Keterikatan Cinta

Keterikatan Cinta
Proyek baru


__ADS_3

Setelah selama beberapa hari berada di Jogja. Xander dan Kamisha kembali ke Bandung dan disibukkan dengan pekerjaan persiapan anniversary hotel.


Pagi itu Xander bersiap ke berangkat ke hotel. Ia akan mengadakan lelang untuk proyek pembangunan hotelnya di Jogja. Kamisha sudah mempersiapkan semua keperluannya. Kali ini tidak ada yang keliru dengan pakaian yang dia kenakan. Tidak seperti beberapa hari yang lalu.


"Sha."


"Hmmm." jawab Kamisha yang masih mempersiapkan dirinya berangkat kerja.


"Kita berangkat bersama - sama saja."


Kamisha menoleh ke arah Xander. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang sudah di dengarnya. "E.. e.. kamu tidak apa - apa?"


"Maksudmu?"


"Ya maksudku, apa kamu tidak malu berangkat bareng. Aku kan cuma staf biasa."


"Tapi kamu nyonya Xander." jawab Xander sambil keluar untuk turun sarapan.


Kamisha terkejut dengan jawaban Xander. Ada sedikit getaran dan haru dalam hatinya. Ia tidak menyangka Xander akan mengatakan itu.


Kamisha mempercepat riasannya dan segera menyusul ke bawah.


"Kenapa mommy lama?"


"Maaf sayang." jawab Kamisha sambil mencium Axel dan di lanjut dengan mencium mama Attalia. Ia segera duduk di kursinya.


"Mommy tidak mencium daddy?" tanya Axel.


"Ha, apa sayang?" Kamisha balik bertanya. Sebenarnya ia hanya mau memastikan pertanyaan Axel.


"Kenapa mommy tidak mencium daddy? kalian marahan?"


"Oh tidak sayang, kami tidak marahan."


"Terus kenapa tidak mencium daddy?" tanya Axel berulang - ulang.


"Baiklah.. oke mommy akan mencium daddy." ucap Kamisha menuruti permintaan Axel.


"Pagi, sayang." ucap Kamisha sambil mencium pipi Xander. "Nah sudah mommy cium semua, sekarang kita bisa mulai sarapan kan?"


Axel mengangguk dan segera sarapan. Drama pagi yang indah. Xander dengan wajah bahagianya menyertai keberangkatannya ke kantor.


🍁🍁🍁🍁


Siang ini Kamisha akan bertemu dengan Sofi terkait acara anniversary hotel. Ia akan diantar oleh sopir perusahaan.


"Mbak." panggil seseorang.


"Ya."


"Mbak Misha masih ingat saya?"


"Hmm, siapa ya? lupa - lupa ingat." jawab Kamisha sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Aku Heny, sahabatnya Kyara waktu di Jogja anaknya pak Wiryo."


"Oh, ya.. ya.. aku ingat. Pak Wiryo yang sudah pindah ke Jakarta?"


"Ya betul."


"Apa kabar?"


"Baik mbak." jawab Heny. "Mbak bisa aku bicara sebentar."


"Hmm, bisa. Kita duduk disana saja."


Mereka berdua duduk di sebuah sofa dekat dengan lobby hotel.


"Jadi begini mbak, sebenarnya aku dan temanku akan ikut lelang proyek pembangunam hotel di Jogja. Apa kira - kita mbak Misha bisa membantuku."


"Sebenarnya aku tidak dilibatkan dalam hal ini oleh Xander karena memang ini bukan bidangku."


"Tapi minimal ia pernah bercerita soal ini dengan mbak Misha."

__ADS_1


"Ya dia memang pernah menceritakan padaku, yang dia inginkan adalah pembangunan hotel yang baik yang bisa memberikan kenyamanan untuk tamu yang datang menginap."


"Coba mbak lihat, ini adalah rancangan yang sudah kami buat. Bagaimana menurut mbak?"


Kamisha melihat rancangan yang diberikan oleh Heny dan juga anggaran biayanya.


"Bagaimana mbak?" tanya Heny karena melihat Kamisha yang tampak mengerutkan keningnya.


"Hmm, melihat konsep seperti ini menurutku Xander akan menolaknya. Ia lebih suka dengan suasana alam, suasana hangat khas keluarga, nyaman dan tenang. Kamu bisa lihat sendiri kan hotel ini bagaimana."


"Baiklah, akan kami ubah."


"Heny, ini hanya berdasarkan pemikiranku."


"Tidak apa - apa mbak."


"Maaf aku tidak bisa membantu banyak. Karena semua keputusan ada di tangan suamiku. Xander tipe orang yang jujur, sportif dan bertanggung jawab."


"Ya aku tahu."


"Baiklah kalau begitu. Aku hari ini ada janji dengan teman. Kapan - kapan kita lanjut lagi."


"Terima kasih mbak Misha."


Kamisha pamit dan pergi meninggalkan Heny sendiri.


"Heh ternyata mbak Misha sebaik itu." gumam Heny.


Heny kemudian pergi kembali ke kamarnya ia rencananya akan menunggu kedatangan om Dimas. Ia harus mengatakan beberapa pendapat Kamisha mengenai rancangan proyek itu.


"Om sudah sampai mana?"


"Aku sudah sampai parkir."


"Baik aku tunggu di kamar om."


Panggilan diakhiri. Heny menunggu kedatangan om Dimas.


Ting... tong... ting... tong...


"Masuk om."


"Bagaimana pertemuanmu dengan istri Xander?"


"Jadi begini om menurut mbak Misha sketsa rancangan yang akan om ajukan dalam lelang nanti harus dirubah."


