
Sudah tiga hari ini Xander berada di rumah sakit dan Kamisha harus bolak balik mengantar makanan dan pakaian untuk suaminya.
Mama Attalia belum juga sadarkan diri. Kamisha sementara hanya bisa menjenguk sebentar karena ada Enzio yang harus diurus.
"Bagaimana mama?"
"Masih belum sadarkan diri. Tapi semua organ vitalnya sudah berfungsi dengan baik."
"Mudah - mudahan mama segera sadarkan diri." Kamisha memberi bibir mama Attalia dengan madu agar tidak kering. "Cepat sadar, ma. Lihat aku dan Xander sudah bersama kembali." Kamisha menggenggam tangan mama Attalia dengan lembut.
"Pulanglah, jam segini Zio pasti sudah bangun."
Kamisha tersenyum. "Lama di rumah sakit tidak membuatmu lupa jam tidur anak gembul itu."
"Aku hapal jam tidur Axel dan juga Zio."
"Buat apa menghapal jam tidur mereka?"
"Biar aku bisa leluasa berduaan denganmu." Xander memeluk Kamisha sambil iseng menggodanya.
"Hei!" teriak Kamisha kaget. "Ini rumah sakit Xander."
"Kau tahu, aku sangat merindukanmu."
"Dasar tidak mau kalah sama anaknya."
"Ternyata kalian memang sudah kembali bersama." tiba - tiba saja ada suara lemah yang selama ini mereka rindukan.
Xander melepaskan pelukan Kamisha. "Mama."
Tampak wajah mama yang sedikit pucat itu berusaha tersenyum. Xander dengan tatapan berkaca - kaca mencium pipi mama berkali - kali.
"Syukurlah mama sudah sadar."
"Hei jangan menangis. Kau sudah menjadi daddy dari dua anak yang lucu."
"Aku terlalu senang, ma. Beberapa hari ini aku mengkhawatirkan kondisimu."
"Dia tidak tidur karena mengkhawatirkanmu, ma." Kamisha memeluk mama dengan hati - hati. "Aku panggilkan dokter dulu ya." Kamisha segera menekan tombol untuk memanggil dokter.
Setelah dokter tiba dan segera melakukan pemeriksaan. "Syukurlah, kondisi ibu Attalia sangat baik. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Hanya perlu untuk terapi jalan karena tidak sadarkan diri selama beberapa hari membuat syaraf - syaraf anda menjadi kaku. Beberapa hari lagi anda sudah bisa pulang."
"Saya akan segera sembuh dokter karena hati saya sangat bahagia."
"Itu bagus, dengan mood yang baik akan mengembalikan semangat pasien." jawab dokter. "Kalau begitu saya tinggal dulu, permisi."
Sepeninggal dokter mama sangat bahagia melihat Xander yang merangkul bahu Kamisha.
"Kalian benar - benar sudah kembali?"
Kamisha mengangguk
Xander dengan tiba - tiba mencium pipi Kamisha. "Ini bukti kalau kami sudah kembali, ma."
"Aku dan anak - anak sudah beberapa hari ini tinggal kembali di rumah Bandung." sahut Kamisha.
"Benarkah?"
Kamisha mengangguk. "Mama tahu, Axel sangat senang kembali ke Bandung. Ia akan bertemu dengan teman - temannya lagi."
"Oh syukurlah, ini hadiah terindah yang pernah mama dapatkan."
"Mama harus sehat lagi."
"Itu pasti."
Kamisha dan Xander mencium mama Attalia bergantian.
__ADS_1
"Ma, sepertinya aku tidak bisa lama - lama disini. Jam segini Zio biasanya sudah bangun. Besok aku akan kembali lagi."
"Yah, kau tidak perlu mengkhawatirkanku lagi."
"Baiklah aku pulang dulu."
Xander mengantar Kamisha sampai ke pintu.
Kamisha berpamitan dan mencium sekilas bibir Xander.
"Aku pulang dulu."
Xander mengangguk. Ia melihat kepergian istrinya sampai tidak terlihat lagi. Baru ia masuk kembali menemani mama.
🌸🌸🌸🌸
Malam setelah menidurkan Zio, Kamisha segera berganti baju dengan baju tidur. Ia mengenakan baju tidur model one piece dengan bahan satin.
Setelah selesai, ia membuka handphone dan saling berkirim pesan dengan Sofi sahabatnya. Setelah Kamisha kembali ke Bandung mereka belum sempat bertemu karena ia ada dinas luar di Bali. Ia berangkat bersama beberapa orang temannya. Sejak putus dengan tunangannya ia menjadi selektif dalam hal pria. Jadi di usia yang hampir kepala tiga ia belum memiliki pasangan.
"Sha sudah dulu ya. Aku ngantuk mau tidur."
"Baiklah, istirahatlah."
Kamisha segera meletakkan handphonenya di atas nakas. "Aduh kenapa tiba - tiba lapar." gumamnya. Maklum busui, ia harus banyak makan makanan yang mengandung gizi agar Asinya melimpah.
"Masak mie ramen kayaknya enak nih."
Ia segera turun ke bawah menuju ke dapur. Diambilnya panci dan air. Sambil menunggu mendidih ia mengambil mangkuk di rak atas. Karena letaknya yang agak tinggi ia sedikit berjinjit untuk mengambilnya. Tiba - tiba saja sebuah tangan besar membantunya mengambil mangkuk di rak atas.
