Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 15


__ADS_3

Pov RAKA WIJAYA


"Iya Ma, Raka ingin memutuskan tunangan dengan Naura" ulang ku sekali lagi.


Mama terlihat menggeleng tak percaya seiring tatapan tajam darinya.


"Kenapa? Kenapa Raka. Kamu tahu kan papa mu dulu banyak berhutang budi dengan papanya Naura terlebih pada pabrik yang saat ini kau kelola. Percaya lah Raka, nantinya kalian akan saling mencintai" ucap mama panjang kebar dengan nafas tak beraturan.


"Tapi Raka punya alasan nya Ma" sahut ku menaikan intonasi suara.


"Apa, ayo katakan pada mama. Kalau kuat alasan mu tanpa embel embel tak cinta , Mama akan berada di pihak mu Raka" jawab mama kali ini menurunkan suara nya.


"Karena.. karena Raka sudah m e n o d a i seorang wanita baik baik Ma" ucap ku dengan sekali hentakan nafas kasar.


"APA " teriak Mama


"Iya Ma, Raka telah merusak gadis baik baik pada malam tahun baru itu" ulang ku memperjelas semuanya.


Plak


Plak


Kedua pipi ini terasa panas .sebab ,karena tamparan keras dari Mama. Setidak nya hanya itu saja aku bisa jujur. Masalah Selina biarlah, cukup aku, Tuhan dan dia saja yang tau.


Karena wanita tengil itu aku bisa merasakan getaran cinta sebab lama tak kurasakan.


Walaupun tak dapat di bohongi meski hanya mengigat wanita


berjilbab lebar itu berhasil membuat hati terasa bahagia

__ADS_1


Terkadang cinta itu memang buta.


"Maaf Ma" ucap ku pelan sambil menundukan kepala . sebab tak tega rasanya melihat mata Mama telah di basahi air mata.


"Raka , Mama tak pernah mengajarkan mu berbuat h i n a seperti ini nak. Saat kau mabuk mabukan dengan teman tak jelas mu itu, mama masih bisa ihklas. Tapi ketika kau me r u s a k wanita Mama tak bisa menyangka. Ingat Raka, kau punya adik perempuan" tegas Mama panjang lebar.


Mama terduduk di atas kasur menumpahkan rasa kecewa dengan tangisan, tak lama Xena datang .adik perempuan ku.


Mereka berdua menumpahkan tangis,. Seragam putih dongker nya terlihat kembali kusut.


Xena menatap ku sinis. Di maklumi, di usianya 15 tahun tak mungkin tidak memahami apa yang kami bicarakan.


"Dulu, mama ingin memasukan mu kesekolah agama seperti adik sepupumu Yoga itu..kau tak mau, Tapi kini sifat mu seperti ini" ucap Mama lagi


" Ya Allah .hambah telah gagal mendidik anak"


"Jadi bagaimana dengan kakak itu?" tanya Xena


"Jadi maksud kak Raka. Orang dewasa itu seperti kakak bisanya me r u sa k wanita. Begitu" rasanya terkejut mendengar sentakan keras dari adik ku itu. Tahu apa ia?..masalah ini


Brakk


Belum lagi rasa terkejut hilang kini kami menyaksikan pintu di banting keras


Dan terlihat wanita itu melangkah lebar menuju kesini.


"Naura"


"Kak Naura"

__ADS_1


"Naura"


Ucap kami bertiga secara bersamaan.


"Aku bisa jelasin semuanya baik baik Ra" ucap ku pada wanita itu.


" tidak ada yang perlu di jelaskan. Kau tak berubah aslinya memang tetap b a j i n g a n" ucap Naura menghapus air matanya kasar


"Ok, Mulai hari ini aku bukan tunangan mu lagi begitu juga sebaliknya " tambah Naura lagi sambil membuang cicin tunangan kami ke sembarang arah.


"Tapi Ra?"


" masalah papa biarlah aku yang bicara. Bunda benar aku tak pantas dengan mu Raka, kau hanya pria b a j i ng a n dan pe c u n d a ng" sarkas Naura menatap ku tajam.


" Saya pamit dulu..Tan, dek". Tambah Naura lagi bersiap untuk pergi.


"Maafkan Raka, Naura" pinta Mama mengiba.


"Tenang saja Ma, meski sulit" jawab Naura kini benar benar melangkah pergi.


"Sekarang apa tindakan mu selanjutnya Raka. Cerita yang jelas, agar mama bisa memahami semuanya" pinta Mama ketika Naura telah hilang di pandangan.


Sepertinya aku memang jujur.. Dan pada akhirnya ku ceritakan pada mama tentang ke bere ng se k an diri ini. Sudah ku katakan aku tak akan menceritakan tentang Selina


"Jadi Raka, ingin bertanggung jawab Ma" jawab ku akhirnya.


"Emang kakak itu mau menerima Kak Raka..biasanya orang yg uda trauma susah sembuhnya loh" ucapan Xenavberhasil membuat ku bungkam.


Pastinya di tidak akan mau, namun aku akan berusaha.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2