
Kesalahan terbesar dalam hidup ku adalah, selalu terpuruk pada masa lalu
~AnindyaSaputri
*
Dengan langkah lemas aku berjalan menuju ruang guru, ya kini aku telah berada di sekolah untuk mengambil ijazah ku.
Banyak pasang mata menatap ku jijik seolah barang yang hina. mungkin berita malam tahun baru itu telah menyebar luas. Namun saat ini aku masih bisa berdiri karena nasehat ibu.
"Assalamualaikum pak, bu" sapa ku menyalami mereka satu persatu
"Waalaikumsalam, sini duduk Nindya" pinta bapak kepala sekolah.
Lama berbincang tentang syarat pengambilan ijazah akhirnya kini ijazah itu telah resmi menjadi milik ku.
Setelah itu aku pun berpamitan untuk pulang merasa tak enak dengan tatapan para guru disini.
Setelah keluar dari ruangan itu baru aku bernafas lega namun baru tiga langkah aku langsung mendengar pangilan bapak kepala sekolah
"Nindy ,tunggu"
"Iya pak, ada apa?" tanya ku berusaha sopan
Dengan langkah lebar ia menghampiri ku kemudian matanya kesana kesini seperti pencuri.
Kemudia ia menatap ku intens.
"Aku sudah tau berita malam tahun baru itu, kalau kau mau mari bermain dengan ku" bisiknya seketika membuat tubuhku memanas.
Suatu penghinaan yang memalukan
__ADS_1
"Asstagfirullah"
Lelaki yg selama ini ku hormati ternyata hanya seorang pria pengecut tak bermoral.
"Jangan ganggu hidup saya"
Setelah itu aku langsung meninggalkanya ,sampai di rumah tentu tak kuceritakan pada ibu. Aku takut beliau kahwatir.
*
Hari hari berlalu mulai lah aku sadar kesalahan terbesar ku adalah terpuruk pada masalalu.
Rasa syukur tak henti nya ku panjatkan pada sang pencipta berkat nya dan doa ibu, sumpah bu Gayatri tak terjadi padaku.
Mulailah aku bangikt menyusun angan yang telah lama rusak terbengkalai. Kini pun aku telah mencari ridho Allah mungkin malam itu aku hanya mengenakan kerudung tapi baju ku tak longgar.
Kini pun akibat sering ikut pengajian aku telah memakai kerudung lebar dan gamis.
Motor metik ku ketika SMA masih ada.
Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama, padahal sudah mati matian ku coba mengubur rasa trauma.
Tepat pada pagi itu saat seorang pria memesan minuman kebetulan aku yg mengantar nya.
Dan sosok itu berhasil membuat ku bergetar hebat, Yah dia peria b a j i n g a n itu yang merusak masa depan ku.
Dengan berdoa pada sang pencipta kini tubuh ku telah berada du depan meja pria itu.
"Si-silahkan di mi-minum" jawab ku terbata.
Ia mendongkat dari hp milik nya bisa kulihat ada gurat keterkejutan disana.
__ADS_1
"Nindy.." desis nya pelan.
Malam itu ia memang sempat menanyakan nama ku tapi tidak dengan ku.
"Nindy tunggu saya ingin bicara.." teriak nya mengikuti langkah ku.
Aku tak peduli aku ingin pulang saja urusan di marah bu bos itu nanti saja
Namun ketika aku telah sampai di motor ku ia mencoba meraih tanganku segera ku tepis kasar.
Namun ia berhasil meraih gelang yg melingkar pada tangan ku.
"Kembali kan gelang saya" ucap ku datar
"aku ingin bicara.. malam itu aku minta maaf" bisa ku lihat ada gurat penyesalan pada wajahnya.
"Dengan maaf anda tidak bisa merubah hidup saya, tidak bisa menghilangkan rasa trauma saya. Anda hanya seorang bajinga an tak punya perasaan" teriak ku marah
Tanpa bisa di tahan air mata keluar begitu saja
Setelah itu aku pun bergegas meninggalkan diri nya. Tak puas ia merampas harta berharga ku kini gelang tak seberapa pun di ambilnya.
Setelah sampai dirumah ku ceritakan semuanya pada ibu sebab aku yakin solusinya ada pada beliau.
"Ada baiknya kalian berbicara dulu nak, sebab rasa dendam yang kau simpan perlahan akan merusak mu." nasihat ibu.
"Pun ada baiknya jika dia mau bertanggung jawab" ucap ibu lagi.
Tidak itu tidak akan pernah terjadi untuk ku menerima nya. Luka terlanjur berdarah tanpa bisa di cegah.kalau masalah bertemu akan ku pikirkan. Baiknya aku memikirkan untuk menampar wajah b u s u k itu.
Bersambung...
__ADS_1