
(pov Anindya)
.........................................................
"Gimana kalian uda selesai blum?" teriak Mama Nayla dari luar.
"Kamu uda selesai dik?" Kali ini Raka pula yang bertanya.
"Sudah.." jawab ku.
Lalu kami melangkah keluar kamar di mana telah berada Mama Nayla dan juga Xena, tanpa cantik dengan kebaya mereka.
Mungkin hari ini adalah hari kebahagiaan kami, tepatnya hari kebahagian Kak Yoga dan juga Tiara . sebab hari ini adalah hari pertunangan mereka.
Meski pun hanya lewat perjodohan tapi tak menutup kemungkinan mereka bisa bahagia, di lihat mata mereka adalah pasangan cocok.
Selain cantik dan tampan mereka juga sama sama sholeh sholeha , sama sama lulusan agama yang bagus.
"Yasudah ,kita berangkat sekarang!"tanya Raka.
Kami mengganguk kemudian berlalu kemobil siap melanjutkan perjalanan. Di dalam mobil hanya ada keheningan masing masing larut dalam pikiran.
" Semoga Yogs bisa bahagiain Tiara yah. Mama tahu betul dari kecil Tiara anak yang yang mandiri.." Tiba tiba Mama Nayla membuka obrolan.
"Inn syaa Allah Ma, doa kan saja yang terbaik" sahut ku pula."
"Iya, jangan do'ain agar mereka ngak bahagia dan putus, Biar bisa balik lagi sama si Yoga. Ngak baik, uda punya suami juga?" Raka menyela dengan pelan.
__ADS_1
"Apa'an kak Raka. Ngak kedengaran, bicara yang besar lah dikit" teriak Xena dari belakang.
Mungkin Raka sengaja bicara pelan sebab hanya privasi kami berdua saja. Aku menatap nya sebentar lalu membuang muka.
Badmood rasanya mendengar sindiran suamiku itu, siapa juga yang seperti itu.
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya kami telah sampai di tempat tujuan,Terlihat telah banyak orang . seperti nya sebagian orang orang penting seperti kiyai dan ustad ustad..Pantas saja secara Tiara adalah cucu seorang ustad terpandang.
"Mama masuk dulu, mau ketemu Ria...Ya!"
"Terus Xena kemana Ma?. Ngak mungkin jadi obat nyamuk Kak Raka"
Kami terkekeh pelan melihat wajah kesal gadis SMA itu. "Yasudah ,ikut Mama saja. Sebenarnya pergi kemana mana juga ngak akan hilang. Kan uda besar" kelakas Mama Nayla kemudian menarik Xena .
Tak lama sosok mereka hilang di telah tamu undangan.
"Tapi kok di depan amat itu. Di belakang saja" tolak Raka.
"Tapi aku mau nya di sana, kan lebih dekat dan bisa lihat acara nya dengan jelas. Ya,Ya sayang" Bujuk ku sambil berbisik padanya saat kata terakhir.
"Oke"
Akhirnya kami memilih duduk di bangku barisan no dua, cukup dekat dengan dengan acara yang akan di mulai.
Lumayan lama kami duduk diam disini menunggu acara di mulai, Rasa bosan ku rasakan dengan jelas di tambah Raka hanya diam tak ada mintt membuka obrolan.
"Assalamualaikum warhomatullahi wabarokatuh... selamat pagi semuanya para hadiri rahimah Kumullah, Acara pertunangan Akan segera di mulai oleh sebab itu duduk yang tertip dan manis yaa!!" Mc telah mengumunkan baha acara akan di mulai.
__ADS_1
Detik itu juga kurasakan dunia seolah berputar putar sedikit mengelap. Pusing sekali rasanya, namun sebisa mungkin aku menahan untuk tidak pingsan di sini.
"Mas, pulang yuk!" ajak ku meraih lengan nya.
"Ngawur ,acara juga baru di mulai. Apa kamu ngak sanggup ya lihat Yoga bahagia di hari pertunangan nya.
Kali ini aku tak bisa menahan semuanya. setiap urusan dengan Kak Yoga ,Raka selalu mengungkit ngungkit masalalu. Kecewa tentu saja.
Tanpa berkata apa apa lagi aku bangkit, menahan rasa pusing yang tiba tiba menghampiri.
Pulang naik apa pun lebih baik dari pada melihat Raka suami ponsensief ku itu.
Lama aku memperhatikan tukang ojek ataupun taxi tapi tak juga terlihat sedangkan rasa pusing semakin menjadi.
Aku yang tak kuat lagi menahan dunia seolah berputar putar pasrah akan jatuh sebab tak kuat lagi menopang tubuh.
" Astgfirullah Nindy..Maaf ya masalah tadi, kita kedokter sekarang. "
"Udahlah, aku bisa sendiri" Ketus ku mendorong dada suamiku itu, Namun bukanya melepaskan ia semakin merapatkan tubuh kami.
"Jangan Ka. Di tempat umum" sahut ku membuang muka ketika wajah kami nyaris tak berjarak lagi.
"Kamu pucat. Kita pulang saja ya, kamu istirahat" Ucap Raka masih menatap ku lekat.
"Aku bisa pulang sendiri" Jawab ku mencoba melepaskan diri dari dekapan pria itu.
Bersambung...
__ADS_1