
"Kamu tak ada gitu?.. mencintai saya seperti saya. Tak usah heran cinta memang buta" Jawaban Raka membuat ku mendongakan kepala tak percaya.
"Tidak. Semenjak malan tahun baru itu. Rasa cinta seolah telah kau hapus Raka,
jadi jangan pernah bertanya hal serupa. Bagiku semua lelaki sama saja. hanya pemuja S e l a n gka ng wanita. Jika mereka menginginkan sesuatu tak peduli halal ataupun Ha*ram.
Namun ,Allah masih sayang pada saya. Setidaknya rasa nyaman pada sesorang masih ada, agar julukan mati rasa tidak cocok pada saya"
Ucap ku panjang lebar menumpahkan sesak di dada. Air mata ku luruh tanpa bisa di tahan . oh Tuhan kapan trauma ini berakhir. Aku lelah.
"Maaf kan saya Nindy"
"Saya tidak punya jawaban untuk semua itu. Termasuk tentang menerima mu! Jika ingin jelas silahkan ke Ibu, sebab semua jawaban ada pada beliau" jawab ku akhirnya.
Sebab ingin sekali menghapus rasa trauma ini.
"Jika Ibu mu menerima saya... Bagaimana?"
...
"Kok Kak Nindy nangis, ada apa?"
Segera ku hapus air mata ketika Xena tiba tiba datang. Meski aku tak yakin dia tidak mendengar semuanya
"Ngak ada dek, cuma sedih aja.. Merasa bersalah lihat kondisi kakak mu" bohong ku memamerkan senyum palsu.
__ADS_1
"Iya Xena". Sela Raka turut menyakinkan.
Kemudian gadis ayu itu mengganguk terlihat percaya.
-
-
-
Tepat jam 02.00 aku dan Ibu segera meluncur ke kantor polisi untuk keterangan tentang kecelakaan berencana beberapa hari lalu.
Singkat cerita akhirnya aku dan Ibu sampai di tempat tujuan. Langsung saja kami ke ruangan pak Galih selaku mengurus kasus ini.
Disana ternyata juga sudah ramai. Ada Tante Nayla Dan Raka. Paman Bagas dan Tante Ria juga ada. Namun kak Yoga tak ada?.
"Siang, Mari duduk dulu". Jawsb polisi paruh baya itu ramah.
" lalu bagaimana kelanjutan tentang kasus kecelakaan berencana itu pak Galih" Tante Nayla angkat bicara.
"Tentu saja kami akan menindak lanjutkan kasus ini. Pak Daniel telah resmi menjadi pelakunya. Maka kami akan menjobloskan ke penjara. Sidang di lakukan besok pagi. Pastinya pak Daniel akan menyewa pengacara yang handal. Maka saran kami silahkan menyediakan pengacara pula untuk membalas seadil adil nya.". Jelas pak Galih panjang lebar.
Kami semua menyimak dengan jelas..
" lalu bagaimana dengan kasus papa saya puluhan tahun lalu" Kini Raka angkat bicara. Lagi lagi aku kasihan melihat kondisinya masih bergantung kursi roda serta tangan kiri bertopang pada tubuh.
__ADS_1
"Tentu juga akan kami tindak lanjutkan kecelakaan yang juga berencana . di alami oleh Pak Dhani Wijaya dan pak Andra Sangaraji serta istri nya Sarah Amenaa. Meski pun sudah puluhan tahun lalu tapi bukti kuat yang dimiliki pak Daniel maka tak ada salahnya kasus ini di kuak kembali" Lagi lelaki bertubuh besar tinggi itu menjelaskan.
Dalam hati bertanya tanya ada urusan apa pak Daniel pada Raka. termasuk orang tuanya. Oh iya dua nama suami istri tadi ku ketahui orang tua kak Yoga. Ada apa lagi sangkutanya?.
Tapi sudahlah Nindy. Bukan urusan mu.
"Jadi benar paman Bagas yang menguak kasus ini. Tapi kenapa baru sekarang?".
"Nanti paman jelasin Raka. Tidak sekarang" jawab paman Bagas
"Iya Ka" Tante Nayla dan Tante Ria ikut membujuk Raka keras kepala itu.
Akhirnya ku lihat wajah itu mengganguk. Wajah terlihat pucat serta memar di pipi kirinya.
"Pak, apa masih lama pelakunya kesini" Tanya Ibu mungkin jengah karena tak kunjung datang orang yang kami tunggu.
"Tidak Bu.. Itu mereka" Jawab pak Galih mengarahkan dagu nya ke arah pintu.
Benar saja dari dari pintu masuk kah seorang lelaki yang di pegangi oleh polisi dalam keadaan di borgol dengan pakaian berwarna oranye bertuliskan TAHANAN.
Di belakang nya terdapat seorang wanita yang belum terlihat wajahnya juga di pegang oleh polisi perempuan.
Selanjutnya di ikuti oleh dua orang lelaki yang satu berwajah biasa saja yang satu terlihat tamp*ang pereman. Tentu keduanya di pegangi polisi.
Aku penasaran sekali siapa wanita itu. Punya dendam apa ia sama Raka atau bisa aku sendiri.
__ADS_1
..
Bersambung...