama yang di samping kami ikut terisak kecil kemudian memeluk Nindy erat.

__ADS_1


"sementara jangan kasih tau Xena dulu ya masalah berita dukanya , takutnya ia kepikiran dan mengganguk masa ujiannya" Ucap Nindy di sela sela tangisan nya.


"Iya sayang" aku dan Mama mengganguk setuju.


*


Detik, menit dan jam bergerak terasa cepat. Waktu pun terasa cepat berlalu apalagi hari haru sungguh tak terasa.


Dengan cepatnya semuah berubah menanti kehidupan baru di depan sana. Perlahan tapi pasti semuanya akan siap meluapakan masalalu dan fokus kemasa depan agar hidup nantinya tidak salah langkah.


Tujuh bulan telah berlalu meski pun semuanya terasa begitu cepat berlalu namun bayangan Nindy yang terus berjuang lemah demi anak kami terus terbayang di benak ini, melukai naluri hati.


Sesuai Saran Dokter Maya selaku yang mengurus keadaan Nindy ia menyarankan kami untuk segera membawa isteri ku kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang fasilitas nya bagus.


Melihat kondisi Nindy semakin lemah membuat kami tak punya pilihan lain, tak sanggup rasanya selalu melihat wajah pucat itu.


"Emang ada apa sih sama kak Nindu. Kayak ada penyakit serius aja deh" Ucap Xena ketika kami telah berada di mobil siap memajukan menuju Rs Pelita Sehat yang jarak nya terbilang cukup jauh.


Kebetulan Xena sudah masa libur akhir semester membuat nya bisa ikut dan tak mungkin kami meninggalkan nya sendirian walaupun terhitung ia sudah dewasa.


"Ngak papa.. Kakak cuma ingin yang terbaik aja untuk Nindy sama calon keponakan mu?"


Jawab ku


Rs Pelita Sehat terletak Antara perbatasan kota ini dengan kota seberang, Keadaan disana tentunya lebih maju dan berkualitas .


"Kita kesana sewa kontrak saja ya.." Sahut Mama


"Kamu ngak papa kan Nak?" tanya Mama pada Nindy yang kebetulan duduk di samping nya sedangkan aku duduk di depan bersama Xena.


"Ngak papa lah Ma, Nindy uda biasa dari dulu rumah kecil pas pasan. Nyaman aja"

__ADS_1


Keheningan melanda rasa kantuk tentu nya menyerang semua nya. Sampai akhirnya semua menghembuskan nafas lega luar biasa setelah sampai di tempat tujuan.


Langsung saja Mama mencari kontarkan melalui ponsel di sekitar kota ini, cukup lama akhirnya ketemu.


Kami langsung mendiami nya ketika pemilik kontrakan memberi kunci dan telah menerima uang sewa.


walaupun ukuran nya tak seberapa tapi semua keperluan nya telah tersedia seperti alat masak lainya.


*


Pagi menyapa aku dan Nindy telah bersiap siap membawa nya ke RS Pelita Sehat yang jarak nya tidak terlalu jauh untuk mengecek tentang Nindy dan anak kami.


Mengisi semua keterangan disana barulah Nindy di periksa oleh dokter. Keterangan dokter tetap sama.


"Mbak Nindy dan janin nya masih sangat lemah, oleh karena itu sering sering bawa kesini ya Pak. Keterangan lebih lanjut kita tunggu hasil pemeriksaan selanjutnya.


Ingat saran saya yang penting jangan capej makanan bergizi dan meminum vitamin yang saya beri tadi, jika habis kesini lagi ya Pak!"


"Baik dokter.."


Setelah itu aku dan Nindy memutuskan untuk pulang namun saat di jalanan lantai Rs ini tanpa sengaja kami berpas pasan dengan orang yang sangat Familiar.


" Raka, Nindy?"


" David, Selina?"


-


-


-

__ADS_1


Bersambung..


Hay semuanya bertemu kgi dgn Othor yaa....tinggalin komntar terbaik nya ya,🥰😊🥰.


__ADS_2