Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 59


__ADS_3

....


( Pov. Anindya)


..


"Uda selesai blum..?" tanya Raka melirik ke arah ku yang sedang siap siap untuk berangkat ke rumah Mama.


Menyiapkan beberapa helai pakaian untuk ku dan Raka , sebab malam ini kami bermalaman di rumah Mama. Karena kesehatan Mama akhir akhir ini menurun.


"Uda nih Ka...Yuk!" jawab ku akhirnya


"Aku bantu" Kata nya sambil meraih tas di tangan ku.


Dengan langkah beriringan kami menuju motor terparkir di depan rumah.


"Jual aja lah Ka. Motor mu ini" kata ku sekenan nya.


"Kenapa? Sayang lah.." jawab nya sibuk membenarkan letak tas yang kami bawa.


"Aku ngak suka. "


"Kenapa?"


"Ihh..bertele tele tau ngak. Yaudah lah yuk" kata ku memutuskan . Semenjak kami menikah Raka memang terkenal menjadi orang yang santai lebih boros suara.


Membutuhkan waktu lumayan banyak akhirnya kami sampai di rumah Mama.


"Assalamualaikum..Ma" Ucap ku dan Raka bersamaan.


Terdengar langkah kaki menghampiri pintu.


"Waalaikumsalam..Uda sampai, yuk masuk" Ajak Mama setelah pintu di buka.


Kami mengganguk dan mengikuti langkah Mama .


"Maaf ya, Mama belum sempat beresin kamar Raka. Mungkin banyak debu, kalian duduk dulu! Biar mama yang beresin pasti kalian capek kan" Ujar Mama ingin berlalu namun aku mencegahnya.

__ADS_1


"Jangan Ma..Biar Nindy aja. Katanya Mama pusing, duduk aja ya" pinta ku membawa tubuh paruh baya itu untuk kembali duduk.


"Iya Ma..Biar Raka bantu Nimdy. Mama tunggu disini ya!!" sambung Raka mengusap bahu wanita melahirkan suamiku itu dengan lembut.


"Tumben..biasanya Mama teruss" Kekeh Mama tertawa lepas.


"Lah..dulu kan beda Ma" cengir Raka santai.


"Yaudah..Kami pergi dulu ya. Yuk Dik" Ajak Raka aku mengganguk.


Meski pun panggilan lelaki itu untuk ku berubah rubah aku tak masalah. Biarkan saja, toh aku juga begitu.


Akhir nya kami telah sampai di kamar Raka. Ekor mata ku mengamati ruangan ini ,benar saja penuh dengan debu. Lumayan besar namun tampak tak terisi hanya berbagai sudut saja yang terisi.


Pandangan ku menangkap sebuah kardus lumayan besar namun sudah usang sekali.


"Ini apa Ka?" tanya ku.


"Oh itu..barang barang Mama waktu muda dulu, tapi karena di kamar Mama uda ngak Muat lagi jadi di sini aja di simpan.kamar aku juga ngak banyak isi nya"


"Ohh" aku hanya ber oh saja.


"Disini saja..apa salah nya?"


"Ngak sempit" tanya nya


"Ngak lah.."


"Terserah.." Ketus nya sibuk merapikan Sprai .


Aku terseyum diam diam. Lama sudah mengenal Suamiku itu membuat ku mengenal nya cukup jauh.


Di balik wajah tegas itu ada sisi jika aku memikirkan nya tertawa geli. Dia mudah baperan tidak suka di diamkan tapi kalau dia mendiamkan tidak masalah.


"Kenapa Diam?" Tanya ku.


"Ngak..lagi kerja ini" Jawab nya terdengar cetus.

__ADS_1


Aku menghampiri nya memeluk pinggang pria itu dari belakang terlihat ia terkejut.


"Jangan bertingkah Nindy?"


"Bertingkah, Apanya?..kamu ngak suka ya?? Biasanya selalu minta di peluk sekali di peluk kok ngak suka"ucap ku pelan berbisik di telingan nya.


Oh tidak Nindy, kau seperti wanita pengoda saja. Sejak kapan?.


" kau risih sekali sepertinya..kalau gitu aku lepas saja " Ucap ku menahan tawa melihat reaksi Raka berbeda.


"Jangan.." seru nya cepat langsung memutar tubuh hingga saat ini kami saling berhadapan.


Lama saling bertatap , Bisa ku rasakan ia semakin mendekat kan wajah. Deru nafas nya berhasil menyapu wajah ku hangat.


Dalam hati aku gelisah , menyesal telah mengoda nya. Dalam pikiran ku tak berniat berakhir seperti ini.


"Ka.." Kata ku pelan mencoba mendorong tubuh nya namum bukan nya mendengarkan ia semakin menekan bahu ku.


Aku memejamkan mata ketika wajahnya berhasil menyentuh wajahku. Mungkin saat ini tubuh ku panas dingin.


"Astaga...gil4. Ihh kalian itu kalau mau mes*um kunci pintu nya dulu" mendengar teriakan cempreng adik ipar ku buru buru aku mendorong Raka hingga ia terduduk di atas kasur.


Aku diam menahan malu. Benar benar malu.


"Sudah pulang Na.." kata ku mengalihkan pembicaraan meski terdengar lucu sekali.


"Sudah..kak"


"Kamu aja yg Ngak tau sopan santun" Sahut Raka terlihat kesal.


"Lah kok aku yang salah..Kan aku ngak tau kakak uda pulang, lagian kenapa pintu nya di buka lebar coba" Jawab Xena membalas tatapan tajam Kakak lelaki nya itu.


"Alasan.."


" Raka.." tegur ku berharap ia mau mengalah.


"Udahlah capek aku lihat Kak Raka. Xena ke kamar dulu ya Kak Nin"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2