Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 8


__ADS_3

[Kejujuran adalah sesuatu yang menyakitkan ,namun itu adalah sebuah keharusan. Yang pastinya harus di lakukan]


~AnindyaSaputri.


*


(Pov Anindya)


"Ayo dek Nindy, jawab permintaan kakak dulu" ucapan kak Yoga bagai sembilu melukai hati.


Dilema saat ini aku benar benar dilema. Namun aku teringat pesan ibu ketika aku meminta pendapat dulu.


"Nak ,ada baiknya kamu jujur dengan Yoga, sekali pun nanti ia tak menerima mu lagi setelah mendengar cerita mu. Meski sakit tapi percayahla tak akan sesakit ketika Yoga tahu sendiri." ucap ibu kala itu


Namum ntah kenapa ?rasanya aku belum siap untuk berterus terang. Sebab kini aku telah menetapkan hati dan berharap lebih.


"Gimana Dik Nindy" ulang kak Yoga membuyarkan lamunan ku.


"Kak aku takut , jika kak Yoga setelah tahu aib ku . kak Yoga ngak akan mau lanjutun ta'arufan lagi" ucap ku sambil menunduk.


Kata ustadzah Ratih itu adalah adab berbicara dengan lawan jenis yg bukan mahram nya.


"Aib apa?..hehe ,kalau dulu masa SMA ngak usah di kenang, perihal adek yg kurang agama tapi sekarang kan sudah berubah" jawab kak Yoga tertawa renyah.

__ADS_1


Sebenarnya hati ku berbunga bunga mendengar jawaban itu, namun. Aku kembali sadar agar tak berharap.


Sebab jawaban kak Yoga sungguh tak sesuai dengan aib ku. Ya Allah aku harus apa? Ataukan terus terpuruk pada rasa trauma. Atau memulai hidup dengan kejujuran siap dengan segala konsekuensinya.


Saat ini aku memang sedang Dilema...


"Tapi, aib Nindy bukan itu kak" jawab ku mencoba berani.


"Aib apa coba? Ayo katakan..inn syaa Allah kakak akan menerima dengan lapang dada.


Mendengar jawaban yang bijak dari kak Yoga, membuat ku yakin untuk jujur pada nya.


Ya Allah ku serahkan jalan terbaik untuk ku dari mu..


"Asstgfirullah.."


Ku beranikan melihat wajah pria tampan itu. bisa ku lihat ada gurat terkejut dan juga kecewa disana. Ternyata aku salah kak Yoga tak bisa menerima ku apa adanya.


Dari raut wajahnya ,aku bisa menyimpulkan semuanya...


YA Allah sakit sekali ini.


"Astaga Nindy..aku ngak nyangka di balik pakaian longgar mu hanya ingin menutupi aib sebesar itu" aku terkejut ketika melihat Selina datang menghampiri.

__ADS_1


Tanpa bisa di cegah air mata keluar begitu saja, mereka kira hanya mereka yang kecewa justru di sini aku lah korbanya.


"Tapi kejadian itu murni bukan kemauan ku, aku di jebak. Kalian kira hanya kalian yang terluka justru aku lebih dari kalian sakit hati yang ku rasakan." ucap ku lantang menumpahkan sesak didada.


"Aku telah jujur kak..semua keputusan ada di tangan kak, Assalamualaikum" ucap ku lagi lalu berdiri.


Meninggalkan taman anak anak ini.


Kini hanya ibu penenang ku..bisa ku dengar ucapan Selina yg menyesak kan dada.


"Sabar kak, aku yakin jodoh kakak akan lebih baik dari Nindy" sahut Selina.


*


"Istigfar nak" ucap ibu menenangkan ku.


Setelah semuanya ku ceritakan tentang kejujuran ku tadi.


"Asstagfiruhalazim.."


"Percaya takdir Allah itu indah untuk Nindy"


Ya mulai sekarang aku percaya pada Allah akan ada tadir terbaik untuk ku.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2