
*
[ Nin. Ini aku Selina]
[Oke Sel. Langsung aku simpan no mu] balas ku pula.
Dalam beberapa detik Chat Wa kami telah sepanjang rel kereta api.
Lama berbasa basi aku pun meminta nomor David dengan mengatakan bahwa untuk Raka agar meluruskan kesalahpahaman mereka takut nya Selina Salahpaham.
" Ka. ini nomor nya!"
"Ok. Sini! Aku ajak ketemuan atau ke rumah ya??"
"Terserah aja. Tapi jangan di rumah lah.."
Seolah mengerti Raka mengganguk kemudian sibuk dengan ponsel ku dan ponsel nya.
Cukup lama Raka terlihat sibuk dengan alat canggih itu sampai akhirnya ia mengabarkan bahwa mereka akan ketemuan di taman saja dan sudah di sherelock oleh David.
Aku tak tahu seperti apa komunikasi mereka?. Yang jelas, Melihat tanggapan David yang baik pada Raka, aku yakin ada sesuatu di balik itu semua.
*
Pagi menyapa sesuai janjian Aku dan Raka menuju kesana ketika anga jam menunjukan 09.20 wib tentunya setelah pamit pada Mama dan Xena dengan alasan mencari makan di luar.
Pastinya aku pergi. Tak kan ku biarkan mereka berdua saja bisa hilang kendali salah satunya nanti.
Setelah sampai di sana ternyata David telah lebih dulu berada di sana.
__ADS_1
"Hay..Assalamualaikum" kami langsung menyapa nya.
"Wa-alaikumsalam. Ekhem..silahkan duduk!" tawar nya terdengar kaku.
" the to point saja ya Vid.kita langsung ke pembahasan tentang katamu lewat chat itu ingin jujur semuanya!" Raka langsung membuka obrolan.
"Kita minum dulu ya! Ini kelapa muda nya masih segar. Tenang ini aman" Tawar David tersenyum getir.
"Baik lah.." putusku lebih dulu melihat Raka tanpak keberatan.
Beberapa detik kesunyian yang tercipta ketika kami asik meminumi kelapa muda pesanan David yang benar benar segar dan nikmat.
"Dudah. Kembali ke topik awal" Sangar Raka tak sabaran.
"Baiklah. Aku ingin jujur semuanya, sudah lah hidup dalam kepura puraan dan menyimpan rahasia.
Setelah ini terserah kaliam mau percaya atau tidak ? AKU tak peduli." Jawab David penuh penekanan kata.
Yaitu pak Daniel! Yah, Papa angkat ku itu ,dia juga yang menyuruhkan pergi dari kota itu. Aku masih punya akal sehat dan naluri hati tak akan mau aku melakukan nya tanpa desakan seseorang.
Waktu kau datang sebelum aku benar benar melakukan nya, Saat itu aku memiliki dua perasaan antara bahagia dan sedih.
Bahagia ternyata masa depan Deana masih utuh, sebab aku juga telah menggangap nya adik ku sendiri karena pertemanan kita kala itu.
Sedih..Yah,Siapa yang tidak sedih. Sejak hari itu adalah mulai awak penderitaan ku".... Hufffff.
Lama David menarik Nafas siap melanjutkan ceritanya.
" Aku anggap ini semua telah selesai Ka. Disini kita sama sama terluka di balik ke egoisan pak Daniel, tapi sudahlah! Dia pun sudah mendapatkan karma nya.
__ADS_1
Jangan tanya apa pun lagi? Aku tak akan menjawab. Perihal kenapa pak Rama menyuruhku? Silahkan tanya pada orang nya atau pikir sendiri punya urusan apa kalian pada beliau"
Sedikit berair sudut netra buru buru ku usap dengan ujung jilbab, inilah akibatnya karena terlalu menghayati cerita David.
Ya Allah semakin kedepan. Semakin jelas semuanya tidak ada yang bersalah hanya semuanya saja yang hebat menainkan peran yang luar biasa namun hati terluka.
"Sudah, Kurasa... sebelumnya sudah ku katakan ! Aku tak peduli tanggapan kalian. Membenci ku semakin dalam atau sebaliknya. Aku pergi izin dengan isteri ku tak lama" David bangkit setelah selesai berujar.
"Bro...
Dengan sigap Raka berdiri langsung memeluk David erat. Tak menyangka ternyata suamiku juga menangis.
" Sudah ,jangan nangis lagi adik cengeng" Ucap David menepuk pundak Raka beberapa kali bagiku itu terlalu kuat
"Hey...kau hanya tua dari ku dua tahun Vid." Ketus Raka tak terima langsung melepaskan pelukan.
"Sama saja. Kau tetap adik ku kan? Karena aku lebih tua dari mu"
"Terserah..."
David tergelak di susul Raka pun ikut terkekeh pelan menyadari kekonyolan tingkah mereka yang sudah tak muda lagi tapi masih sama seperti dulu seolah menggangap seperti waktu puluhan tahun lalu yang hanya mengenal kata "bermain".
Aku pin ikut tersenyum meligat ke akraban mereka. Sepertinya dulu mereka bukan hanya teman namun lebih dari itu.
Semoga kebahagian dan ketenangan ini selalu menghampiri kami.
-
-
__ADS_1
-
Bersambung...