Keterikatan Cinta

Keterikatan Cinta
Anniversarry Hotel 2


__ADS_3

"Ayo kita turun." ucap mama Attalia begitu sampai di depan hotel. "Ayo biar oma yang gandeng Axel."


"Baik oma." dengan patuh Axel turun dari mobil.


Kamisha bersiap untuk turun. Ini pertama kalinya ia mengenakan gaun seperti itu jadi membuatnya agak kerepotan.


"Kau tidak nyaman? kau bisa ganti baju?" ucap Xander sambil melihat jam tangannya. "Masih ada waktu."


"Nggak, aku nyaman kok. Cuma___." Kamisha tidak meneruskan perkataannya.


"Cuma apa?"


"Terus terang aku gugup. Rasakan ini, tanganku dingin bukan?"


"Kenapa harus gugup? bukankah kau pernah menghadiri acara seperti ini sebelumnya?"


"Iya, tetapi sebagai karyawanmu bukan sebagai nyonya Xander." jelas Kamisha. "Lihat kau begitu tampan mengenakan setelan jas itu, sedang aku terlihat udik." Kamisha memanyunkan bibirnya.


"Siapa bilang kau terlihat udik, kau sangat cantik malam ini."


"Benarkah?" mata Kamisha langsung berbinar.


Xander menjawab dengan anggukan. "Ayo masuk ke dalam." ajaknya sambil memberikan lengannya untuk Kamisha. "Ini agar kita terlihat seperti pasangan yang bahagia."


"Iya aku tahu."


Mereka bersama masuk ke dalam hotel langsung menuju hallroom di mana pesta akan di adakan. Axel tak henti - hentinya berdecak kagum ia berlari ke sana kemari, melihat berbagai macam makanan.


"Axel sayang jangan lari - larian, acara belum dimulai."


"Tapi aku ingin melihat aneka coklat yang ada di sana mommy."


"Axel, ingat apa yang mommy katakan di rumah."


"Heh, baiklah." jawab Axel sambil tertunduk dengan raut muka kecewa.


"Hei, kenapa anak daddy cemberut?"tanya Xander.


"Mommy menyuruhku untuk duduk, padahal aku ingin melihat coklat yang ada disana."


"Oh, itu masalah mudah. Tunggu sebentar." Xander menghampiri Kamisha yang sedang berbincang dengan beberapa tamu. "Sayang, kenapa kau melarang Axel makan coklat di sana?" tanya Xander sambil melingkarkan tangannya di pinggang Kamisha dan memberi kecupan ringan di pipi.


Kamisha terkejut dengan sikap Xander. "Aku__ aku__."


"Maaf, istri saya ini terlalu posesif apalagi masalah anak." jelas Xander pada tamu. Mereka hanya tersenyum melihat kemesraan itu. "Aku akan mengajaknya makan coklat di sana." ucap Xander lagi.


"Kau terlalu memanjakannya." gumam Kamisha.


"Terima kasih sayang." ucap Xander tersenyum. "Permisi silahkan dilanjut mengobrol dengan Misha, saya akan membawa anak kami makan coklat." pamit Xander.


Mata Kamisha berkaca - kaca mendengar Xander berkata seperti itu. Ia merasa seperti dilindungi martabat dan harga dirinya. Berbeda dengan dulu yang terkadang orang memandang rendah dirinya sebagai seorang single parent tanpa tahu cerita sesungguhnya.


Aku bahagia bisa menjadi bagian dari perjalanan hidupmu, Xander batin Kamisha sambil memandang suaminya itu menggandeng Axel.


Tak berapa lama acara segera dimulai. Semua tamu duduk untuk menyaksikan acara inti. Nanti Xander akan berpidato dan memotong kue sebagai simbol perayaan anniversary hotel. Kamisha masih sibuk membersihkan mulut Axel yang belepotan coklat. Agar ketika mereka ke panggung nanti tidak membuat malu keluarga besar Xander.


Tibalah dimana Xander maju untuk memberikan pidato pada tamu dan semua karyawannya. Kamisha menggandeng mama Attalia dan Xander menggandeng Axel.


"Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan semua karyawan dan terutama untuk mama, istri dan anak saya. Tanpa mereka saya tidak akan berdiri disini dengan membawa keberhasilan."


Pidato di sambut dengan tepukan yang riuh dari semua tamu. Acara dilanjutkan dengan potong kue dan makan malam bersama.


"Kau mau makan sesuatu?"


"Nanti saja, aku mau menemui beberapa klien dan teman - temanku disana. Kau temani mama dulu."


