Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 54


__ADS_3

......,


Tak terasa sekarang sudah 10 hari kepergian Ibu. Nindy yang awalnya terpuruk kini perlahan ia mulai terlihat baik baik saja. Dia memang wanita tangguh.


Ku tatap wanita sedang duduk di samping ku terlihat asik dengan buku Novel di tangan nya. Dari ceritanya tadi, itu adalah buku Novel pertama yang ia miliki dan itu Ibu yang membelikan sebab dulu masa SMA ia tak punya uang.


Di dalam buku itu tersimpan sebuah perjuangan Ibu untuk anak nya.. Berhasil menguras air mata. Katanya


" mas Raka..."Tiba tiba saja ia telah meraih lengan ku.


Kami memang pasangan eneh pikir ku. Aneh saja dengan panggilan kami, Nin saja tidak jelas kadang Mas, kadang Bang..kadang bisa juga langsung nama.


"Apa " tanya ku


"Ingat Ibu" Jawab nya dengan mata berkaca kaca.


"Ibu sudah tenang di sana.." jawab ku merengkuh nya dalam pelukan.


"Sudah malam, Tidur yuk..." Ajak ku


IIa mengganguk..."Ingat besok pagi jangan kerja lagi. Diam di rumah saja, Urusan keuangan aku yang nangung semuanya.. Mau beli apa bilang saja" Kata ku tegas.. Bisa kurasakan ia mengganguk dalam pelukan ku.


Melihat ia mempererat kan pelukan membuat diri ini gelisah. Sebagai lelaki normal tentu saja, terlebih sekarang ini kami sudah sah.


"Nin.."

__ADS_1


"Apa?"


"Hm.."


Seolah tahu ia mengganguk...Tentu saja membuat ku bahagia.


*


Satu tahun berlalu sudah kami jalani pernikahan ini. Sesuai janji ku pada Ibu ketika kami sedang bertengkar aku tak mau mementingkan ego lebih memilih mengalah. Sebab Nindy tipe orang yang keras pada pendapatnya.


"Mas Raka....Tadi aku beli sayur ada Rina anak buk Nanik sewot loh. Dia bilang aku mandul,dia aja baru 2 bulan nikah udah Hamil"


Tiba tiba Nindy datang dengan wajah kusut .sambil meletakan belanjaan nya di atas meja dengan kasar.


" bukan itu masalah nya. Aku cuma takut Mama yang menuntut" kesal nya .


"Sudah...mama ngak kayak gitu loh" Jawab ku menarik nya lebih dekat dengan ku. Aneh saja itu di permasalahkan. Biarkan saja .


"Kamu ngak bakal paham deh..pokoknya" Ucap nya menarik tubuhnya dari dekapan ku namun dengan cepat pula aku kembali menarik nya.


"Astgfirullah....Sumpah ini ngotorin mata aku aja" Kaget, aku langsung melepaskan Nindy.


Ternyata Xena dan Mama telah berada di belakang kami. Aku hanya tersenyum acuh sedangkan Nindy menatap ku nyalang.


"Jaga tempat Lah kalian ini...Ada Xena disini. Mama ngak mau putri mama kotor matanya karena kalian" Tegur Mama sedikit tergelak.

__ADS_1


Merasa puas mendapatkan pembelaan Gadis SMA itu melipat tangan di depan dada.


"Oh iya. Kak Nindy...tau ngak?" dengan berlari Xena menarik narik tangan Nindy seperti mendapatkan sesuatu yang menyenangkan.


"Apa coba..Kakak juga ingin tau!"


"Doi..aku ternyata juga suka sama aku huu..."


"Hmm..bagus dong..ngak bertepuk sebelah tangan" jawab Nindy antusias sekali bahkan ia tak pernah seantusias itu saat bersama ku.


"Ka..?" panggil Mama seolah minta penjelasan aku yang juga tidak paham hanya mengangkat bahu acuh.


Akhirnya aku dan Mama hanya melihat mereka berdua yang tanpak asik bagai teman sebaya. Namun bisa ku lihat Mama tersenyum bahagian melihat pemandangan itu, mungkin karena Xena sudah berubah 100℅ . namun berbeda dengan ku tanpak jengah dan bosan melihat ke akraban mereka hampir setiap kali bertemu.


Bersambung..


-


.


Bosan atau cemburu Sih..Raka???


Hadeh..adik sendiri jug di cemburuin..,😴


Terima kasih buat pembaca setia crita saya,😊

__ADS_1


__ADS_2