
....
"Itu namanya memanfaatkan Nin" aku menggeleng tak percaya dengan tuduhan Raka padaku.
"Demi Allah ngak seperti yang kamu tuduhkan itu Ka, Aku memang telah ihklas untuk menerima kamu, ngak ada istilah untuk aku balik lagi atau mencari kak Yoga .
Masalah permintaan aku untuk mencabut tuntutan Selina, itu karena aku menggangap mu sudah ada peran dalam hidup aku Raka, Aku mengghargai kamu? Aku minta juga hargai aku. Jika aku minta saat kita sudah dekat seperti ini ku kira kamu mempertimbangkan bukan egois sok tersinggung seperti tadi.
Aku ngak terima tuduhan kamu Raka, jujur aku tersinggung dengan ucapan mu mengatakan aku memanfaat kan mu". Ucap ku panjang lebar mengeluarkan semua kata yang menggangu pikiran meluapkan emosi yang bersarang di dada agar ia tak terlanjur meledak disana.
Rasanya sudah lelah sekali menahan yang namanya kecewa pada manusia.
Keheningan melanda tak ada satu kata pun yang keluar dari bibir pria itu, Ia hanya sibuk menatap ku dalam mencari kebenaran.
" jauhkan mata mu Raka, itu hukumnya dosa" ketus ku membuang muka.
"Maaf, Aku hanya takut kehilangan kamu saja Nin. Jika benar kamu belum bisa nerima aku maka beri lagi aku waktu untuk meluluhkan hati mu.
Jujur aku ngak akan terima ,jika nantinya kau berpaling pada Yoga" Ucap pria itu akhirnya
"Apa tidak ada sedikit mu rasa untuk ku dari mu Nin ,sejauh ini??". Tambah nya lagi.
" sudah ku katakan sebelumnya tidak akan ada Ka" Tekan ku kemudian.
"Mengenai kau meragukan aku, justru sebaliknya Ka. Seharusnya aku yang berkata begitu. Secara kau aslinya memang playboy kan" Ucap ku lagi di iringi tergelak kecil namun menelan kehambaran jika membayangkan itu kenyataan.
__ADS_1
"Nindy, Nindy... Aku rasa kau sudah ada rasa untuk seseorang . Dan itu aku" Kekehnya pelan penuh percaya diri.
"Jangan mengada Ka"
"Buktinya kau berkata begitu, secara tak langsung kau cemburu padaku. Berarti kau ada rasa dong sama aku" Jawab nya terkekeh pelan seolah jawabanya sangat benar.
"Kau tahu kan Nin? Ada lagu mengisahkan....'Setiap manusia bernyawa pasti memiliki rasa cinta'. Itu benar, Hewan saja punya rasa cinta". Ucap Raka lagi membuat ku terdiam ,tak tahu mau berkata apa.
" Assalamualaikum. Boleh gabung ngak nih" Sontak saja pandangan kami mengarah keasal suara.
Melihat siapa pelakunya membuat ku menelan ludah susah payah
"Kak Yoga"
Namun siapa pun iya pasti bisa melihat ada kekecewaan di manik legam milik kak Yoga.
" Dan, aku juga ngak nyangka ya? Ternyata pria brengsek sama kamu Nin, ternyata abang sepupu aku sendiri. Mungkin kalau ngak dia,ngak sesakit ini". Tukas kak Yoga lagi di iringi tertawa ringan.
"Maksud kamu apa?" Jawab Raka bengis.
Aku hanya diam mati kutu melihat aura yang memanas sekadar memberi pengertian aku tak bisa. Pengertian seperti apa yang bisa aku ucapkan. Tidak ada?.
"Ya, maksud aku ternyata kamu pria pecundang itu. Ngak nyangka aja" Jawab kak Yoga terlihat tenang.
"Pecundang kata mu? Lalu kamu apa bedanya Ha?...Setelah mendengar kejujuran Nindy,kamu malah pergi tanpa kejelasan seolah Nindy bukan Suci lagi untuk kamu yang sok suci itu Yoga. Terus itu kalau ngak pecundang juga, Apa?". Sarkas Raja tajam .
__ADS_1
Ketika Kak Yoga memandang ku seolah meminta kebenaran,aku hanya bisa membuang muka.
" Fix, kita sama sama pecundang. Terus kamu mau apa? Lepaskan Nindy, aku akan nikahi dia" ucap kak Yoga terdengar mantap.
"Ngak bisa Yoga. Dari dulu kamu emang ngak berubah, Pintar tapi lamban ngak bisa gerak cepat.. Dan uda keduluan orang lain dan itu aku" Ujar Raka lagi.
"Lamban kata mu, Bagi ku ngak ada istilah lamban Ka. Sebab semua langkah dan tujuan itu butuh perencanaan dulu terutama untuk Ridho Allah.
Jika pun aku keduluan kamu, bagi aku ngak masalah. Mungkin Nimdy bukan jodohku, Selain bisa mendoakan kalian berdua bahagia .Aku bisa apa?".
Hati ku terenyuh mendengar ucapan lembut kak Yoga seolah dalam hidup nya memang telah di Ridhoi dengan jalan Allah. Aku berharap sekali nanti jodohnya kak Yoga orang yang sholeha.
" bagus lah,kamu sadar diri Yog..." Kata Raka, suaranya mulai melunak.
"Nimdy do'akan semoga kak Yoga jodohnya nanti orang yang sholeh" Ucap ku angkat bicara.
"Terimakasih Nin" Jawab Kak Yoga terseyum manis menghadap ku namun tatapan nya menerawang jauh.
"Aku kira kamu cocok sama yang namanya Selina Itu Yog...Jika mau, tuntutan akan aku cabut" Ucap Raka menepuk bahu kak Yoga pelan.
Memang benar benar aneh pria itu, Susah sekali di tebak isi hatinya yang mudah berubah ubah.baru saja tadi terlihat emosian kini terlihat kembali baik baik saja.
"Biarkan takdir Allah membawa ku kesana Ka."
Bersambung..
__ADS_1