
(pov Selina 2)
*
Aku tersenyum masam lagi. Jadi resmi bersalah disini adalah aku.
Hingga sesuatu yang tak pernah ku lakukan disini akhirnya terucap juga.
Aku pun menceritakan semua kejahatan ku. Setiap kalimat yang terucap tak pernah mereka tinggalkan untuk di dengar. Setelah cerita selesai tanpa sadar air mata ku keluar tanpa permisi.
"Naif sekali kamu.." ucap wanita yang terlihat culas itu.
" Niat mu tak salah Sel... tapi cara mu yang salah" sambung mbak Hana ramah.
"Coba tanya sekali lagi pada hati mu. Itu cinta atau hanya terobsesi saja" Sambung wanita culas.
Aku merenung ,mengigat apa yang ku lakukan selama ini demi kak Yoga. Apa bisa di katakan cinta sejati.
"Kau terlalu bod*h jika terus mengejar orang yang tak mencintai mu.
Baiklah kau berubah, kau masih muda dan cantik. Bisa mencari lebih dari itu"
"Kalau jodoh juga tak kemana" sela wanita culas pula.
Kalimat dukungan itu terus tergiang bagai hidayah untuk diri ini.
...
Tekat hati semakin yakin Untuk berubah ketika bertemu dengan Nindy bukan nya ia marah ataupun mencaci ku.
__ADS_1
Mala ia terlihat tak percaya. Sebaik itu aku di matanya?.. tapi aku hanyalah bagai ular berbisa.
Memilih pergi ketika di perintah, terlalu malu terus bersamanya.
"Sel..." panggil suara Familiar..
"Kak Yoga"
Tanpa peduli aku tetap melangkah bahkan ketika polisi yang memegangi ku berhenti memberi ruang kami bicara. Aku tak peduli tetap melangkah.
Terlalu sakit meski hanya sekadar bertatap pada pria itu meski di relung hati masih ada rasa cinta terasa besar untuk nya.
Tapi jika itu benar hanya terobsisi maka akan pergi dengan sendirinya.
Jika itu memang anugrah.. maka biarlah ia terkubur selamanya..
Memejamkan mata menikmati setiap rasa sakit ini.
Aku telah yakin untuk menembus kesalahan di balik jeruji besi.memulai hidup jauh dari kata normal.
Sidang nya besok pagi . menentukan berapa lamanya aku berada disini.
*
"Untuk saudara Selina Anatasya anda hanya pengikut dalam kasus kecelakaan berencana ini. Menurut pasal 369 KUHP melakukan tindakan sengaja dengan kelalaianya maka anda di nyatakan hukuman pidana selama tiga tahu penjara..."
Dunia serasa runtuh mendengar semua itu meski mencoba ihklas tetap saja sakit rasanya.
"Ya Allah kuatkan hamba mu menjalan kan hukuman ini" jerit ku dalam hati..
__ADS_1
Sidang masih berlangsung aku tak peduli pada kedua lelaki bayaran maupun Om Daniel sendiri.
Ku ketahui dua pria bayaran sama dengan ku hukumanya. Sedangkan Om Daniel 15 tahun penjara...
Sebab dua kasus di tuntut sekaligus.
Akhirnya palu di ketuk pertanda sidang telah selesai. Semua yang ada disini berangsur bubar.
"Selina.. Ya Allah kenapa kamu ada disini nak, kenapa bisa terjadi? Ucap bibi Salwa memeluk ku erat.
" Mami sama Papi pasti kecewa sama mu nduk" tambah nya lagi.
Aku menggeleng kepala di pelukan bibi salma.
"Ngak bi. Mereka ngak akan ada pengaruh apa pun. Sekalian Selina jadi jal*ng di luar sana" jawab ku seadanya.
"Astagfirullah.. Istigfar nduk..."
Yang ku katakan emang itulah kenyataanya. Ntah salah dimana diriku, dari ketiga saudara ku hanya aku lah yang di bedakan. Kurang di beri kasih sayang.
Apalagi semenjak usia ku 8 tahun mereka sering berliburan tanpa aku. Seolah aku ini tak anak mereka.
Hanya Nindy penyemangat ku untuk sekolah. Ya teman ku zholim kan itu. Dia lah yang sanggup menerima ku apa adanya.
"Kamu ngak boleh seperti ini nak... Walau bagaimana pun ada Bibi yg sayang sama kamu" Ucap Bibi Salwa mulai memahami diri ini yang kurang kasih sayang dan didikan.
Bersambung....
Makasih buat reader setia pembaca crita saya,π₯Ίπ₯Ίπ₯³π₯³.
__ADS_1
Tetap berusaha jadi baik lagi. Maaf banyak kekurangan nya,πΌπππ
...