
"Oh god. Akhirnya ada yang menghentikan perbuatan gilaku." gumam Xander. Perasaannya campur aduk antara marah dan lega. "Siapa sih malam - malam begini berani menggangguku." umpatnya sambil berjalan menuju pintu.
Xander terkejut ketika melihat siapa yang datang. "Mama?"
"Kamisha ada disini kan? tadi mama ke kamarnya dia nggak ada."
"Iiyya dia disini."
"Oh syukurlah mama sangat khawatir. Dimana dia?"
"Di... di tempat tidur." jawab Xander gugup. Ia takut mamanya mengetahui perbuatannya. "Dia tidak bisa diam, berlarian kesana kemari. Aku sampai kewalahan mengatasinya."
Mama Attalia masuk ke dalam dan memastikan kondisi Kamisha.
"Dia pingsan?"
"Dia tidur, ma. Mungkin karena efek minum wine."
"Biarkan dia tidur di sini, Xander."
"Yah menurutku itu keputusan yang baik, aku takut membuat Axel menjadi khawatir."
"Yah, kasihan anak itu." mama Attalia menyelimuti tubuh Kamisha dengan selimut. "Kamu bisa pindah ke kamar mama jika mau. Biar mama yang menjaga Kamisha disini."
"Tidak, ma. Dia bertingkah aneh ketika mabuk. Aku saja kesulitan mengatasinya. Tadi tiba - tiba dia naik meja itu." tunjuk Xander. "Aku takut mama akan kewalahan nanti."
"Benar juga katamu." mama Attalia membenarkan Xander. "Kenapa tubuhmu berkeringat?"
"E... e... habis nolong Kamisha tadi. Jadi gerah."
"Hmm... mama ambilkan minum ya."
"Baiklah, terima kasih ma."
Mama Attalia segera mengambilkan air mineral yang sudah ada di dalam almari pendingin.
"Ini minumnya."
"Terima kasih, ma."
Mama Attalia tersenyum, ia melihat sekilas ke arah Kamisha yang sudah tak sadarkan diri. Ada beberapa stempel merah pada lehernya, lipstik yang sudah memudar, baju yang berantakan. Kamu nakal Xander batin mama Attalia. Apa boleh buat, mama akan membantumu pikir mama Attalia.
"Xander mama akan istirahat, tolong jaga Kamisha. Kalau ada apa - apa tidak usah segan meminta bantuan mama."
"Ya, ma. Terima kasih." Xander mengantar mamanya keluar dari kamar nya.
Xander melanjutkan dengan menyalakan televisi. Entah kenapa ia belum bisa tidur. Sesekali menengok ke arah tempat tidur. Tampak Kamisha yang masih tenang terlelap.
Kenapa di dalam kamar panas sekali batin Xander. Ia mengambil remote AC dan mengaturnya agar lebih dingin. Tapi itu semua percuma. Ia merasakan badannya sangat panas.
Xander mulai membuka bajunya dan membuangnya ke sembarang tempat. Napasnya memburu. Ia kembali melihat ke arah Kamisha. Entah kenapa gelojak itu kembali muncul. Perlahan ia mulai naik ke atas tempat tidur.
Dengan tangan gemetar ia membuka selimut. Terlihatlah tubuh Kamisha yang tidak sadarkan diri. Xander menelan ludah, seolah tubuh itu memanggilnya untuk dinikmati. Tangan Xander mulai membuka kancing baju Kamisha satu persatu.
Tidak! kau tidak boleh melakukan itu Xander ucap kata hatinya. Ia segera menghentikan kegiatannya membuka kancing baju Kamisha. Akal sehatnya mengembalikan kesadarannya.
Tidak biasanya aku seperti ini. Apa yang sudah aku minum. "Oh syitt! Mama!" teriaknya kesal. Xander langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Ia segera mengguyur tubuhnya dengan air dari shower.
Xander memutuskan untuk berendam hingga akhirnya tertidur tak sadarkan diri.
Tiittt... ceklek... pintu kamar Xander terbuka.
