
*
"Permisi. Ini kembar nya buk! Sudah selesai mandi!" tiba tiba dua orang perawat datang dan mengantarkan dua anak yang lucu lucu .
Mama Nayla langsung mengambil nya lalu membawa kepada ku.
"Pasti kembar kangen Ibu nya,sebab sudah 2 hari Ibu nya ngak buka Mata"
"Dua hari?"kaget ku.
" iya sayang. Kamu koma sudah dua hari"Jawab Raka.
Meski serasa mustahil tetap ku cobakan percaya sebab terasa berbeda ketika di sana.
"Namanya siapa?" Tanya ku mengalihkan fokus.
"Belum kami kasih nama .. Menunggu mu saja Sayang" Sahut suamiku lembut dengan panggilan sayang membuat diri ini serasa melayang.
"Hm..Gimana yang perempuan kasih namanya Aqeela??.. Yang cowok Papa nya kasih nama?!" Ucap ku memandangi dua anak kembar berlainan jenis itu terlihat lucu sekali.
"Aqeela nama yang bagus."
"Iya.. Cantik dan cocok!" sela Xenq ikut menyetujui nama itu.
__ADS_1
"Aku setuju juga. Lalu yang Laki laki kita kasi namanya Aqeel ,bagaimana!"
"Fixx itu nama yang cocok dan bagus..." Jawab ku sumeringah...benar benar cocok.
"Iya Mama juga suka. Cocok untuk mereka" Tawa renyah mama keluar saat mencubit pelan pipi Aqeela dan Aqeel anak ku dan Raka.
" Aqeela Asma Nafisa dan Aqeel Asna Nafis..."
Jali ini kami mengganguk serempak mendengar ucapan Raka tentang menyebutkan nama kepanjangan si kembar.
Alhasil kebahagiaan yang berhasil kami dapatkan dengan cara sederhana menciptakan nya. Semoga kebahagian ini selalu menyertai kami semua.
Dan ku harap ibu juga ikut berbahagia disana. Tanpa sadar senyum ku semakin lebar.
*
Yah, ssemenjak tiga hari yang lalu aku di izinkan pihak rumah sakit boleh untuk pulang dan melanjutkan masa pemulihan di rumah saja.
Setelah itu kami langsung pindah kerumah Mama tidak di kontrakan yang dulu lagi.
"Ngak papa. Aku paham ko..Oh iya siapa nama anak mu Sel, tampan dia" Jawab ku tergelak pelan.
"Hehe..Namanya Dhefin El Fatih ,Di panggil El saja .biar ngak ribet" Balas Selena ikut terkekeh.
__ADS_1
"Nama yang bagus..."
"Iya..nama kembar juga bagus dan cocok untuk kau dan suamimu Nin!"
"Asik banget ngobrol nya..Nanti ya di sambung,Kita makan dulu" Sahut Mama Nayla baru datang di depan pintu kamar.
"Ngak usah repot repot Tan!" Jawab Selina terlihat tak enak hati.
"Ngak repot kok ,malahan Tante Senang. Rumah ini jadi ramai. Yasudah yuk kita sama sama..Yang lainya juga sudah menunggu" Ajak Mama Nayla lagi.
Kami mengganguk kemudian menuju ruang makan,Mama juga ikut mengambil salah satu keranjang Bayi kembar.
Disana terlihat sunyi tak ada obrolan aku hanya bisa menangkap raut wajah tak biasa di wajah Xena. Gadis Sma kelas 2 itu tanpak tak nyaman saat memandangi David.
Seolah paham aku langsung duduk di antara Raka Dan Xena. Aku mengengam tangan adik ipar ku itu.
"Percaya sama kakak. Semuanya uda berubah" Bisik ku pelan memang kenyataan nya kami semua telah jujur, memberi David dan Xena untuk bertemu agar rasa itu segera berkesudahan.
"Iya kak.. Xena percaya" Jawab nya pelan kembali fokus pada piring makanan nya.
"Bagaimana kalau kalian buat rumah disini saja. Biar dekat!"
Bersambung..
__ADS_1