
Pov Anindya 2
Saat sedang mengendarai motor tiba tiba penglihatan ku melihat Xena sedang di pinggir jalan sekolah nya . sepertinya sedang menunggu ojek atau angkot.
"Yuk sama kakak.. biar kak Nindy anterin" sapa ku setelah sampai di depan gadis manis itu.
"Ngak ngerepotin kak?" tanya nya terlihat tak enak hati.
"Udah ..ngak papa..Yuk naik saja" jawab ku santai.
Hubungan ku dengan adik Raka ini cukup dekat. Meski awalnya ia orang yang dingin seperti kakaknya. Tapi percayalah?? Dia orang yang baik.
"Baiklah" putusnya kemudian.
Di sepanjang jalan kami terus saja berbicara menggundang tawa. Mengusir rasa bosan.
Dulu pertama aku mengenal Xena, ia anak yang jarang tersenyum apalagi tertawa tapi kini semuanya telah bisa ku lihat. Dan dia orang yang mengasyikan
"Gimana seru ngak sekolah nya?" tanya ku
"Ngak kak.. ngebosanin" jawab nya sedikit mengeraskan suara agar tak terbawa angin.
"Kenapa" Sahut ku heran.
"Karena ngak ada kak Nindy. Sebab hanya kak Nindy yang bisa bikin aku tertawa dan tersenyum, hal yang uda lama ngak aku lakukan". Jawabanya membuat ku semakin heran . kenapa hal mudah itu jarang ia lakukan.?
Ingin bertanya tapi ku urungkan karena rumah Xena sudah dekat.
" akhirnya sampai..." ucap ku memberhentikan laju motor.
"Yuk, mampir dulu kak.. minum minum"
Ingin menolak tapi rasanya tak enak hati untuk melihat wajah Xena yang berharap.
__ADS_1
"Tapi kakak ingin pulang Cepat Dek"
"Masuk lah Nindy. Sebentar saja setidaknya demi Xena. Semenjak ada kamu Xena lebih sering tersenyum dan tertawa hal yang uda lama ngak Tante lihat. Dan Tante bahagia melihat nya sekarang". Ungkap Tante Nayla telah berada du depan pintu.
Semakin heran dengan masalalu Xena?
"Baiklah.." Putusku membuat Xena tersenyum puas.
"Yuk masuk, Xena ganti seragam mu dulu. Nindy duduk dulu ya! Tante mau buat minuman dulu". Jawab Tante Nayla
" ngak usah repot repot Tan" pinta ku sungkan
"Sudah tak usah sungkan sungkan. Kamu duduk dulu di dalam juga ada Raka". Sahut Tante Nayla tersenyum hangat
" Raka "
"Iya, mungkin kalian butuh bicara"
Akhirnya aku mengikuti langkah mereka sampai ke ruang tamu. Ruangan ini cukup besar, disana ada Raka terlihat asik dengan handphone .
Merasa kasihan dengan kondisi nya sekarang ini, namun ku urungkan untuk menyapa.
Juga ikut fokus dengan ponsel layar mati.
Sampai akhirnya ia meletakan ponsel di atas meja. Aku pura pura fokus tanpa memperdulikan .
"Lama tak berjumpa Nin... Apa kabar mu?"
Aku mendongakan kepala menetapkan sopan santun.
"Allhamdullilah baik... kalau kamu?" tanya ku pula membalas.
"Oh, Seperti yang kau lihat ? Siapa yang baik baik saja dalam kondisi tak berguna seperti ini!, ku rasa tidak ada. Terlebih orang yang dicintai tak pernah datang sekadar memberi kekuatan untuk melawan rasa sakit". Jawab Raka melirik ku seolah sadar diri aku hanya membuang muka.
__ADS_1
Namun aku mencoba untuk tidak baperan dengan Ucapan terakhir pria itu.
Tak lama Tante Nayla datang dan membawakan minuman jus dan cemilan. Setelah itu ia pergi seolah memberi ruang untuk kami bicara.
"Minum lah dulu.. biar Fresh" pinta nya sambil meraih gelas berisi jus buah tersebut.
Serba salah akhirnya aku pun ikut meraih gelas dan menyerup nya pelan. Beberapa kali.
" Maaf kan saya, tentang kecelakaan itu. Seharusnya urusan dengan Daniel tua bangka itu urusan ku .tapi, kau ikut mendapatkan imbasnya". Ucap nya
"Jangan di pikirkan.." jawab ku sekenan nya
"Ya, Ya". Iya mengganguk kan kepala
" Apakah nanti kau bisa ke kantor polisi" pinta ku kemudian
"Itu hal yang mudah, Meski menyusahkan Mama. Oh iya! Apakah kamu tau siapa yang menguak kasus Papa?" tanya nya.
"Paman Bagas dan Tante Ria.. Mereka yang menguak kasus papa mu dan orang tua kak Yoga". Jawab ku pula
" kenapa baru sekarang?" tuding nya lagi
"Silahkan tanya pada orang nya sendiri. Nanti di kantor polisi" Sahut ku .
"Oke tidak masalah... Oh iya, bagaimana dengan urusan kita berdua . Maksud saya apakan kamu menerima saya. Kalau masalah kondisi saya seperti ini tenang saja, hitung waktu semuanya akan baik baik saja.
Ayo jawab sekarang? Atau kamu lebih memilih Yoga, Tapi kau tak takut jika nantinya kalian ada masalah dia akan mengungkit masalalu mu.
Ya meski pun Adik sepupuku itu ,orang yang sholeh tapi dia kan manusia juga yang pernah khilaf, bukan"
Aku tersenyum miris mendengar semua itu memang ada sedikit benar adanya. Tapi kak Yoga saja sekarang tak ada kabar??
-
__ADS_1
Bersambung...