Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru

Kesucianku Hilang Di Malam Tahun Baru
BAB 61


__ADS_3

(Pov Selina)


....


"Lepasin gue..Bangsad''aku masih terus meronta ketika pereman berwajah garang itu menyeret ku masuk ke dalam rumah yang desain nya cukup mewah namun sepi sekali.


" tenang lah Cantik.."Ucap pria tua dengan lembutf terkekeh pelan, sambil mengusap kepala ku tertutup jilbab.


"Cepat bawa dia masuk. Setelah ini pulang lah kalian, uang nya akan saya transfer"


Ke tujuh pereman itu mengganguk lalu pergi. Aku menatap tajam peria tua sudah berkepala empat itu. Ingin sekali mencakar cakar muka nya.namun dalam kondisi tangan diikat seperti ini aku bisa apa?


"Sumi...Sumi..Sumi.." teriak Lelaki tua itu.


Tak lama wanita seumuran Mami datang dengan terkopoh,ada rasa keterkejutan di wajah wanita paruh baya itu saat melihat diriku.


"Dia adalah calon isteri saya. Sementara waktu dia disini dulu ,saya tak mau isteri dan anak anak saya tahu.


Satu lagi, jangan sampai ia kabur...Jaga dia baik baik dan perlakukan dia seperti Nyonya.mengerti."


"Mengerti Tuan"


"Cuih...Aku tak sudi menikah dengan kau lelaki tua. Saya pastikan secepatnya suami saya akan menemukan saya dan membawa pulang. Tunggu kematian anda secepatnya ." tekan ku berapi api meluapkan segala emosi.


Plakkk..


Satu tamparan keras mendarat pada wajahku hingga menoleh kesamping. Sekuat hati menahan untuk tidak menangis agar ia tak menggangap ku wanita lemah.


Rasa sakit ini akan terbalaskan nanti. Aku pastikan itu. David aku menunggu mu disini. Jerit ku dalam hati meski rasa kahwatir tetap ada pada kondisi suamiku itu. Di tambah di keroyok oleh bajinga*n itu.


"Terserah. yang penting secepatnya kamu akan menjadi isteri saya. Masalah suami mu yang banci itu sudah mat¡" ucap nya mencengkram rahang ku kuat.


Lagi lagi aku menahan rasa sakit..untuk kuat di depan nya.


Kali ini aku tak menjawab, dengan kasar ia menghempaskan wajah ku.

__ADS_1


"Urusan dia..besok pagi saya datang lagi."


"Ba-baik tuan"


Setelah itu lelaki tua bangka itu pergi membanting pintu kasar.


Dengan cepat wanita paruh baya bernama Sumi itu mengunci pintu. Lalu menghampiri ku.


"Lepaskan tangan saya. Biarkan saya pergi" tekan ku pada wanita itu.


"Tidak nyonya..saya tidak bisa. Baiknya Nyonya istirahat ,mari saya teman kan"


"LEPASKAN SAYA" hardik ku kuat hingga wanita itu terlonjat kaget.


"Tidak Nyonya, saya tidak bisa. Mari ikut saya! Akan saya obati sudut bibir anda yang terluka seperti nya berdarah" Ucap tegas sambil membawa ku ke suatu ruangan ,kamar.


Wanita itu membawa obat P3K lalu duduk di hadapan ku. Dengan pelan pelan ia mengobati sudut bibir ku yang memang perih akibat tamparan lelaki tua sialan itu.


Mengigat nya saja membuat ku ingin membunu*h siapa pun orang di hadapan ku.


Dengan kasar ku tendang kotak P3K itu hingga jatuh kelantai. "Siapa pun kamu,aku tak peduli. Lepaskan saya..saya tidak ada urusan dengan anda" teriak ku murka.


Awalnya mulut itu terbuka ingin bicara namun kembali tertutup rapat. Hingga tak ada satu kata pun yang terlontar oleh nya.


Ia beranjak keluar kamar, cukup lama ia tak terlihat hingga aku memikirkan ide untuk pergi dari sini. Setidaknya mencari benda tajam untuk membuka tali ini.


Namun aksi ku terhenti ketika wanita itu masuk lagi dengan sepiring nasi dan segelas air putih.


"Ayo makan dulu Nyonya. Anda pasti lelah belum makan"


Aku membuang muka ketika ia mencoba menyuapi ku . tak sudi makan disini ,pastilah semua fasilitas ini milik tua bangka itu.


Selapar apa pun aku , takf sudi makan disini


"Jauhi dari saya..Saya tidak mau makan"

__ADS_1


"Se sendok saja..Nyonya" bujuk nya


"Saya tidak mau. Ya tidak mau. Pergi dari sini"


"Tapi nyonya"


"PERGI" teriak ku lantang.


Tanpa berkata apa pun lagi ia melangkah pergi mengunci pintu rapat .lalu benar benar hilang dari pandangan.


"Hey..jangan kunci pintu nya" Teriak ku namun tetap tak ada jawaban membuat ku berteriak kuat meluapkan segala rasa emosi ,kahwatir dan takut.


Jika David terlambat kesini apa yang terjadi dengan ku, ?. Aku menggeleng kepala kuat menepis segala prasangka buruk. Aku yakin pasti David akan segera kesini.


Akhirnya dari tadi sekuat hati menahan tangis. Kini tangis ku pecah juga, Tak sekalipun terbayang akan bernasib seperti ini.


Seharian suntuk berada disini hampir membuat ku gil4 hanya bisa duduk berdiam diri. Wanita tadi tak pernah datang lagi sebab sudah tiga kali ia masuk keluar mengajak ku makan , selalu ku tolak dengan kasar.


Bahkan jika ada peluang akan ku banting saja piring itu dengan kaki.


"Dia tidak mau makan dari pagi tadi tuan."


"Apa..bagaimana bisa?"


"Sudah saya paksa tuan. Tapi dia benar benar keras kepala"


"Baiklah, saya yang akan memberi nya"


Sayup sayup aku mendengar suara di luar, Dan aku mengenali suara lelaki itu berhasil membuat nyali ku ciut.


Krekk


Pintu terbuka menampakan sosok pria tua bangka itu dengan tangan nya memegangi piring.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2