"Baiklah aku kesana." Kamisha di sibukkan dengan melayani mama Attalia dan Axel, yang minta macam - macam kue dan coklat.


Sementara itu...


"Ini saatnya kamu beraksi." bisik Tina. "Aku akan mengawasi Kamisha."


"Oke." jawab Kyara. Ia menarik napas panjang sebentar sebelum melakukan aksinya. Ia berjalan pelan dengan wajah anggun menghampiri Xander yang saat itu baru menyapa seorang tamu.


"Hai.. bisa bicara sebentar?"


"Kau tidak tahu aku sedang bicara dengan tamu."


"Hanya sebentar saja." jawab Kyara setengah memaksa.


"Ehmm, pak Xander kalau begitu saya akan gabung dengan teman - teman yang lain. Nanti obrolan kita sambung sambil main golf. Bagaimana?"


"Baiklah pak Trisna, silahkan menikmati hidangan." ucap Xander. Ia kemudian memandang Kyara. "Apa yang mau kau bicarakan? disini aku atasanmu."


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas keberhasilanmu dan juga pembangunan hotel di Jogja. Apakah karena aku berasal dari sana?"


"Bukan, itu karena Kamisha istriku sangat mencintai Jogja."


"Oh sorry, aku kira kau masih menyisakan sedikit rasa untukku."


"Aku sudah menikah Kyara, mari kita lupakan kejadian yang lalu. Mari kita berdamai dengan keadaan."

__ADS_1


"Aku ingin minta maaf dan berjanji tidak akan mengganggu kalian." ucap Kyara dengan wajah memelas.


"Aku sudah memaafkanmu tapi apa kau sudah minta maaf dengan Kamisha? dia adalah orang yang paling banyak kau sakiti. Seharusnya kau minta maaf dulu padanya."


"Ya setelah ini aku akan menemuinya."


"Bagus."


Kyara kemudian menyerahkan segelas minuman pada Xander. Dengan wajah bingung Xander menerimanya. "Untuk apa?"


"Ini sebagai awal kita berteman lagi, sebagai keluarga, tanpa ada permusuhan karena kau telah memaafkan aku." jawab Kyara. Ia kemudian mengangkat gelas. "Cheers." ia bersulang dengan Xander.


Xander tanpa ragu dan curiga meminumnya.


Dengan tatapan tajam Kyara terus memperhatikan Xander minum minuman yang dia berikan "Aku permisi dulu, aku akan menemui mbak Misha."


Xander melihat kepergian Kyara. Ia merasa sedikit lega, istrinya pasti akan senang karena Kyara akan minta maaf, tidak akan bentrok lagi. Ia menghargai Kyara yang mempunyai itikad baik untuk meminta maaf. Tapi ada sesuatu yang mengganjal pikirannya. Tapi apa.. Entahlah Xander sendiri juga tidak tahu yang penting istrinya itu bahagia dan keluarganya kembali utuh tanpa ada permusuhan.


Aduh kenapa tiba - tiba kepalaku pusing keluhnya.


Xander berusaha berjalan mendekati Kamisha karena terus terang badannya terasa panas dan berkeringat. Belum sampai ia menghampiri Kamisha, Kyara datang.


"Ada apa Xander? kepalamu pusing?"


"Entahlah, antar aku pada Kamisha."


"Oke."


Kyara memapah Xander tapi tidak membawanya pada Kamisha tapi justru berjalan menuju pintu samping yang sudah di buka oleh Tina sesuai rencana mereka.


🌸🌸🌸🌸


"Mommy.. mommy aku mau itu."


"Cukup Axel, kau sudah makan coklat terlalu banyak. Nanti perutmu sakit." ucap Kamisha sambil kedua matanya mencari Xander.


"Benar yang dikatakan mommy mu." timpal mama Attalia.


"Ah mommy tidak seperti daddy." ucap Axel cemberut.


"Oya dari tadi mommy tidak melihat daddy."


"Mommy kangen?" goda Axel.


"Dari tadi daddymu belum makan Axel, mommy khawatir karena kemarin habis sakit."


Tiba - tiba.. drrrttt.. drrtt.. handphone Kamisha berdering, ada panggilan dari nomor yang tidak dia kenal.


"Halo."


"Tunggu ini dari siapa?"


"Minta cardlock kamar 3013 pada bagian resepsionis."


"Hei, ini siapa?"


panggilan terputus. "Halo.. halo.."


"Ada apa, Sha? ada masalah?"


