Keterikatan Cinta

Keterikatan Cinta
Award Liburan


__ADS_3

"Sayang, mommy mau ke toilet sebentar. Kau mau ikut?"


"No mommy, aku akan menunggu di sini."


"Baiklah, jangan kemana - mana. Mommy janji hanya sebentar."


"Okey."


Kamisha meninggalkan Axel sendiri. Ia menuju ke toilet yang letaknya tak jauh dari ruang pesta.


"Hei, Misha tunggu."


"Tina?"


"Kau main curang ternyata." ucap Tina sambil memegang dagu Kamisha.


"Apa maksudmu?" tanya Kamisha kebingungan.


"Tina, aku kan sudah bilang, hati - hati di kantor kita ada pengkhianat dan penjilat." ucap Kyara tersenyum sinis ke arah Kamisha.


"Award itu seharusnya milik kami dari tim satu, tapi ternyata kau main belakang dengan menyuap pak Xander bukan? dasar wanita murahan!"


"Jangan berkata sembarangan kalau kalian tidak memiliki bukti."


"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kau masuk ruangan pak Xander sehari sebelum acara ini di mulai." ucap Tina


"Aku ke ruangannya untuk mengucapkan terima kasih, karena tempo hari dia sudah menyelamatkanku!"


"Halah, tidak usah berbohong. Wanita licik sepertimu bisa melakukan apa saja demi ambisi. Kau beri apa pak Xander? tubuhmu?"


"Cukup! kalian sudah menghina harga diriku! minggir! anakku sudah menungguku!"


Tina dan Kyara menghalangi jalan Kamisha. "Kyara pegangi dia," perintah Tina. "Ini tidak bisa di biarkan, ia harus di beri pelajaran."


"Hei, apa yang kalian lakukan!" teriak Kamisha. "Kyara lepaskan! aku ini bulikmu!" Kamisha meronta - ronta berusaha melepaskan diri dari pegangan Kyara.


"Pegang yang erat Kyara!" perintah Tina. Ia mengambil air bekas pel yang akan di guyurkan di tubuh Kamisha.


Ya tuhan aku tidak menyangka mereka senekat ini demi sebuah award. Apalagi Kyara keponakanku sendiri dengan teganya memperlakukan aku seperti ini batin Kamisha.


Bukan Kamisha namanya jika tidak bisa lolos dari situasi seperti ini. The power of emak - emak, kalau sudah nekat bisa melebihi tenaga pria. Tangan mungkin dia tidak bisa melepas dari pegangan Kyara. Tapi ia masih punya kaki. Dengan sekuat tenaga ia menendang Tina yang akan mengguyurnya dengan air bekas pel. Tubuh Tina terdorong kebelakang. Dan alhasil air itu mengguyur tubuhnya sendiri.


"Aaacchhh! kurang ajar kamu Kamisha!" teriak Tina histeris. Kyara dengan spontan menolong Tina. Kesempatan itu tidak di lewatkan oleh Kamisha dan ia segera lari keluar.


Begitu sampai diluar kamar kecil ia bernapas dengan lega. Menata sedikit gaunnya yang berantakan sebelum pergi ke ruang pesta.


"Kenapa mommy lama sekali?"


"Maaf sayang, di toiletnya antri." jawab Kamisha. "Kita pulang sekarang ya."


"Tapi aku belum makan besar mommy, perutku lapar."


"Iya sayang kita makan di luar ya. Hmmm bagaimana kalau bakso?"


"Aku mau... aku mau bakso yang paling besar."


"Ayo," Kamisha menggandeng tangan Axel.


"Kalian mau kemana? kok buru - buru. Takut kita minta traktiran ya?" goda Laras yang tiba - tiba menghampiri Kamisha dan Axel.


"Eh... nggak lah. Aku agak capek." jawab Kamisha sekenanya.


"Kita ucapkan selamat ya, Sha. Baru tahun ini tim kita dapat award." ucap Norman.


"Iya sama - sama, ini juga berkat kerja sama dan kekompakan tim kita semua."


"Sha, tangan kamu kenapa?"

__ADS_1


"Oh, ini tadi di toilet."


"Kenapa di toilet?" desak Laras.


"Kena pintu."


Laras menarik tangan Kamisha. "Ini bukan kena pintu, Sha. Ini bekas cakaran."


"Ssstt.. besok aku ceritakan. Ada Axel." jawab Kamisha sambil melirik Axel.


"Aku tunggu penjelasanmu."


"Oke."


Kamisha kembali menghampiri Axel dan segera pamit untuk pulang.


"Tangan mommy tidak apa - apa?"


"Mommy baik - baik saja Axel."


Akhirnya Kamisha sampai di depan lift. Ternyata lift penuh tapi masih muat untuk dia dan Axel.


"Misha, selamat ya."


"Ah iya, terima kasih."


Beberapa karyawan dari bagian lain memberikan selamat untuk Kamisha. Pintu lift terbuka di lantai berikutnya. Beberapa orang keluar dan beberapa tamu masuk ke dalam. Membuat Kamisha dan Axel yang masih berada di dalam mundur ke belakang.


"Mommy aku tidak bisa napas." ucap Axel setengah berbisik.


"Mommy gendong ya?"


"Tangannya mommy kan sakit."


"Tidak apa sayang." jawab Kamisha. Ia menggendong Axel. Entah kenapa hari ini banyak tamu yang keluar masuk lift ini.


"Tidak, Axel. Kamu tenang saja mommy orang yang kuat. Ayo beri mommy kecupan."


Axel mencium pipi Kamisha.


