Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 63


__ADS_3

(pov David)


Aku menatap wajah Tasya lekat, ia terlihat meringis kesakitan saat aku mencoba mengobati luka di wajahnya.


Goresan terdapat di bibi kirinya ku baluti dengan Handsaplas. Mengingat Rico bajingan itu menganiaya Tasya membuat darah ini mendidih ingin sekali mematahkan leher nya.


"Vid..."


"Hmmm." gumam ku pelan meski kahwatir juga terdapat rasa kecewa mengetahui ia blum bisa muve on dari lelaki yang dulu.


"Kamu cuma main main kan,ingin matahin leher orang tua itu?" tanya nya terlihat hati hati.


"Tidak, Kenapa?" jawab ku seadanya.


Bagaimana mungkin aku bisa diam melihat orang yang aku cintai di perlakukan seperti ini. Bahkan seujung kuku aku tak berani melukai nya,meski peran suami.


"Aku mohon jangan ya!!. Itu berbahaya, kriminal. Kau bisa masuk penjara . Di penjara itu tidak enak"


"Peduli mu apa?. Mungkin bagimu itu lebih bagus kan, Kau bisa kembali bersama lelaki masalalu mu itu dan menikmati semua harta ku ini. " Jawab ku tersenyum sinis namun ada kecewa yang pasti di dalam hati ini.


"Astgfirullah. Aku ngak seperti itu . Justru aku kahwatir sama kamu Vid?" Ucap nya menaikan nada suara.


"Punya hak apa kamu menghawatirkan saya"


"Kita masih suami isteri Vid."lagi lagi aku terkekeh geli. Lucu saja melihat gadis ini, berbicara tak pernah sampai akhir selalu putus di tengah jalan.

__ADS_1


"Suami di atas kertas maksudnya. Ini hanya pernikahan kontrak Tasya, Kapan saja bisa berakhir. Di tambah tak akan ada rasa di antara kita. Kau mengerti" Sambung ku membuang muka sambil berdiri memberi jarak untuk kami.


"Tapi aku sudah melibatkan perasaan Vid." mendengar pengakuan itu dengan cepat aku menoleh ke arah nya.


"Ulangi sekali lagi" Tanya ku akhirnya..sebesar apa pun rasa kecewa ini tentu aku bahagia mendengar pengakuan itu meski hanya ilusi semata.


"Aku telah melibatkan perasaan untuk pernikahan ini. Aku pun tak tahu, Yang jelas aku tak bisa tanpa kamu Vid. Kau tau..aku juga sangat menghawatirkan kamu saat malam itu, Ntah kapan rasa ini datang? Yang jelas baru terasa saat hampir kehilangan.. .Lupakan tentang kejadian na'as menimpa ketika ,anggap saja itu ujian untuk kita lebih memahami yang namanya rasa cinta..Dan aku telah merasakan itu Vid. ...Tak ada salahnya kan kita ulang dari awal?"


Setiap kata yang lolos semua ku cerna dengan jelas tanpa sadar mata ku mengembun, haru rasanya.. Tapi terlalu cengeng jika menangisi wanita.


"Sya..." panggil ku langsung memeluk nya erat. Sambil menciumi pucuk kepala wanita itu.


"Kau menangis.."


"Tidak. Hanya bahagia saja. Terimakasih, mari kita lanjutkan sampai akhir hidup kita pernikahan ini" Ucap ku semakin mempererat pelukan.


Aku mengganguk mantap."Tidak akan. Urusan itu akan ku serahkan pada pihak yang berwajib"


Sebagai lelaki normal tentu aku merasakan sesuatu saat berdekatan seperti ini pada wanita, terlebih ia wanita yang ku cintai! Sudah sah untuk ku miliki.


"Tasya.." Panggil ku pelan rasanya tenggorokan kering tercekat.


"Apa?" ia mendongakan kepala.


"Aku cinta kamu!"

__ADS_1


"Aku juga..." Jawab nya pelan namun bisa ku lihat ada kegugupan disana.


Bayangan bayangan kotor terus memenuhi isi kepala. Gil4 mungkin saat ini aku benar bener gil4.


Tanpa banyak bicara aku langsung men*ciumu bibir wanita itu. Awalnya menolak namun lama kelamaan ia membalas ci*uman ku.


"Kita ke kamar" Ajak ku menarik nya ke dalam kamar.


Setelah sampai aku langsung menutup pintu rapat.


"Sabar dulu" cegah nya saat aku meraih piyama bajunya.


"Apa lagi?" kesal ku


"Aku takut." jawab nya meringsut menjauh.


Aku yang memang sudah kehilangan akal sehat ikut naik ke atas kasur lalu mengukung nya dalam dekapan.


"Aku takut Vid. Jangan sekarang Ya"


"Tidak bisa Sya. Apa yang di takut kan" tekan ku semakin kesal melampiaskan dengan mencengkram punda nya erat menahan h4sr4t.


"Aku takut Hamil. Katanya juga sakit?"


"Biarkan saja hamil, itu yang ku mau. " Jawab ku mencoba menenangkan nya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2