Kamisha terkejut dan menoleh. "Xander." ucapnya lirih.
"Hmmm." Xander memeluk istrinya dari belakang.
"Mama sama siapa di rumah sakit?"
"Sama beberapa pelayan."
"Mama yang bersikeras menyuruhku pulang. Mungkin kasihan melihatku yang kucel dan juga sangat merindukan istrinya di rumah."
"Mama tidak apa - apa kan kamu tinggal?"
"Kamu tenang saja sayang, mama baik - baik saja." Xander menciumi pundak dan leher Kamisha. "Aku merindukanmu." tangannya Xander mulai bergerilnya. Tangan nakal itu sudah bermain di dada Kamisha.
"Sayang aku sedang masak."
"Matikan kompornya, aku benar - benar merindukanmu."
Kamisha tersenyum melihat gelagat manja suaminya. Dengan segera ia mematikan kompor dan membalikkan badannya.
Dengan sekali angkat Xander mendudukkan Kamisha di atas meja dapur.
"Hei apa yang kamu lakukan sayang?"
Xander terdiam memandangi wajah istrinya. "Cantik." pujinya sambil mencium bibir Kamisha. Dengan gerakan cepat dan memburu. Kamisha belum siap menerima serangan hingga sedikit kewalahan.
Tangan Xander yang aktif menyusup masuk ke dalam ****** *****, dan memainkan sesuatu yang ada di sana. "Kamu basah sayang."
Bagaimana tidak basah, sudah lama aku tidak diperlakukan seperti ini ucap Kamisha dalam hati. Mulutnya hanya mengeluarkan lenguhan demi lenguhan.
"Aku mencintaimu sayang."
"Xander, kita ke kamar."
"Tidak aku mau disini."
Xander kembali melancarkan serangan demi serangan sembari membuka bajunya. Kamisha yang sudah dalam keadaan tanpa sehelai benang pun hanya pasrah menerima serangan dari suami yang sudah lama dirindukannya.
__ADS_1
Hanya lenguhan dan keringat yang menghiasi dapur di malam itu. Setelah mencapai puncak Xander menggendong Kamisha untuk naik ke atas.
"Kemana?"
"Kita lanjut di kamar."
"Kalau Zio terbangun."
"Semua tergantung padamu sayang, bisakah kau menahan jeritan karena seranganku." goda Xander.
Kamisha tersipu malu dan menenggelamkan wajahnya di dada Xander.
Begitu sampai di dalam kamar dengan lembut Xander membaringkan Kamisha dan melanjutkan ronde kedua pertempuran mereka yang seakan tiada henti.
🌸🌸🌸🌸
Malam itu Sofi berada di sebuah beach klub bersama beberapa orang dari kantornya.
Tampak dari kejauhan ada sepasang mata yang terus memperhatikan mejanya. Dan itu membuat Sofi dan beberapa temannya kurang nyaman.
"Sof, pria itu nggak mengalihkan pandangannya dari kita."
"Sudah biarkan saja."
"Tapi aku kurang nyaman!"
"Sudah Aldo, aku nggak mau ada keributan."
Aldo segera duduk kembali sembari menikmati pemandangan pantai.
Tiba - tiba saja pria itu datang menghampiri meja mereka.
"Hai." sapanya. "Boleh gabung?"
"Maaf meja kami penuh." tolak Siwi.
"Benarkah, sepertinya masih bisa aku bergabung dengan kalian."
"Kok maksa sih!" Aldo meninggikan suaranya.
"Sudah - sudah." lerai Sofi. Ia mengalihkan pandangannya pada pria tersebut. "Maaf lebih baik kamu cari meja yang lain saja."
"Kalau aku nggak mau?"
"Kami yang akan pergi, silahkan nikmati meja ini."
"Hei, aku ingin berkenalan denganmu."
"Maaf dengan terpaksa aku menolaknya." jawab Sofi.
Pria yang sepertinya dalam pengaruh minuman alkohol itu sedikit memaksa dan bahkan sudah berani duduk di sebelah Sofi.
Dengan segera Sofi beranjak pergi, tapi dengan sigap pria itu menarik tangannya dan mencengkeramnya dengan kuat.
"Kalau aku bilang mau kenalan ya kita harus kenalan!" pria itu menarik tangan Sofi hingga ia hilang keseimbangan dan terjatuh di pangkuan pria itu.
"Hei!" teriak Aldo geram. "Lepaskan dia atau kau berhadapan denganku!"
Siwi dan beberapa teman yang lain mencegah Aldo untuk bertindak kekerasan. Mengingat mereka berada di daerah orang lain, harus saling menghormati.
Sofi segera berdiri dari pangkuan pria itu. "Kalau kamu tidak mau berurusan dengan polisi, tolong lepaskan aku."
Mendengar kata polisi sepertinya membuat pria itu berpikir dua kali. Dan akhirnya melepas cengkeramannya.
Sofi dan teman - teman yang lain segera meninggalkan tempat itu.
Pria itu terus memandangi Sofi sampai ia tak terlihat lagi.
__ADS_1
"Kita akan berjumpa lagi cantik."
🌸🌸🌸🌸