Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 35


__ADS_3

(Masalalu Xena part 2)


....


"Lalu setelah itu bagaimana tentang David, apa balasan nya?" Tanya ku penasaran.


"Tidak, Dia kabur dari kenyataan. Malam sebelum sidang pak RT ia kabur dari Rumah pak Daniel. Meski ceritanya pak Daniel tak tau kemana perginya Pria itu? Tapi aku yakin ia dalang di balik hilang nya David bagai di telan bumi" Jelas Raka menjawab pertanyaan ku.


"Tapi aku yakin, ia pasti akan mendapatkan karmanya.." Tandas Raka lagi.


"Lalu karma mu apa?" Tanya ku cepat.


"Nindy. Itu beda ceritanya.." Jawab nya terdengar pelan.


"Apa bedanya, bahkan kau lebih parah Raka" Tekan ku, Kalau mengigat semua itu rasanya belum sepenuh hati ihklas.


"Tapi kan aku sudah minta Maaf. Sudah jangan bahas itu" Ucap Raka menghela nafas kasar.


"Mm... Apa semua pria itu sama ya pemikiran nya Ka, wanita saja di pikiran mereka" Kata ku beralih menatap di luar jalanan.


"Sudah lah Nin. Urusan wanita saja kau belum bisa memahami sampai tuntas . dan jangan coba coba untuk memahami pria.


Apa lagi mencari tahu kebiasanya.." Jawab Raka santai memelankan kalimat terakhirnya kemudian terkekeh geli.


"Bagaimana datang tidak?" Tambah Raka lagi.


"Hm.. baiklah tapi sebentar saja" putus ku akhirnya.

__ADS_1


Jika benar hidup Xena kembali berwarna semenjak bertemu dengan ku. Itu adalah hal bahagia tersendiri untuk diri ini.


Sebab diri ini masih di butuhkan dan di perlukan oleh seseorang. Dan kesempatan itu tak akan ku buang.


*


"Kak Nindy..." Teriak gadis itu terlihat berlari kecil langsung berhamburan memeluk ku.


"Lebay banget sih" cibir Raka pelan tapi tentu saja jelas terdengar.


"Ih, sirik aja.."


"Sirik, gue sirik sama lo...yang benar aja kali" Ucap Raka tak mau mengalah sambil memutar bola matanya malas


"Ada apa ribu ribu.... Eh,ada Nindy. Yuk duduk" Tiba tiba tante Nayla datang dari arah dapur.


Bisa ku lihat senyum hangat terukir di wajah Tante Xena ,Ada kelegaan terbesar di sana yang sangat mudah untuk di baca.


" Eh ,bicara itu sesuai kenyataan dong .. Jangan nuduh sembarangan"Kelakar Raka membela diri.


Aku yang berada disini merasa di kacangin. Tapi ada rasa menghangat ketika melihat hubungan harmonis mereka.


Raka yang terlihat kaku ,dingin lagi tegas ternyata bisa mencair juga ketika berkumpul pada keluarganya hal yang tak pernah ku duga.


Sepertinya perkenalan kami masih terlalu dini untuk memahami sifat asli pria itu. Yang jelas semoga saja ia pria yang baik untuk ku kelak.


"Kak Nindy kok senyum senyum sendiri...mikirin apa? Hayo ngaku?"

__ADS_1


Aku gelagapan ketahuan oleh Xena.. Mencoba menggeleng tersenyum terpaksa.


"Mungkin mikirin nikah sama kakak kali" jawab Raka Santai.


"Tentu saja bukan." Kata ku membela nama baik ku.


"Sudah,kalian ini ya...sama saja. Oh iya bu Desi ngak datang juga" Tanya bu Nayla menyela.


"Ngak Tan." jawab ku.


"Oh Yasudah mari duduk dulu..atau ikut Tante ke dapur lagi masak Bolu panggang bakar kesukaan Raka" Tambah Tante Nayla tersenyum hangat.


"Ikut Mama dong..iya kan kak. Sekalian kak Nindy buatin untuk Xena. Ya.. ya" Pinta Xena tanpak berharap. Aku mengganguk setuju.


"Yasudah ayok.... Kali ini Chef Nindy ya ! ngak Chef Mama lagi" Kekeh Tante Nayla pula.


"Mama juga dong... nanti Xena yang nilai" Jawab Xena kemudian menarik tangan mamanya.


"Ih doyan makan. Tapi tetap aja ngak gedut, aslinya emang bantut ya" Sela Raka tertawa lepas.


"Ih sirik..."


"Udalah Ka... ngalah sama wanita" potong ku sebelum Raka menyela.


"Iya tuan putri Chef Nindy". Aku merona malu mendengar ucapan Raka. Berharap sehabis ini tak ada lagi yang namanya kekecewaan.


"Cieee."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2