Masuklah ke dalam beberapa orang pria dan satu wanita.
"Kalian harus pelan dan tenang. Lepaskan pakaian Xander, keringkan badannya dengan handuk dan letakkan di sebelah Kamisha."
"Baik nyonya."
Maafkan mama Xander, mama harus melakukan ini. Mama yakin ini yang terbaik menurutku batin mama Attalia.
"Sudah nyonya."
"Bagus, keluarlah kalian."
"Kami permisi dulu." jawab beberapa orang pria berbadan tegap
"Saya juga ikut permisi nyonya."
"Tunggu sebentar Alex. Aku ingin bicara denganmu."
"Baik nyonya."
__ADS_1
Setelah memastikan beberapa pria itu keluar, mama Attalia mulai berbicara.
"Kau tahu kan alasanku melakukan ini?"
"Tahu nyonya."
"Kamisha gadis yang baik, aku sudah menyukainya sejak awal. Dan perasaanku mengatakan kalau sebenarnya mereka saling mencintai. Aku hanya memperlancar hubungan mereka karena aku tahu Xander memiliki ego yang tinggi."
"Saya mengerti dan memahami maksud nyonya."
"Jangan katakan apapun pada Xander dan Kamisha. Biarkan mereka tahu ketika sudah menikah nanti."
"Baik, nyonya. Saya akan merahasiakan hal ini dari siapapun."
"Bagus, sekarang keluarlah dan tunggu aku di depan. Aku akan melakukan sesuatu pada Kamisha."
"Baik, nyonya. Saya permisi."
Mama Attalia segera melakukan aksinya. Dia membuka seluruh pakaian Kamisha. Dan menaruh beberapa tetes darah di sekitar tempatnya tidur. Maafkan mama, Misha. Kamu sedikit mengorbankan masa depanmu untuk anakku, mama percaya hanya kamu pasangan yang tepat untuk Xander. Mama Attalia mencium kening Kamisha sebelum meninggalkan kamar Xander.
"Alex, kau kondisikan beberapa penjaga yang sudah terlibat dengan hal ini."
"Baik nyonya." jawab Alex.
Mama Attalia kembali menuju ke kamarnya.
🍁🍁🍁🍁
"Aduh kepalaku sakit." gumam Kamisha. Ia terus memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia memijat pelipisnya pelan - pelan. Matanya menatap ke arah langit - langit kamar.
Hmm pagi ini hawanya dingin sekali. Kamisha menaikkan selimut sampai kelehernya. Tunggu tangan siapa ini begitu berat. Tangan Axel tidak seberat ini pikir Kamisha.
Ia memutuskan untuk membuka matanya lebar - lebar dan mengumpulkan kesadarannya. Ini bukan kamarku pikir Kamisha lagi. Ya tuhan kamar siapa ini batinnya penuh tanda tanya.
Ia memberanikan diri menengok ke sebelahnya dan di lihatnya wajah yang tidak asing lagi, wajah yang selalu muncul di setiap mimpinya, sedang tertidur lelap.
Xander??? tunggu kenapa dia tidur di sebelahku dengan telanjang dada? batin Kamisha keheranan untuk kesekian kalinya.
Ia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Dibuka selimutnya pelan - pelan dan "Aaaacchhh!!! ya tuhan apa yang sudah aku lakukan!!!" teriaknya histeris.
Teriakan itu membangunkan Xander. "Aduh...! kenapa pagi - pagi teriak - teriak?!"
"Xander apa yang sudah kita lakukan! ya tuhan!" ucap Kamisha mulai menangis.
Kamisha tidak menjawab, hanya menggelengkan kepala dan terus terisak. Xander berusaha mengingat kembali kejadian semalam. Saat itu ia sudah meredakan reaksi dari obat itu dengan mandi di bathtube sampai tak sadarkan diri. Apakah bawah alam sadarku melakukan itu dengan Kamisha yang juga tak sadarkan diri pikir Xander.
