Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 72


__ADS_3

...----------------...


Meski kecewa kami tetap menurut dan pulang sesuai perintah dokter berkepala agak botak itu.


" sudah jangan cemberut gitu dong. Setelah ini kita makan gimana?" Ucap Suamiku tersenyum hangat.


"Boleh deh, tapi ngak boleh banyak nanti gendut ngak cantik lagi" Sahut ku riang.


"Siapa bilang? Kamu tetap cantik kok di mata aku Sya!"


"Ih gombal..."


Di sepanjang jalan rumah sakit kami terus bercanda tak peduli dengan tatapan suster dan lainya menatap kami aneh, iri mungkin.


Namun saat hampir sudah sampai di bawah tiba tiba kami berpas pasan dengan orang yang sangat tidak asing untuk ku.


" Raka, Nindy"


" David, Selina"


Ucap kami bersamaan dengan menyebut nama masing masing orang yang membekas dalam ingatan.


Ada bahagia yang luar biasa melihat sahabat lama ku kini berada di depan mata, dan ternyata ia sedang ham!l juga.


Semua nya hanyut dalam kebisuan namun kini reaksi Raka berubah menjadi garang tatapan nya nyalang menatap David tajam.


Sebelum Raka mengamuki David dengan cepat aku berpindah di depan David tak peduli suamiku mencoba menarik ku untuk berada di belakang nya.

__ADS_1


"Saya minta tolong jangan ganggu kebahagian kami lagi Raka. Kita sudah sama sama dewasa cari lah kebahagian kita jangan menggangu kebahagian orang lain" Tekan ku menatap nya tajam.


"Tapi dia bajingan Sel. Suami mu itu bajingan". Balas nya penuh penekanan.


Aku tergelak hambar di buat nya..


“kalau suamiku bajingan kau lebih bajingan Raka. Ingat kau lebih buruk dari nya. Pikir kan sendiri " Sahut ku sarkas.


"Itu beda... Selina" Geram nya terlihat kesal.


"Sudah Sayang. Benar kata Selina kita cari kebahagian masing masing dan jangan ganggu kebahagian orang lain. Masalah Xena anggap sebagai pelajaran sekarang pun dia sudah kembali ceria lagi" Kali ini Nindy yang membujuk Raka dan benar saja wajah garang tadi kembali melunak bak lelehan bantu saat di hari panas.


Ketika aku menatap Nindy lama kemudian Nindy juga menatap ku hingga kami beradu pandang.


Bisa kurasakan mata ini berkaca kaca seperti mata Nindy.


“Sel...”


Aku langsung memeluk nya begitu juga Nindy langsung mrmbalas pelukan ku meski terbatas dalam kondisi seperti ini.


“aku rindu.. kamu kenapa menghilang dan sekarang ternyata uda nikah dan suami kamu pengacara mami mu dulu”


"Aku juga rindu sama kamu Nin... aku pergi dulu, karena keadaan memaksa ku untuk berbuat seperti itu untuk melangkah lebih maju mencari kebahagian"


Jawab ku melepaskan pelukan mungkin kami sama sama terasa sesak.


"Ekhm.. akan lebih enak bicara di Restoran depan, sambil makan makan dan ngobrol itu menyenangkan" David menyela membuat aku dan Nindy mengganguk setuju.

__ADS_1


Sedangkan Raka meski jengkel tetap ikut tanpa perotes namun tatapan tajam untuk David masih di hadiakan.


*


Lama aku dan Nindy bertukar cerita sampai akhirnya aku mengetahui bahwa ia bisa ke rumah sakit ini yang terbilang jauh dari kampung karena bermasalah pada tubuh dan janin nya.


Aku turut prihatin sekali tak menyangka seberat ini takdir hidup Nindy. Aku hanya bisa mendoa kan semoga ia dan anaknya baik baik saja.


“aku yakin kamu kuat Nin.. kamu bisa laluin ini semua!”


"Makasih ya Sel...kamu emang sahabat terbaik aku”


“kamu yang paling terbaik sahabat aku Nin" balas ku tak mau kalah.


Hingga kami tergelak bersama sekejap melupakan David dan Raka terlihat masih bermusuhan meski lewat tatapan. Aku tak peduli! Selagi ia tak main kekeradan pada suamiku .oke,oke saja.


Tak menyangka ternyata selama ini aku salah bahwa tak ada seorang pun yang peduli. Nyatanya masih ada orang yang peduli dan menyayangi ku sepenuh hati meski berkali kali aku menyakiti hati nya.


Itu bukan bodoh tapi dia lah sebaik baiknya hati siap menerima segala takdir dengan berlapang dada hanya bersembah kepada Allah.


Tapi aku tahu apa?. Hati orang tak ada yang tahu nukan, terlihat baik baik saja tapi di dalamnya sedang terluka. Namun Nindy tetaplah sahabat paling habat yang ku temui.


Terimakasih Anindya selama ini jau tidak membenci orang yang berdosa pada mu.


-


-

__ADS_1


Bersambung.


🙏💖💖💖💖.


__ADS_2