Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 66


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kamu pucat. Kita pulang saja ya, kamu istirahat" Ucap Raka masih menatap ku lekat.


"Aku bisa pulang sendiri" Jawab ku mencoba melepaskan diri dari dekapan pria itu.


"Ekhemm...Mas sama Mbak nya, jangan buat ngak baik deh di jalanan gini" Sahut seseorang yang ternyata Ibu Ibu refleks aku langsung menjauh dari Raka.


"Mas nya ngak mikirin isteri di rumah apa?. Ini malah pacaran sama ...?"


"Dia isteri saya" pungkas Raka menatap Ibu itu tajam, orang yang di tatap sedemikian rupa seperti itu tanpak salah tingkah.


"Hehe..Maaf, saya kurain tadi?. Soalnya kayak adek nya mas" tutur Ibu itu tersenyum bersalah namun tak sedikit pun ada tanggapan dari Raka.


"Ngak papa bu" jawab ku mewakili tak enak juga.


"Yasudah, saya pergi dulu".


Aku hanya mengganguk sebab suara rasa habis di tenggorokan.


" ngak baik seperti itu, dia kan uda minta Maaf"


"Biarkan saja.Kita pulang sekarang" sahut nya meraih tangan ku, kali ini aku tak menolak sebab rasa pusing belum juga hilang.


"Aku hubungi Mama dulu ya.."


Ucap Raka ketika kami berada di dalam mobil, lagi lagi aku mengganguk . lebih memilih menyandarkan kepala pada kursi mobil ,sedikit memijit pelipis yang terasa berdenyut.


"Masih pusing?". Aku mengganguk


" kita kedokter aja ya"


"Ngak usah, mungkin lagi capek aja ! Butuh istirahat.


Ia tak bersuara lagi yang ku rasakan perlahan mobil ini bergerak semakin membuat kepala ku berdenyut denyut sakit.


Mencoba memejamkan mata namun kali ini perut ku pula serasa di aduk aduk.


" Stop , berhenti dulu"


"Apa lagi..?"

__ADS_1


Aku tak menjawab ketika mobil berhenti aku segera keluar memuntahkan isi perut, namun hanya air yang keluar mungkin karena hanya air saja yang ku minum pagi tadi.


"Kamu tadi ngak sarapan?" tanya Raka telah berada di belakang ku sambil memijit mijit tengkuk leher ini.


Aku menggeleng "Cuma minum air putih saja?" Jawab ku pelan.


"Yasudah, kita pulang sekarang biar kamu istirahat. Lain kali jangan lupa sarapan ya?" Ucap Raka lembut menuntun ku menuju mobil.


"Iya"


Raka meninggalkan satu kecupan di kening ku kemudian kembali melajukan kendaraan roda empat ini.


*


"Kamu istirahat ya..Mau apa ? Biar mas cariin!"


Mengukir senyum tipis melihat perhatian lembut suamiku itu,dengan lembut pula ia menyelimuti ku dengan selimut.


Meski terkadang ia juga sering sekali menguras yang namanya kesabaran.


"Mau kemana?" cegah ku menarik lengan nya ketika ingin pergi.


"Buatin bubur untuk kamu?" jawab nya tersenyum lembut.


"Lagi sakit manja ya.." Sahut ku mengalah sambil mengacak ramut nya tanpa hijab dengan gemas.


"Ini bukan manja.. Yasudah kalau ngak mau sana?" Ucap ku kesal.


"Iya ,iya...cuma bercanda kok sensitif amat"


Aku tak menjawab diam diam menyembunyikan senyum. Melihat perlakuan Raka.


...


(pov Raka)


-


Aku Baru tahu bahwa Nindy bisa semanj itu ketik sakit, tapi kalau di omongin sama dia pasti ngak percaya.


Lama aku berdiam disini sambil menunggui nya yang ternyata sudah tidur. Ia terlihar damai dan cantik membuat ku semakin takut kehilangan nya.

__ADS_1


" Raka, gimana kondisi Nindy?" tiba tiba Mama datang sambil berteriak bersama Xena membuat Nindy yang tadi tidur kembali terbuka matanya.


"Tidur lagi ya" pinta ku mengusap punggung tangan nya lembut.


"Ya Allah. Kok bisa jadi begini sih?"


"Mama kok cepat pulang nya, sudah selesai?" tanya ku namun tak ada jawaban wanita melahirkan ku itu terlihat sibuk kedapur.


"Belum selesai. Kami uda pulang kahwatir sama kak Nindi" jawab Xena ikut duduk di samping kasur.


"Maaf ya gara gara kakak kalian jadi ngak selesai nyaksiin acara nya?"


"Uda ngak papa kak?"


"Bukan salah kamu dong. Salah mereka lah! Kita ngak nyuruh mereka pulang" Sela ku ikut menyahut yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari adik ku itu.


"Salah kak Raka lah, nelpon nya tadi pakai acara kahwatir banget. Kami kan ikut jadi parno"


"Kalian berdua ini terus berantem aja kalau ketemu, Yasudah! Nindy makan dulu ya..pasti karena blum makan pagi tadi"


Ucap Mama tanpak dari pintu sambil membawa wajan berisi piring dan gelas.


"Kenapa Nindy ngak makan ma?" tanya ku


"Tadi, katanya ngak selera makan" jawab Mama siap ingin menyuapkan Nindy.


"Makan Ya, ini ada rendang . sempat Mama beli di pinggir jalan tadi..Ini kan Makanan kesukaan Nindy" Ujar Mama.


Namun belum di terima suapan itu oleh Nindy ,Isteri ku itu sudah bangkit sambil menutup mulut nya ia berlari keluar kamar.


"Dia kenapa?" tanya Mama pada ku


"Muntah mungkin, tadi juga" jawab ku ikut mengejar Nindy.


"Kamu serius Ka" tanya Mama mengekor di belakang ku


"Iya Ma" jawab ku pasti. Mama memang tipe orang jarang percaya pada seseorang.


-


-

__ADS_1


-Bersambung..


__ADS_2