"Aku titip Axel sebentar ya, Ma."


"Baik. Hati - hati." jawab mama Attalia.


Kamisha segera bergegas keluar dari ruang pesta dan segera menuju ke kamar 3013. Ia khawatir dengan keselamatan Xander.


Sementara itu Kyara dan Tina membawa Xander dengan susah payah, karena jalannya sudah sempoyongan. Akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam lift.


"Heh.. heh.. Kyara, mau kau bawa kemana aku? mana Misha?" tanya Xander dengan suara terengah - engah. "Hufh.. panas.. panas."


"Aduh kenapa liftnya lama sekali." keluh Kyara. "Obat itu ternyata lebih cepat reaksinya."


"Mana aku tahu, temanku bilang sepuluh sampai lima belas menit."


"Mana kita masih di dalam lift lagi."


"Sudah diam, jangan bawel! aduh pak Xander berat banget." bentak Tina.


Ting.. pintu lift terbuka.


"Yes, ayo cepat kita bawa ke kamar." Kyara berteriak kegirangan.


Kyara dan Tina kembali memapah Xander keluar dari pintu lift menuju ke kamar yang sudah mereka pesan.


"Mau kemana kalian?" tiba - tiba suara seorang perempuan memergoki perbuatan mereka.


Kyara dan Tina memghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Heny? kamu__."


"Kenapa? kaget aku tahu rencana busuk kalian?"

__ADS_1


"Minggir jangan ikut campur masalahku!" teriak Kyara.


"Minggir? jangan harap aku akan membiarkan kau menjebak pria tak bersalah ini. Hei sadar dia ini suami bulikmu!"


"Aku tidak peduli. Jika menghalangi rencanaku kau akan tahu akibatnya."


"Aku tidak takut dengan ancamanmu. Aku bukan om Dimas yang lemah terhadapmu."


"Misha.. aku kepanasan.. aku gerah." gumam Xander di sela - sela pertengkaran Kyara dan Heny.


"Tina, kau bereskan Heny. Aku akan membawa Xander ke kamar. Kita sudah kehabisan waktu."


"Oke, good luck." ucap Tina sambil menghalangi Heny yang ingin merebut Xander.


"Apanya yang good luck? mau dibawa kemana suamiku?!" teriak Kamisha.


"Mmmb__mmbak Misha? bagaimana mbak Misha bisa sampai disini?" tanya Kyara tambah panik.


"Aku yang memberi tahunya." ucap Heny puas.


"Brengsek kamu ya!" ucap Tina, ia akan menampar Heny tapi dengan sigap Heny menangkisnya dan membalas Tina dengan pukulan di pipinya. "Mbak Misha bawa pak Xander pergi, biar aku tangani kedua tikus ini! Mereka sudah memberi pak Xander obat perangsang."


"Kau sudah bertindak gila, Kyara!" teriak Kamisha.


Dengan sekali gerakan Kamisha berhasil menarik Xander hingga jatuh dalam pelukannya. Kyara yang kaget ingin merebut kembali tapi dihalangi oleh Heny. "Jangan harap kau bisa melancarkan rencana busukmu itu."


"Kurang ajar kau!" Kyara menerkam dan menjambak rambut Heny begitupun dengan Tina yang juga ikut mengeroyok.


"Mbak Misha, pergi dari sini! cepat!" teriak Heny yang masih berusaha menghalau serangan - serangan dari Kyara dan Tina.


"Kamu bagaimana?"


"Sudah jangan hiraukan aku! cepat pergi dari sini!"


"Oke.. oke.. terima kasih Heny." ucap Kamisha sambil memapah Xander menuju ke kamar 3013.


Mudah - mudahan Heny tidak kenapa - napa dan bisa mengatasi mereka berdua batin Kamisha.


Setelah sampai dan masuk ke dalam kamar ia bernapas dengan lega. Ia meletakkan Xander di atas tempat tidur.


"Huff.. hari yang melelahkan." Kamisha menyeka keringatnya. Ia mengatur suhu AC sehingga tambah dingin. Kamisha mengambil botol air mineral dan meminumnya. "Huh.. segarnya." ucapnya.


Tiba - tiba seseorang memeluknya dari belakang.


"Misha.. Misha aku kepanasan aku gerah."


"Xander apa yang kamu lakukan?"


"Aku membutuhkanmu, Misha." ucap Xander sambil membalikkan tubuh Kamisha hingga mereka saling berhadapan.


