Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 2


__ADS_3

Tingg


Tiba tiba saja tubuh ku bergetar hebat mengakibatkan gunting di tangan ku jatuh. Bayangan wajah ibu berputar di memori pikiran seolah sebuah kaset rusak


Tubuh ku luruh kelantai beralaskan karpet bermotif bunga mawar.


Bayangan wajah ibu terus berputar di kepalaku hingga ku rasakan sakit yang luar biasa.


Setelah agak tenang ,aku tertawa hambar sudah seperti novel novel saja kehidupan ku ini


Ingin b u n d i r tapi tak jadi .


Hanya ingin membuat pembaca penasaran saja.


Krekk


Aku mendongak tak percaya ketika melihat ibu tiba tiba masuk dengan pelan beliau berlari kemudian memelukku erat.


Hingga akhirnya aku tergugu menangis sejadi jadinya menumpahkan sesak didada.


Lama kami berdua menangis menguatkan satu sama lain.


"Ayo cerita sama ibu nak, jadikan ibu teman curhat mu Nindy. Sebesar apa pun masalahnya kita berdua pasti bisa melaluinya nak. Nindy kuat, kita kuat nyatanya kita sudah berada di titik ini" tangis ku semangkin menjadi ketika membayangkan betapa kecewa nya ibu pada ku setelah mengetahui peristiwa malam tahun baru yang menimpa diri ini.


"Nindy sayang ibu" ucap ku di sela sela isak tangis


"Ayo cerita sayang, 19 tahun lamanya kita bersama ibu kenal sifat mu apalagi saat dalam masalah"


Ucap ibu semangkin membuat ku sakit hati. Oh tuhan andai tidak masalah seperti ini yang kau berikan mungkin aku tak akan serapuh seperti saat ini.


"Nindy sayang ibu"... Rasanya sesak sekali dada sekadar bernafas sangat sulit sekali.


"Cerita Nindy sayang.. Nindy kecil ibu"


Ucap ibu terlihat tegar meski air mata tak hentinya keluar dari wajah teduh itu.


Akhirnya ku ceritakan semua peristiwa yang menimpa ku ketika malah tahun baru itu.

__ADS_1


Kata demi kata terucap pedih melukai relung hati.


"Maafkan Nindy buk, pasti ibu menyesal sudah membesarkan Nindy, Nindy hidup cuma membuat ibu susah saja kan. Kalau begitu biarkan Nindy mengakhiri hidup ini buk, karena Nindy ngak mau lihat ibu susah lagi" ucap ku serak menahan sesak didada.


"Astagfitullah.. Istigfar nak istigfar"


"Jangan pernah katakan itu, Nindy tak pernah menyusahkan ibu bahkan Nindy harta paling berharga yang ibu punya"


Tangis ku semangkin menjadi..entah sesesak apa dada ini yg jelas tak bisa dilukisakn pada kata kata


"Nindy sayang kan sama ibu" aku mengganguk mantap.


"Jadi jangan pernah tinggalkan ibu, Nindy kuat ibu percaya kita mempu melalui semuanya" ucap ibu menyemangatu ku.


Mesku begitu aku bukan lah anak kecil yang bisa di bohongi ada gurat kecewa setelah mendengar cerita ku namun tak lama ibu telah merubah raut wajahnya


Oh Tuhan..


Ternyata engkau baik sekali pada wanita berdosa ini,engkau telah menitipkan wanita sebaik ibu.


"Maafkan Nindy buk" ucap ku pelan.


"Mari tidur nak, ibu temani"


"Iya bukk"


Akhir nya sisa malam yang tersisa kami habiskan tidur bersama melupakan sejenak masalah.


*


Pagi harinya ku coba menjalankan hidup seperti biasanya. Aku berharap tak ada masalah baru lagi menimpa ku


Terasa rindu pada Selina meningat masa sekolah dulu kami sering menghabiskan waktu bersama.


[Sel kamu ada waktu ngak untuk ketemuan]pesan ku


[Ngak ada Nin ,aku lagi sibuk] pesanya membuat ku kecewa.

__ADS_1


Biasanya ia akan menerima dengan senang hati katanya hal yang langka bila aku mengajak ngumpul sebab biasanya selalu ia yang mengajak nya.


[Baiklah]balas ku


[Udah jangan chet dulu ya..aku lagi sibuk] pesan nya membuat aku tercengang tak percaya biasanya ia sangat suka membalas chet demi chet ku. Tapi kini?


Mencoba berfikir positif mungkin ia lagi sibuk yang ku tahu setelah SMA ia berkerja di toko pamanya.


"Tok tok tok" meski malas aku tetap beranjak membuka pintu sebab aku yakin ibu sedang di dapur.


Tapi ternyata setelah di ruang tamu ibu juga ada di belakang ku .


Deghh


Tubuh ku terasa lemas mungkin sekarang seperti mayat hidup . bagaimana tidak setelah melihat ada lima orang ibu ibu komplek dan tiga orang bapak bapak termasuk pak Rw


Semakin membuat nyali ku ciut kerudung di tangan ibu Gayatri. Yah itu kerudung ku yang tertinggal pada peristiwa keji itu.


Kerudung kesayangan ku hadiah pertama dari ibu.


"Begini ibunya Nindy(panggilan untuk ibunya Nindy) .pasti ibu tahu tiga hari yang lalu malam tahun baru. Tentu banyak muda mudi yang menghadiri tak terkecuali Nindy, putri ibu" pak Rw memulai pembicaraan membuat detak jantung ku berdetak lebih cepat dari sebelumnya.


"Jadi pada malam itu sudah terjadi tak beres di warungnya ibu Gayatri. Sebagai Rw saya ingin kenyamanan pada masyarakat saya tentunya menanamkan syariat agama"


"Lalu hubungan dengan kami apa" potong ibu sudah tak sabaran lago pada pembicaraan inti.


"Jadi kami berpendapat pelakunya Nindy anak nya ibuk, sebab ada kerudung nya Nindy tertinggal. Dan jangan ngeles ini..bukan milik mu, aku tau pasti kau selalu memakai kerudung ini" sarkas ibu Gayatri menatap ku sengit.


Kembali dunia ku seolah runtuh. Tak puas puasnya masalah datang pada ku,baru semalam ingin memulai hijrah tapi sekarang masalah baru kembali datang.


menatap ibu meminta jawaban sekaligus untuk menjawab, semua ada di tangan ibu.meski aku tau ibu sedang berfikir keras untuk masalah ini.


Aku yakin pendapat ibu yang terbaik meski jika kami berakhir angkat kaki dari sini.


"Mohon dijelasakn agar tak terjadi kesalapahaman, tentunya yang masuk akal. Kalau pun iya.." pak Rw tak melanjutkan ucapan nya.


Oh tuhan aku akan tetap melangkah memainkan drama ini meski pun rasanya sakit sekali.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2