Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 73


__ADS_3

(pov Anindya)


-


“ Raka, Nindy”


“David, Selina”


Sungguh hati ku bahagia sekali! Akhirnya setelah tahunan berpisah kembali kami di pertemukan dengan tidak sengaja juga keadaan yang jauh berbeda.


Rasa haru menyelimuti ternyata Selina juga sudah menikah dengan David lelaki yang dulu hampir ingin mele*chkan Xena meski ntah apa alasan nya?.


Raka masih sama seperti dulu ,dendam itu masih tertanam hebat di dalam hatinya apalagi saat awal bertemu tadi, untung lah ia bisa di tenangkan.


Sedangkan David ia tak ada reaksi apa pun? Seolah apapun tindakan Raka akan di terima nya. Aku semakin yakin bahwa ada sesuatu di balik niat buruk nya kala itu.


Kami berempat memutuskan untuk makan di restoran dekat rumah sakit, disana lah aku berbagi kisa banyak bersama Selina ternyata sekarang ia benar benar telah menemukan kebahagiaan nya saat bersama David suaminya sendiri bahkan mereka ada panggilan khusus untuk Selina yaitu Tasya. Bagi ku sama saja Selina Anatasya.


"Jadi kamu sudah bertemu sama kak Yoga" tanya ku pada Selina setelah ia mengatakan telah bertemu pada kak Yoga.


"Iya Nin. Tapi udahlah, semuanya uda berbeda"


"Iya. Kak Yoga juga uda Nikah dua bulan lalu"


"Nikah" Sahut Selina kaget.


"Ih jangan keras keras..Iya. Tapi aku ngak sempat datang!. Maklum lah kondisi aku seperti sekarang ini, hanya Raka dan Mama saja" Tutur ku pelan ada kegundahan yang terpendam.


Selina meraih tangan ku lalu mengengam nya erat.

__ADS_1


“Aku percaya kamu kuat, kamu bisa lalui semuanya Nin. Aku yakin kamu dan calon anak kalian pasti baik baik saja"


"Aamiin"


"Yasudah..Pulang yuk.lain kali main ke kontrakan ku ini jalan dan no rumahnya" UCap ku pada Selina sambil menyerahkan selembar kertas. Ia pun menggambil nya.


"Baik. Kapan kapan deh!"


"Oh iya Sel. Di kertas tadi ada nomor Hp baru ku. Kirim secepatnya Ya"


"Oke..tunggu aja!"


Setelah itu, kami memutuskan untuk pergi kemobil masing masing di mana suamiku dan Selina pastinya sudah berada disana.


Sebab mereka sama sama pamitan menunggu di mobil saja saat aku dan Selina asik bercerita.


"Maaf lama Ya?!" tanya ku setelah berada di dalam mobil.


"Kenapa ketawa?. Bawain bayi ya?"


"Ngak lah. Ini murni aku sendiri! Kamu tambah ganteng deh kayak gitu Ka. Jadi pegen..!!" Jawab ku mengedipkan mata genit.


"Apa? Jangan aneh aneh Nin. Kamu tahu kan aku uda lama puasa" Tukas nya ketus.


"Ih..maaf ya Sayang. Aku ngak jadi godain kamu lagi" Kekeh ku pelan melihat reaksi wajahnya.


"Sebentar.."


Sebelum aku sempat menjawab ia telah memberikan c¡um4n panas, kebiasan yang kini suka ia lakukan , meski hanya sebatas

__ADS_1


c!uman yang bisa kami lakukan.


"Sudah..jalan, kita pulang" Ucap ku kesal mendorong nya pelan sedikit merapikan jilbab tanpak acak acakan.


"Iya. Iya tuan putri."


Akhirnya Raka langsung menginjak gas kendaraan ini hingga berjalan perlahan.


"Sayang! Kamu nyadar ndak kalau David itu kayak ada sesuatu yang di sembunyikan nya" tanya ku di sela sela padatnya kendaraan.


"Iya. Mungkin saja ia takut sama Mas sayang"


Jawab Raka santai.


"Ngak lah.. Beda, itu kayak ada yang di sembunyikan nya" Sahut ku menoleh kearah nya.


Ia hanya diam tanpak berfikir. "Saran ku kalian bicara baik baik. Percaya sama aku jika di bicarakan baik baik dengan kepala dingin itu akan menyelesaikan masalah dengan baik. Contohnya kita dulu..." Ucap ku lembut agar ia bisa memahami.


Melihat ia tak ada reaksi selain datar membuat ku was was takut ia marah,dengan lembut ku usap bahu kokoh suamiku itu yang terbalut kemeja warna Army.


"Akan ku coba sayang." Jawab nya akhirnya membuat ku tersenyum .


Dengan lembut pula Raka meraih tangan ku dan menyatukan jari jari kami mengengam nya erat memberikan kehangatan.


"Terimakasih"


"Demi kamu demi anak kita. Akan ku lakukan. Oh Iya! Tolong pinta nomor David pada Selina.apa kalian tadi bertukar nomor ponsel?"


"Iya. Nanti ku pinta kan"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2