Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 43


__ADS_3

....


"Pak Daniel"


Dghh...Jantung ku berpacu lebih cepat dari sebelumnya, ada apa ini? Harus nya aku biasa saja. Toh David dan pak Daniel bukan urusan ku lagi


"Papanya Naura?" kata ku


"Iya, kamu kenal?" ia balik bertanya.


"Kenal sekilas saja. Sebab aku berteman sama Naura, istilah nya kenal lah.." Jawab ku tergelak mencoba menyembunyikan ketegangan.


"Ku dengar pak Daniel sekarang ada di penjara?"


"Kamu tahu dari mana?"tanya Daniel cepat


Aku terkesiap kaget, ternyata David tidak tahu urusan ini. Bagaimana mungkin?. Bukanya setelah David kabur ke luar kota waktu itu pak Daniel masih mengirim uang secara tak langsung mereka berkomunikasi berbagi kabar.


"Kamu tidak tahu?"


"Tidak ,Cepat cerita. memang semenjak aku berhasil menjadi pengacara ia tak lagi mengirim uang . komunikasi pun terputus" Ucap David terlibat mendesak.


"Aku tak tahu, Hanya dengar isunya saja" jawab ku berbohong.


"Hey, Aku tahu kau sedang berbohong. Cepat cerita. Atau aku paksa". Ucap nya terlihat murka dengan kasar mencengkram bahu ku kuat. Jelas terlihat ada rasa kahwatir pada pengacara muda itu.


" iya iya..aku cerita. Sakit tau"Sungut ku kesal menarik bahu ku terasa sakit.


"Yang ku dengar ia terlibat, melakukan kecelakaan berencana pada seseorang. Hanya itu yang aku tahu, jangan tanya lagi." Ucap ku menahan kekesalan.


Benar kata mereka jika sekali berbohong, kita harus kembali berbohong untuk menutupi kebohongan yang pertama.

__ADS_1


"Begitu. Baiklah..kau bisa temankan aku besok pagi di mana papa ku di tahan" Pinta nya mulai melemah.


"Bisa, Tapi antar dulu aku pulang" Jawab ku setelah menimbangkan nya.


"Mudah. Oh iya, setelah ini kita bisakan sebagai teman curhat. Mm bisa jadi kita Besty an,seperti anak zaman sekarang" Ucap nya lagi terdengar serius.


"Tidak masalah ,jika kau rajin meneraktir ku setiap hari"


Mendengar itu akhirnya kami tergelak bersama. Melihat suasana lucu yang kami ciptakan meski bagiku tak ada lucu sedikit pun.


Tapi tertawa bukan di haruskan untuk hal lucu saja kan. Bisa jadi juga untuk menyeimbangkan lawan bicara.


Allah hu Akbar..Allah hu akbar...


Azan Zuhur berkumandang di tempat rumahnya Allah itu. Kini aku dan David sedang berada di mobil nya ,perjalanan menuju rumah Bibi ku . sesuai perjanjian tadi ia mau mengantar ku.


"David, Berhenti dulu ya." Ucap ku ketika tepaat di depan Masjid At-Taqwa perbatasan kampung dan kota.


"Mau apa. Sudah sampai?. Katanya rumah mu jauh dan masuk ke kampung." tanya nya.


"Azan zuhur uda berkumandang. Ada baiknya kita sholat dulu, tidak baik menunda panggilan Allah" Kata ku menjelaskan sesuai ucapan Mbak Yeni kala aku bersamanya dulu.


"Kamu muslim kan?" Kata ku melihat keberatan di wajahnya. Ia terlihat mengganguk ragu.


"Yah, Aku muslim. Tapi aku tidak sholat"


"Kenapa?. Kamu haid kah? Oh tidak,Pria mana ada Haidnya. Lalu alasan mu apa?" Ucap ku lagi meracau tak jelas.


"Aku memang Islam tapi tepatnya Islam KTP (Kartu tanda penduduk) saja. Masalah urusan sholat dan sebagainya tidak pernah ku jalani", Aku terdiam, jadi selama ini bukan hanya aku yang melupakan Tuhan.


Oh tidak, Kata guru agama ku dulu. Jika semua umatnya di dunia tak ada lagi mengigat dan mendengarkan panggilan nya . maka di pastikan dunia ini sudah di ambang kehancuran(Kiamat).

__ADS_1


Tapi untunglah, sebagian kecil dari itu masih ada yang mengigat tuhan nya,Allah.


" kamu sholat lah...Aku menunggu disini. " Ucapnya melihat aku tak kunjung menyahut.


"Baiklah..." putus ku ketika di toa mesjid telah mengumandangkan Komat, bahwa sholat berjamaah akan segera di laksana kan.


Sedikit berlari menuju tempat wuduh, meski pun dengan tergesa akhirnya aku bisa mengikuti sholat berjamaah dengan yang lainya.


"Assalamualaikum Warhmatulllah...


Assalamualikum warhmatullah."


Sejenak mengkhusyuk kan diri berdoa pada sang pencipta meminta keampunan dan hidayah. Setelah itu aku bangkit meletakan kembali mukenah di mesjid ini.


Sengaja tak menunggu selesai Do'a Imam walaubagaimana pun juga aku tak enak hati pada David telah menunggu lama.


"Mbak..." mendengar seseorang memanggil ku aku pun berbalik.


Dgh...kak Yoga. Ya Allah kenapa kami harus bertemu lagi.


"Selina"


"Kak Yoga" jelas terpancar rasa terkejut di wajah tampan pria itu.


"Mm..ada apa ya?" kata ku mencoba menetral kan perasaan ini.


Aku tak mau lagi jatuh cinta untuk yang kedua kalinya apalagi pada orang yang sama. Meski rasa itu masih tetap ada.


"Ini punya mu kan, ketinggalan. " Aku menatap benda di tangan kak Yoga. Gelang, gelang Couple ku dengan Nindy .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2