
" Paham lah Mas. Masa ngak paham!" Cibir nya pelan namun air wajah nya terlihat ramah ketika memandangi Raka berbanding terbalik saat memandangiku.
Sedikit di rasakan ada sesuatu yang memanas di dalam hati. Bukan cemburu, Tapi tak rela saja melihat wanita itu bertingkah mengoda di depan Raka.
Ingat ya, bukan cemburu! Tapi jika tidak cemburu apa itu? Aku pun tak tau.
"Urusan dengan anda apa?"
Diam diam aku tersenyum tipis melihat Raka sama sekali tak membalas senyuman imut wanita itu.
"Ngak ada sih, cuma bilang aja. Soalnya kebanyakan nya begitu. Jadi ngak heran juga kalau mbak nya termasuk salah satu dari merek....."
"Hanya karena orang di luar sana, anda bisa menyamakan calon tunangan saya dengan mereka. hm, pendek sekali pola pikir anda" Potong Raka Sarkas terdengar tajam.
Terlihat wajah wanita itu pias, merasa seperti di permalukan wanita itu tersenyum canggung. Sebenarnya ada rasa kasihan melihat wajah itu tanpak tak nyaman dengan Ucapan Raka.
Bagi ku, juga terdengar menyakitkan tanpa di saring dulu.
"Hm.. Jadi pilih yang mana Mas, Mbak?"Tanya Wanita itu mengalihkan arah pembicaraan.
" Yang mana Nin..?"
Melihat wajah serius Raka ,aku pun tak berani banyak bicara.
"Ini saja Ka" Tunjuk ku akhirnya pada dua cincin sepasang yang terlihat cantik dari yang lainya . pastilah harga nya tak main main.
__ADS_1
"Oke. Yang ini saja, ini ATM saya lakukan apa yang sepantas dan seharusnya anda lakukan" Tekan Raka terlihat belum puas dengan segala ucapan maut nya.
Tanpa bicara lagi Wanita itu mengganguk dan mengambil kartu ATM Raka kemudian mengejarkan apa yang ingin lakukan nya.
*
Bentar ya ,Aku angkat telpon dulu. Kamu pergi aja dulu beli martabak nya. Ntar aku nyusul" Ucap Raka setelah mendapatkan panggilan telepon dari seseorang pria.
Aku mengganguk mengikuti instruksi Raka keluar dari mobil Raka. Kemudian menuju ke warung jualan martabak yang aneka ragam rasanya , Tentu semuanya tak di ragukan lagi.
"Pak, Martabak Coklat sama keju nya masing masing tiga porsi ya" Ucap ku pada lelaki paruh bayah yang terlihat kepanasan. Selain efek matahari juga kompor apinya juga pasti terasa panas.
"Siap Neng. "
Aku mengganguk sebagai jawaban. Cukup lama menunggu Akhirnya pesanan ku siap namun Raka tak kunjung keluar dari mobil.
"75 ribu aja neng"
"Ini pak uang nya. Kembalianya ambil aja" Ucap ku menyerahkan uang merah sebanyak satu lembar.
"Wah,makasih neng. Moga rezekinya dan kebaikan selalu berada pada Eneng" jawab nya terlihat sumeringh dan di sertai doa.
"Aamiin. Yaudah pamit dulu pak" Balas ku tersenyum hangat kemudian melangkah menuju mobil Raka yang berada tak jauh dari sini.
"Ka, Kok lama. Katanya mau nyusul ? Tapi uda keburu balik juga" Ucap ku dengan malas duduk di samping nya dekat jok mobil di samping kemudi.
"Maaf lama. Penting tadi Nin, Oh iya .aku ada berita bahagia untuk kamu" Jawab nya kemudian mematikan ponsel dan menyimoan nya.
__ADS_1
"Apa" tanya ku malas
"Aku uda cabut tuntutan Selina, Dan kini ia telah bebas dari tahanan nya Nin. Sesuai permintaan kamu". Ucap nya berhasil membuat ku refleks menoleh padanya.
" Beneran Ka, makasih ya!" Jawab ku antusias ia tersenyum mengganguk pelan sebagai jawaban.
"Iya. Hm ,apa kamu ingin kesana. Beli martabak nya uda?"
"Mau dong. Aman uda aku beli. Sekalian juga untuk kamu dan Selina" Jawab ku
"Mm.. Emang nya kamu takut beli di pinggir pinggir itu Nin. Maksud aku kebersihan nya?"
Aku tersenyum tipis.Menanggapi nya.
"Mungkin bagi orang kaya seperti kalian,itu tidak bersih ya... Padahal mereka sama saja, bahkan ku rasa mereka lebih teliti. Serta peroses pembuatan nya kita bisa lihat.
Selain itu kita juga bisa bantu ekonomi mereka. Lagi pula kita sesama manusia kan harus tolong menolong dan ngak menggangap redah orang lain".
Terlihat Raka menggangukan kepalanya pelan. Kemudian tersenyum penuh arti.
" makasih nasihat nya Nin aku beruntung bisa kenal sama kamu. "
-
-
Bersambung....
__ADS_1
Makasih readrs setia ku yg tersyang....,🤩🤩🤩. Uda mampir.