"Sha," panggil seseorang yang membuat Kamisha menengok ke samping. Ternyata di sampingnya ada beberapa karyawan hotel di bagian tehnik.


"Ya,"


"Anakmu?"


"Iya, namanya Axel."


"Suamimu mana?"


"Aku tidak punya suami." jawab Kamisha.


Karyawan itu berbisik dengan temannya. "Hamil di luar nikah kali." selang beberapa waktu setelah ia mengatakan itu wajah mereka menjadi pucat karena melihat sesuatu.


Bisikan mereka itu jelas terdengar membuat wajah Kamisha memerah, malu, marah tapi tidak bisa berbuat apa - apa.


"Mommy aku ingin keluar." rengek Axel.


"Ya, setelah ini sayang." jawab Kamisha. Ia sebenarnya tahu kalau Axel juga mendengar perkataan mereka.


Ting... pintu lift terbuka. Kamisha ingin keluar akan tetapi karena posisi lift penuh, sambil menggendong Axel dan memakai high heels dia agak kesusahan. Bahkan ada pria berbadan tambun yang tak sengaja menyenggolnya dan hampir membuatnya terjatuh. Beruntung sebuah tangan kekar dengan sigap menyangga tubuhnya.


"Terima kasih, maaf merepotkan." ucap Kamisha yang masih menunduk ke bawah.


"Om Xander." teriak Axel.


Kamisha mendongakkan kepalanya dan melihat tangan siapa yang telah menyangganya dari jatuh. Ya itu Xander, pria yang sekarang ini menjauhi darinya, pria yang sekarang ini selalu menghiasi mimpinya.

__ADS_1


"Maaf pak Xander."


"Tidak apa - apa." ucapnya datar tanpa ekspresi. "Axel sini om gendong." kali ini tersenyum sangat ramah.


"Yeay."


Kamisha menyerahkan Axel pada Xander. Heh kalau denganku wajahnya dingin betul kayak mau mencabik - cabik dagingku, tapi kalau dengan Axel atau yang lain langsung berubah manis batin Kamisha.


Tak lama mereka sampai di basement oarkir. Xander menurunkan Axel dari gendongan.


"Terima kasih pak, kami permisi dulu."


"Terima kasih, om."


"Ya Axel, hati - hati di jalan, nyetirnya pelan - pelan saja, ini sudah malam."


"Harusnya om mengatakan itu pada mommy, bukan padaku."


"Ah sama saja, om pergi dulu."


Kamisha tersenyum, yah lumayanlah sudah mau memperhatikan kami batin Kamisha senang.


🍁🍁🍁🍁


Mata indah itu menatapku dengan tajam, meluluh lantakkan tulang - tulangku. Membuatku lemah tak berdaya hanya pasrah ketika dia merengkuh bahuku dan menariknya dalam pelukannya.


"Xander, apa yang kau lakukan?"


"Aku ingin menikmati bibirmu, Misha."


"Kau sudah tidak marah padaku?"


"Aku marah karena tidak bisa memilikimu, memelukmu dan juga mencium bibirmu."


Tangan Xander membelai lembut pipi Kamisha. Kening mereka saling bersatu. Kamisha memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan Xander yang memberikan sensasi yang belum pernah ia rasakan.


Napas memburu dari Xander dapat Kamisha rasakan. "Sha, ijinkan aku."


"Lakukan Xander, aku menginginkannya."


Bibir Xander yang seksi dengan ditumbuhi bulu - bulu halus di sekitarnya mulai menciumi singkat bibir Kamisha. Sedikit lenguhan keluar dari mulut Kamisha. Itu tandanya ia sangat menyukainya.


Lidah Xander mulai menyapu bibirnya, memberikan sensasi basah. Perlahan Kamisha membuka mulutnya agar Xander berbuat lebih untuk mengekplor bibirnya.


"Mbak! mbak Misha! bangun!"


Kamisha terbangun dari mimpi indahnya, napasnya tersengal - sengal, seolah - olah itu adalah nyata. Sial, kenapa aku bisa bermimpi sejorok itu pikirnya.


"Ya mbok."


"Kita sudah hampir sampai di bamdara."


Kamisha mendengar arahan dari pilot dan pramugari, ternyata memang benar mereka akan landing di bandara Ngurah Rai.


Kamisha memakai tiket hadiah liburan dari hotel dengan memboyong Axel dan mbok Sri. Kalau dulu Kyara tidak marah dengannya, sudah dipastikan yang ikut adalah dia. Tapi kerja keras mbok Sri juga patut di perhitungkan untuk menikmati liburan gratis. Kamisha rasa mengajak mbok Sri adalah pilihan yang tepat.


Setelah sampai di bandara Ngurah Rai. Mereka beserta karyawan lsin yang mendapat award segera naik mobil yang sudah dipersiapkan perusahaan dan kemudian menuju hotel 'Hadid Paradise' yang ada di Bali.


Axel sangat senang karena ini pertama kalinya ia ke Bali. Tak membutuhkan waktu lama mereka sampai dan di sambut di sana. Semua rombongan di berikan kalung bunga, minuman ringan dan beberapa camilan sebagai ucapan selamat datang.


"Selamat datang di hotel kami yang di Bali, Kamisha."


"Mama Atta?" Kamisha keheranan.


"Om Xander!" teriak Axel yang langsung berlari memeluknya.


"Pak Xander? kok bapak bisa ada disini?" Kamisha tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Pria yang baru saja ia impikan di pesawat. Tahu - tahu secara nyata sudah ada di hadapannya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


__ADS_2