"Misha, please jangan menangis." Xander berusaha menenangkan. "Mari kita bicarakan ini baik - baik dan dengan kepala dingin, oke." Xander turun mengambil pakaiannya dan memberikan pakaiannya Kamisha yang berserakan di bawah. "Pakai bajumu di kamar mandi."
Kamisha menerima baju itu. Perlahan dia turun dari tempat tidur. Dan seketika menjerit lagi karena melihat noda darah pada sprei. Xander terlihat pucat melihat ada darah pada sprei itu. "Misha, tenanglah. Kau ke kamar mandi dulu. Biar ini aku yang bersihkan, oke."
Dengan lemah Kamisha masuk ke dalam kamar mandi. Dunianya seakan runtuh hanya dalam waktu satu malam. Apa yang ia pertahankan selama ini telah direnggut oleh orang yang bukan suaminya. Dengan kata lain ia melakukan hal yang nista di luar nikah. Apakah ini karma karena sering kali ia sesumbar menasehati Kyara.
Cukup lama Kamisha berada di kamar mandi. Ia mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin. Setelah membersihkan diri dan kembali berpakaian lengkap, Kamisha keluar dengan menundukkan wajahnya. Ia sempat melihat Xander yang sudah berpakaian. Kamisha memegangi tangannya yang masih gemetar.
"Duduklah Misha."
"Terima kasih."
Terjadi keheningan beberapa saat. Xander sendiri bingung harus mulai dari mana.
"Misha."
"Ya."
"Soal semalam, terus terang aku benar - benar tidak tahu apa yang sudah terjadi. Aku berani bersumpah."
"Ya, aku mengerti. Aku sendiri juga tidak ingat apa yang sudah terjadi. Setelah meminum minuman yang aku tidak tahu apa itu, aku jadi pusing dan setelah itu tidak ingat apa - apa."
"Aku juga setelah___ ah ya aku ingat. Aku diberi minuman oleh mama dan tiba - tiba saja tubuhku terasa panas. Dan kemudian tak sadarkan diri."
"Aku juga di beri minuman oleh mama, yang katanya jus anggur."
"Oke, kita sudah menemukan akar masalahnya. Cuma aku tidak bisa menuduh mama ku sendiri tanpa bukti. Bagaimanapun mama tidak mungkin berbuat itu pada kita."
"Iya aku kira juga begitu." timpal Kamisha.
Terjadi lagi keheningan.
"Xander."
"Ya."
__ADS_1
"Aku rasa biarlah hanya kita berdua yang tahu. Dan kamu tidak perlu merasa bersalah, karena memang ini murni bukan kesalahanmu. Jadi kita tutup rapat masalah ini dan kita dengan tenang menjalani hidup kita masing - masing."
"Tidak, Misha. Tidak bisa dengan mudah diselesaikan seperti itu. Aku akan tetap bertanggung jawab padamu."
"Maksud kamu?"
"Mungkin aku akan menikahimu" jawab Xander asal.
Kamisha terhenyak mendengar jawaban Xander.
Tiba - tiba. Ting... tong... ting... tong...
Xander beranjak untuk membuka pintu.
"Mama?"
"Ya, kenapa kamu kaget? kamu sakit? Misha mana? aku menunggu kalian untuk sarapan. Kenapa belum turun juga?" mama Attalia memberondong Xander dengan bermacam - macam pertanyaan.
Mama Attalia kemudian mendesak masuk ke dalam. Xander tidak mungkin melarangnya. Kamisha berusaha tersenyum ketika melihat kedatangan mama Attalia.
"Misha wajahmu pucat, kamu sakit sayang?"
"Tidak, ma. Aku baik - baik saja, mungkin karena lapar"
"Syukurlah, semalam kamu mengeluh pusing dan terus tidak sadarkan diri. Aku menyuruh Xander menjagamu karena takut kalau Axel khawatir melihat kondisimu." jelas mama Attalia. Kamisha hanya diam saja. Ia masih sangat syok dengan kejadian ini.