"Kau kena pengaruh obat, sadarlah." Kamisha berusaha menyadarkan Xander. Ia tidak tahu harus berbuat apa. "Apa yang harus aku lakukan Xander?"


"Puaskan aku."


"Apa?" Kamisha tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut suami yang tidak mencintainya itu. "Kau jangan sembarangan." Kamisha bertambah gugup karena Xander sudah menanggalkan pakaiannya dan hanya meninggalkan celana boxer saja. Kamisha membelalakkan matanya karena sesuatu yang tegak yang berada di bawah sana sudah betul - betul mengeras. "Xander sadarlah." tangan Kamisha bergetar. "Aku___." belum sampai ia menyelesaikan kalimatnya Xander sudah menyambar bibir manis milik istrinya.


Awalnya Kamisha meronta mendapat perlakuan itu dari suaminya, ia menganggap hal itu merendahkan harga dirinya. Akan tetapi sesuatu yang lain yang berada di dalam lubuk hati mendorongnya untuk terus dan terus. Hingga ia memejamkan mata menikmati ciuman brutal dari bibir suaminya.


Bahkan ia memberanikan diri membalas ciuman panas itu. Dibuka sedikit mulutnya hingga lidah Xander bisa mengeksplor seluruh bibirnya. "Aaacchh.. Xander." ******* lirih keluar dari mulutnya ketika Xander mulai menggigit - gigit kecil bibirnya.


Ya tuhan ciuman ini tidak bisa aku hentikan. Kenapa aku menginginkannya lebih batin Kamisha. Ia kembali memagut bibir Xander. Tiba - tiba Xander menghentikan kegiatannya. Kamisha tampak kecewa karena ia belum merasa puas.


Napas Xander terengah - engah. "Hehh.. hehh.." ia menangkupkan tangannya pada kedua pipi Kamisha. "Kau begitu menggairahkan, Misha." dengan sekali angkat ia membawa tubuh Kamisha dan mendudukkan di atas meja. Kamisha mengalungkan tangannya pada leher Xander. "Hehh.. Misha aku.. hehh.. aku___." belum selesai Xander meneruskan kalimatnya, Kamisha sudah meraih bibir Xander. Kali ini ia lebih berani, mereka saling memagut, saling mencumbu dengan panas.


Ciuman Xander turun ke leher, setengah mengerang Kamisha menikmati sensasi aneh, geli, menggelitik perut tapi juga candu untuknya.


"Heeemmm.." Kamisha begitu menikmati, Xander tampak sangat bergairah. Hingga...


"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi."


"Apa maksudmu Xander?" tanya Kamisha dengan suara parau.


Tanpa menunggu aba - aba Xander merobek gaun Kamisha hingga terpampanglah dua bukit kembar yang selalu menggodanya.


"Aacchh..!" teriak Kamisha. Ia menyilangkan tangannya di dada untuk menutupi miliknya yang tidak pernah ada orang yang tahu.


"Aku suka teriakanmu, kau membuatku bergairah."


"Xander jangan." ucap Kamisha lirih. Tapi itu semua tak bertahan lama, karena Kamisha mulai menikmati permainan Xander. Tangan - tangan Xanser mulai menjelajah, mengusap bahkan memilin bukit kembar miliknya.


"Aacchh.. Xander."


"I want you Kamisha." ucap Xander dengan suara serak.


Kamisha membuka mulutnya saat mulut logan mendarat pada salah satu puncak bukit kembarnya. Dan mulai menghisap, gigi - giginya juga menggigit kecil.


"You're so beautiful Kamisha." puji Xander sebelum mulutnya berpindah ke puncak bukit yang satunya. Bahkan meninggalkan beberapa jejak kemerahan di sana. Kamisha mengerang lirih sebagai respon.


Tunggu apakah aku sudah gila batin Kamisha yang tiba - tiba seperti tersadar akan sesuatu. "Xander hentikan, kau dalam.pengaruh obat." cegah Kamisha. Akan tetapi Xander terus melakukan aksinya tanpa menghiraukan ucapan Kamisha.


Yah, Xander melakukan ini dalam pengaruh obat. Ia melakukan ini bukan atas dasar cinta. Xander tidak memiliki perasaan apapun padaku. Bagaimana bisa aku memanfaatkan ketidak sadarannya ini untuk memiliki seutuhnya.

__ADS_1


Kamisha melepas tangannya dari kepala Xander dan meraih sesuatu. Kemudian "I'm sorry, Xander." ucapnya lirih dan praaak.. pyaaarr..!!!


🌸🌸🌸🌸


__ADS_2