"Kenapa? aku susah payah membuat rancangan ini."


"Pak Xander tidak menyukai tipe hotel yang seperti ini. Ia lebih suka dengan nuansa alam, kehangatan, kenyamanan."


"Tidak mungkin seperti itu. Xander adalah orang modern dia di besarkan di luar negeri. Tidak mungkin pemikirannya akan seperti itu."


"Om bisa lihat hotel ini. Lebih banyak ke nuansa alam bukan?"


"Memang, tapi tidak semuanya nanti akan seperti ini."


"Tapi ini informasi yang aku dapat om."


"Aku hargai usahamu. Aku akan coba mencari Kyara."


"Untuk apa?"


"Siapa tahu ia bisa memberikan pencerahan dan pendapatnya. Lagian Xander kan baru saja menikah. Bisa jadi istrinya belum bisa mengerti dia, karena usia pernikahan mereka baru seumur jagung."


"Ya sudah terserah om."


"Aku tadi sudah membuat janji dengannya. Aku akan bersiap." ucap om Dimas sambil bergegas mandi dan berganti pakaian.


Tampak wajah kesal terpancar di muka Heny.


Om Dimas segera keluar dari kamar dan menemui Kyara di tempat yang di tentukan.


"Siang om."

__ADS_1


"Siang Kyara."


"Ada yang bisa aku bantu."


"Hmm.. lihatlah ini." om Dimas mengeluarkan sebuah gambar dan menyodorkannya pada Kyara.


Kyara meneliti satu persatu gambar itu. "Bagus, ini merupakan konsep sebuah hotel yang modern."


"Apakah kau yakin aku bisa memenangkan proyek ini?"


"Kenapa om menanyakan padaku?"


"Kau dulu pernah dekat dengan Xander, kau pasti tahu pemikiran Xander."


"Aku bersyukur om percaya padaku. Dan aku yakin seratus persen bahwa om akan memenangkan proyek ini."


"Baiklah, om percaya padamu. Heh sepertinya aku harus mengkaji ulang tentang Heny."


"Maksud om?"


"Dia tanpa persetujuan dariku bertanya pada istri baru Xander dan menyuruhku untuk mengubah semua rancangan yang telah aku buat. Ini waktu sudah sangat mepet. Besok adalah waktu lelangnya."


"Jadi Heny sudah menanyakan hal ini pada mbak Misha?"


"Ya, dan dengan percaya diri dia mengatakan kalau apa yang sudah aku gambar bukan selera Xander. Memang dia siapa? berani - beraninya mengatakan itu padaku."


"Yah, om benar. Mbak Misha orang baru dalam kehidupan Xander. Aku rasa itu sebenarnya adalah pemikirannya sendiri."


"Baiklah, Ra. Terima kasih atas bantuan dan masukannya. Aku menjadi lebih yakin kalau aku akan memenangkan proyek ini."


"Sama - sama, om. Kalau begitu aku pergi dulu."


Kyara meninggalkan om Dimas kembali lagi ke hotel.


Rasakan kau Heny. Siapa suruh kau malah menemui mbak Misha di belakangku. Ternyata kau sudah tidak dipihakku lagi batin Kyara sambil tersenyum smirk


🍁🍁🍁🍁


"Apa maksudmu ingin mencelakakan aku?!" teriak om Dimas sambil mencekik leher Heny. Ia membenturkan tubuh Heny ke tembok.


"Mencelakakan apa maksud om?"


"Jangan pura - pura!"


"Pura - pura apa om? aku semakin tidak mengerti?" tanya Heny lagi dengan napas tersengal - sengal.


"Kau berusaha menjebakku, membuatku gagal mendapatkan proyek, katakan! apa tujuanmu."


"Om, aku berani bersumpah bahwa aku tidak pernah berpikir untuk mengkhianati om."


"Bohong, semua informasi yang kau sampaikan padaku tidak bisa dipercaya. Sia - sia aku membayarmu mahal!"


"Siapa yang sudah mengatakan itu pada, om. Info yang aku dapatkan dari istri Xander langsung aku sampaikan."


"Kata Kyara, Xander akan sangat menyukai sketsaku." ucap om Dimas sambil menghempaskan tubuh Heny hingga tersungkur ke bawah.


"Uhuk... uhuk... uhuk..." Heny terbatuk - batuk.


"Kamu! aku pecat!"teriak om Dimas. "Kemasi barangmu dan segera angkat kaki dari sini!"


Heny menatap om Dimas dengan pandangan tak percaya. Ternyata ia lebih percaya dengan omongan Kyara dari pada omongannya.


"Tunggu apa lagi! cepat keluar!"


"Baiklah, tapi aku tidak akan tinggal diam. Aku harus membersihkan namaku. Aku sama sekali tidak berkhianat." ucap Heny sambil membawa kopernya keluar.


Dasar Kyara kurang ajar, aku harus membuat perhitungan denganmu batin Heny geram. Ia segera meninggalkan hotel dan berniat akan pulang besok pagi karena ini sudah sore. Ia akan mencari penginapan kecil untuk tidur sementara. Setelah itu baru ia memikirkan bagaimana membersihkan nama baiknya. Ia harus sesegera mungkin bertemu Kyara bedebah itu.


🍁🍁🍁🍁


Hai pembaca setia novel "Keterikatan Cinta" mohon maaf sebelumnya karena lama tidak update. Saat ini aku sedang mengalami sakit pada mata sebelah kanan dan baru saja di operasi. Jadi memang belum bisa maksimal untuk update.


Mohon doanya semua agar aku sehat kembali dan bisa menulis lagi.

__ADS_1


Dukung terus ya novelku...🥰


__ADS_2