
(Pov Raka)
"Dengan segenap dan seihklas hati saya mewakili anak saya, Nindy. Bahwa kami telah memutuskan untuk menerima anak bu Nayla, Yaitu Raka". Kata kata yang di rangkai menjadi sebuah kalimat terasa indah di dalam hati.
Terus terngiang ngiang dalam pikiran, yang berhasil membuat ku tersenyum ke legaan. Setidak nya perjuangan ku selama ini tidak sia sia.
Mulailah menetapkan diri untuk berubah ,setidak nya menjadi lebih baik lagi menyusun angan menuju kebahagian bersama Lia.
Hari hari berlalu terasa lambat ke minggu depan tepatnya menuju hari lamaran. Tapi setidak nya selama itu hubungan ku dan Nindy semakin menghangat
Meski tak jarang juga kadang terjadi adu argumen namun tak bertahan lama. Kami kembali baik baik saja.
Tringg....
Bunyi panggilan pada ponsel ku berhasil membuyarkan lamunan. Sedikit malas meraih benda pipih itu.kemudian mengeser tombol berwarna hijau yg terpampang di depan layar
"Iya, Ada apa . Bay?" Tanya ku setelah tau siapa penelepon di seberang sana ternyata Bayu selaku pengacara ku , Tepatnya juga rekan dekat. Pernah kenal ketika saat kuliah dulu.
"Bisa kita bertemu sebentar Ka. Ini masalah salah satu dari orang yang mencelakai mu dulu. Dia ingin mengajukan Naik Banding". jawab Bayu membuat ku tak percaya. Siapa yang ingin mengajukan Naik Banding itu??
" Naik Banding"
"Benar Ka. "
__ADS_1
"Siapa namanya?"
"Selina Anatasya"
Memicingkan mata tak percaya, Gadis Tengil itu ingin mengajukan Naik Banding. Apa ia bisa?
Oke ,Meski pun niat ku memang ingin mencabut tuntutan Wanita itu. Selain demi Nindy aku juga ingin ia kembali mengejar Yoga agar tak menggangu hubungan ku dan Nindy lagi.
Tapi akan ku lihat dulu sampai di mana kemampuan wanita itu atau kekuatan orang di belakang nya.
"Raka"
"Ah iya.. Sory Bay. Gimana tadi? Mau ketemuan shere lock aja ya!" Jawab ku ketauan diam terlalu lama.
"GPL?..apan tuh?" Tanya ku penasaran.
"Gak Pakai Lama" Kelakar nya di seberang sana kemudian terdengar tawa renyah
"Sialan kau Bay..sok sok an dengan bahasa Abstrak mu itu" Kesal ku langsung mengakhiri panggilan.
Gegas menuju lokasi yang di kirim Bayu dengan menggunakan Mobil Mama, sebab mobil ku dulu rusak parah dalam masa perbaikan.
Yah, sekarang ini aku telah bisa memulai aktifitas berkerja di kantor dan membawa mobil. Dengan syarat tangan kiri ku tidak boleh berkerja berat, Jika nantinya dipaksa kan akan terasa lemah dan nyeri.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama, Akhinya aku sampai di depan Restoran di dekat rumah Bayu. Si'alan memang dia itu aslinya ,Nyatanya ia memilih tempat nyaman dan dekat dengan rumah nya..dan lihat lah ,Sekarang Pria hampir sebaya dengan ku itu sedang santai santai nya memakan hidangan.
"Bay..." tegur ku langsung mengambil posisi duduk di depan nya.
"Baru datang kau Ka, Aku sudah hampir kenyang. Lama sekali" Jawab nya santai
Sedangkan aku menahan kekesalan. Bagaimana bisa ia mengatakan aku lama dengan membandingkan iya satu langkah dari rumah sampai tujuan itu.
"Hey Ayolah..kau pengacara Bayu, mana jiwa prafesional mu" Tekan ku
"Jangan lari dari pembahasan. Okey sekarang kondisinya rekan kerja kan ,Mari Bay kembali prafesional."
"Jadi bagaimana dengan pembahasan awal.
" Selina Anatasya nama gadis itu ingin mengajukan naik Banding. Orang belakang nya yang ku tahu Mami nya sendiri.
Dan kau tahu? Pengacara mereka bukan main main dari berita yang beredar ia pernah mendapatkan penghargaan beberapa kali.
Aku takut saja mereka kembali membalikan Fakta dan itu berdampak buruk pada kita" Jelas Bayu ada rasa kahwatir pada kalimat akhirnya.
"Kau tenang saja. Kita lihat sampai di mana kemampuanya, Sehebat apa pengacara mereka itu?..Aku percaya pada mu Bay" Ucap ku sedikit menenangkan nya.
Bersambung...
__ADS_1