"Aduh kenapa tempat tidurmu berantakan Xander?" tanya mama Attalia dan bergegas hendak membereskan. Dan tiba - tiba ia berteriak. "Ya tuhan! Xander apa yang terjadi? jelaskan pada mama, apa ini?!"
Xander dan Kamisha panik ketika mama Attalia melihat ada noda darah di atas tempat tidur yang tadi memang belum sempat dibereskan oleh mereka.
"Ma, tenang dulu aku bisa jelaskan."
"Ya tuhan, jantung mama." keluh mama Attalia sambil memegangi dadanya
"Ma, ayo duduk disana." Kamisha menuntun mama Attalia menuju sofa. Sedangkan Xander dengan cepat mengambilkan minum. Setelah beberapa saat mama Attalia sudah lebih tenang.
"Apa yang terjadi?" tanya mama Attalia dengan lemah.
"Kami sendiri tidak tahu, ma. Pagi ketika bangun kami berdua satu ranjang, tanpa busana dan yang seperti mama lihat." jelas Xander.
"Maafkan saya, ma."
"Kamu tidak salah Misha, kamu gadis yang baik. Dan kau juga tidak salah Xander. Mama tahu kamu lelaki yang bertanggung jawab dan tidak akan berbuat senista itu. Selama ini kamu selalu menjaga nama baik keluarga." ucap mama Attalia. Ia menarik napas sebelum melanjutkan. "Mungkin ini sudah garis takdir dari tuhan, bahwa kalian harus seperti ini. Untuk menjaga nama baik semuanya, mama ingin kamu menikahi Misha."
"Tapi, ma." jawab Kamisha.
"Ini demi nama baik mu Kamisha dan juga keluarga kita Xander. Apa kamu tidak kasihan dengan masa depan Misha?"
"Ma, aku tidak apa - apa. Aku sudah terbiasa dengan semua tanggapan miring dari orang - orang. Aku bisa pindah dari Bandung dan kembali ke Jogja."
"Kamu hanya menghindari masalah Misha, bukan menyelesaikan masalah. Satu - satunya cara yaitu kalian menikah."
"Ma, aku pikir menikah bukan perkara gampang." ucap Xander sedikit bimbang.
"Iya, apalagi menikah itu harus didasari dengan cinta." Kamisha menimpali.
"Mama tahu, tapi mau bagaimana lagi? mama ingin kalian menikah segera agar kalian tidak terjerumus dalam dosa." perintah mama Attalia. "Oh, dadaku." keluh mama Attalia memegangi dadanya lagi.
"Baiklah kami akan menikah." ucap Xander.
"Tapi___."
"Please, demi kesehatan mama." ucap Xander penuh harap.
"Baiklah."
"Xander telepon Alex, pesan tiket ke Jogja. Kita ke rumah orang tua Kamisha sekarang juga. Dan melangsungkan pernikahan di sana."
"Secepat itu, ma?" tanya Kamisha.
"Ya Misha, mama tidak ingin Xander menjadi anak yang tidak bertanggung jawab. Apalagi saat ini jantung mama lemah."
"Jangan berkata seperti itu, ma." ucap Xander. "Aku akan menelepon Alex sekarang."
"Terima kasih sudah mau menuruti permintaan orang yang sudah tua dan lemah ini."
"Mama jangan khawatir, semuanya akan baik - baik saja."
Kamisha segera kembali ke kamarnya untuk persiapan pergi ke Jogja. Sebenarnya ia merasa ada yang aneh, tapi apa itu. Pikirannya terlalu syok dengan semua yang terjadi. Ia konsentrasi untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimana nantia ia akan menghadapi bapak dan mbak Ayu. Apalagi kesehatan mama Attalia yang menurun setelah mendengar berita ini.
Sementara itu
__ADS_1
Berhasil... rencanaku berhasil. Mudah - mudahan mereka tidak menyadari apa yang telah aku lakukan sampai mereka menikah nanti. Maafkan mama Xander. Mama terpaksa melakukan ini. Ini semua demi kebahagianmu. Mama yakin Kamisha gadis yang tepat untukmu.
🍁🍁🍁🍁