Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 48


__ADS_3

...


Ia terlihat mengganguk paham.."Terimakasih telah menjadi isteri yang sholeh untuk ku"


Aku mengganguk. "Oh iya, Ibu apa uda tidur ya?"


"Kayak nya uda, Biarin aja lah Nin. Ibu pasti capek"


Aku mengganguk lalu kami memutuskan untuk berwuduh dan sholat isya berjamaah. Sungguh hati ku bahagia dengan semua itu.


Tak menyangka Raka yang dulu terkenal playboy tapi ia lumayan Fasih dalam pembacaan Ayat ayat Allah itu.


Manusia terkadang memang begitu. Suka menilai dari luar saja.


Di lanjutkan sholat Sunah setelah itu sholat taubat.u Setelah itu di lanjutkan kami mengaji bersama meski aku sedikit memaksa Raka agar mau


Setelah itu, Jelas Raka meminta hak nya. Aku tak punya pilihan untuk menolak. Toh. Raka juga sudah merasakan nya.


Aku Nindy ,Bukan pada kehidupan novel novel yang ku baca , tak ada kata tidak untuk ku berusaha melepas trauma.


"Terimakasih.. Nindy ,ku harap selepas ini aku bisa menjadi terbaik untuk mu"


"Aku juga begitu Mas.." Jawab ku untuk pertama kalinya memanggil dengan sebutan yang sopan untuk setatus kami sekarang ini.


"Pintar" jawab nya tersenyum lebar..


Dan malam itu saksi bisu usaha ku untuk melepas yang namanya trauma.


....


*


Pagi menyapa sebagai isteri yang sholeh. Selepas mandi dan Sholat subuh aku memutuskan untuk memasak sarapan.


Sedangkan Raka memutuskan tidur lagi sebab cuti kerjanya seminggu. Tapi berapa pun dia mau tidak masalah ,dia kan bos nya.


"Nin, sudah ngak usah bantu Ibu. Pasti kamu capek kan" ucap Ibu tersenyum mengoda.


"Ibuk jangan gitu lah... Nindy kan juga punya kewajiban bantu Ibu" Jawab ku memeluk ibu dari samping.


"Untuk Bantu ibu, atau masakin suamimu.." goda Ibu lagi.

__ADS_1


"Ibu harap jika tanpa Ibu kau masih bisa bersama Rska berbagi cerita. Jadikan ia teman curhat mu Nin. Satu lagi saat kalian dalam masalah gunakan saat kepala dingin. Ibu yakin Raka yg terbaik untuk mu"


"Semoga bu.. dan doa ibu Nindy harapkan."


"Tentu tanpa kau mintak nak!"


Kami berbicara bersama sambil terus berkerja membuat sarapan. Hingga tanpa sadar hidangan telah tertata rapi di atas meja.


" Nindy panggil mas Raka dulu ya Bu"


..


"Hemm..enak kayak nya nih" tiba tiba Raka datang dengan Tante Nayla


"Lah, ada Bu Nayla juga" Ucap Ibu juga keheranan.


"Iya, sengaja ngak ribut ribut takut ganggu pagi pagi hehe. Raka yang buka tadi. Mama sengaja mampir kesini karena Xena sudah berangkat sekolah jadinya bosan dan sepi. " jelas tante Nayla lagi ada gurat sedih di wajah nya.


"Kalau gitu ,sekalian Tante ikut sarapan bersama. Pasti Tante belum sarapan kan" tawar kan"


"Iya sih..Tapi jangan panggil Tante lagi dong, Mama aja sama kayak Raka"


"Iya Ma..." Jawab ku tertawa geli.


"Iya, Iya..ini juga lagi ngambilin " kata ku


"Huss Nindy. Kok gitu, yang lembut juga dong ngomong nya" tegur Ibu . Terlihat Raka tersenyum penuh Kemenangan.


"Iya ,Mas Raka.." jawab ku sekalem mungkin.


"Suapin dong..."


"Idih...." Tandas ku kesal


"Benar ya..Perempuan bisa merubah segalanya termasuk sikap lelaki. Moga kamu selalu jadi baik ya Ka ,untuk Nindy" Kata Mama Nayla tersenyum bahagia. Begitu juga Ibu.


Lama kami bercerita hingga Mama Nayla pamit pulang, takut Xena cemas mencari. Sedangkan Ibu izin ke kamar sebab kepala ibu terasa pusing.


Kami menyarankan ke klinik atau minum obat namun Ibu menolak ,katanya hanya kecapekaan nanti juga hilang.


*

__ADS_1


Waktu bergulir dengan cepat azan Zuhur telah berkumandang. Siap siap aku beruwudh untuk sholat zuhur sedangkan mas Raka tadi kulihat juga telah berwuduh.


"Lah kok, kamu rapi banget Mas. " dalam hati aku kagum melihat Raka telah memakai baju kokoh dan Kopia hitam nya.


"Kali ini, kita ngak sholat berjamaah dulu ya.Mas mau sholat dekat mushola di depan sana. Sekalian berbaur sama warga"


Aku mengganguk tersenyum hangat."Baik Mas..."


Hingga akhirnya Mas Raka pergi setelah mengucapkan salam. Aku pun beranjak menjalan kan sholat Zuhur.


Seusai sholat aku teringat Ibu, Apa Ibu sudah sholat belm ya? Aku tak melihat beliau keluar kamar.


Aku bergegas ke kamar Ibu, langsung masuk ketika ternyata pintu tak terkunci.


Degh..


Jantung ku berpacu lebih cepat dari sebelum nya ketika melihat Ibu terbaring tak sadarkan diri dengan mukenah masih di pakainya.


"Ibu..." panggil ku kahwatir , ku panggil panggil tapi ibu tak kunjung sadar.


Langsung saja mengecek denyut nadi dan pernafasan beliau.


Entah ap aku sangat kahwatir pada keadaan Ibu..


Air mata ku luruh, tubuh ku hancur berkeping keping bagai tersapu angin. Mengetahui kenyataan yang ku hadapi sekarang ini.


"Ya Allah..." dalam sekejap aku telah terisak menahan rasa sakut di ulu hati terasa sakit sekali.


"Ya Allah..Nindy, kamu kenapa nangis? Dan Ibu. Astgafirulllah. Kenapa begini?" Tiba tiba Raka datang langsung menuntut dengan pertanyaan.


Aku tak punya kekuatan lagi sekadar bersuara selaine menangis...


"Ibu , Mas ...Ibu" panggil ku mengiba.


Mas Raka memeluk ku memberikan kekuatan.


-


Bersambung..


,🥺🥺Manusia memang bisa berencana tapi Allah lah yang memutus segalanya. Percaya saja setelah itu ada takdir bahagia.

__ADS_1


(Untuk mlm prtama ny jgn minta yg aneh" ya othor blum ahli...upss,🤭)


Ikut sedih Othor nya..,🥺😪😢. Gimna ini??


__ADS_2