Keterikatan Cinta

Keterikatan Cinta
Jangan, Tinggalkan Aku


__ADS_3

Xander masih terus mengejarnya. Ia tepat berada di belakang mobil mereka.


Kenapa mereka membawa Heny? siapa mereka? apakah musuh dari pak Dimas? banyak pertanyaan - pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Xander.


Sementara itu di dalam mobil..


"Siapa kalian?!"


"Diam! kau tidak perlu tahu siapa kami!"


"Lepaskan! atau aku lapor polisi!"


"Hahahahh.. coba saja kalau bisa!"


Heny terdiam melihat sekelilingnya. Ia berusaha mencari cara untuk keluar dari sana. Karena di sekelilingnya tidak memungkinkan ia untuk melompat.


Drrrtt.. drrttt..


"Bos menelepon." ucap pria yang bertugas memegangi Heny.


"Sudah angkat saja." perintah pria yang sedang menyetir.


"Halo bos."


"Bagaimana Heny?"


"Maaf bos, terpaksa dia kami culik."


"Kenapa?!"


"Dia mau bertemu Xander." jawab pria itu.


Heny yang tanpa sengaja mendengar percakapan mereka menjadi tahu, siapa yang sudah menculiknya.


"Kalian orang suruhan Kyara bukan?! jawab!"


"Diam!" teriak pria yang memegang kemudi.


"Apa yang harus kami lakukan bos?"


"Bunuh dia."


"Baik." jawab pria itu dan panggilan diakhiri.


Heny yang mendengar percakapan mereka menjadi pucat seketika.


Pria itu memandang Heny dengan tatapan bengis. Senyumnya menyerengai. "Kau dengar tadi kan?"


"Tolong jangan bunuh aku." mohonnya. "Aakku.. aakkku.. akan memberi kalian uang yang lebih banyak."


"Heh, kau kira kamu akan tertarik dengan tawaranmu? dalam kelompok kami, kesetiaan adalah yang paling penting. Kami tidak akan berkhianat demi uang darimu!"


"Ttolong.. ttolong jangan bunuh aku." Heny mulai menitikkan air mata, tangannya gemetar.


Pria tadi mengeluarkan sebuah pisau lipat dari dalam sakunya. Pisau itu berkilat dan membuat Heny semakin ketakutan.


Tiba - tiba ciitt..! braakk! pria tadi terjatuh karena belokan mendadak, membuat pria yang memegang kemudi banting setir.


"Hei! gila kau ya! mengemudi yang benar!"


Kesempatan itu di gunakan Heny untuk bisa melepaskan diri dari pria tadi. Ia melompat ke depan dan mencekik leher pria yang mengemudi tadi.


"Hegh.. hegh.." pria itu berusaha melepaskan cekikan tangan Heny. Hingga tangannya lepas dari kemudi. Melihat temannya kesulitan, pria yang terjatuh tadi segera bangkit dan mengambil pisau. Dengan cepat ia menusuk Heny dari belakang.


"Matilah kau!" teriak pria itu.


Akhirnya pria yang memegang kemudi terlepas dari cekikan Heny. Namun terlambat baginya untuk mengendalikan laju mobil hingga..


"Brraaakk!!! duarrr!!!" mobil itu menabrak sebuah truk di depannya. Truk itu mengangkut kayu. Membuat mobil itu hancur seketika.


Xander yang berada tepat di belakangnya kesulitan untuk mengendalikan diri karena kecepatannya di luar batas demi mengejar mobil penculik. Dia membating setir ke kanan dan menabrak sebuah mobil Van yang melaju dari arah berlawanan.


Kecelakaan itu menyebabkan banyak korban. Dengan segera beberapa mobil ambulance dan pihak kepolisian mendatangi TKP dan membawa korban ke rumah sakit.


🌸🌸🌸🌸


"Aduh kenapa Xander lama sekali." Kamisha mondar mandir di depan ruangan kerjanya. Ia beberapa kali mencoba menghubungi handphone suaminya.


Tampak dari kejauhan datanglah Alex yang baru saja rapat dengan beberapa klien menggantikan Xander.


"Pak Xander belum datang bu Misha?"


"Eh pak Alex. Belum." jawab Kamisha. "Tadi pergi kemana?"


"Katanya hanya keluar sebentar bertemu dengan nona Heny."


"Heny? Heny temannya Kyara?"


"Ya betul."


"Kenapa dia tidak memberitahuku?"


"Pak Xander pikir itu hanya sebentar, karena sudah ada janji dengan anda ke dokter."


"Tapi kenapa sekarang dia belum pulang?" Kamisha kembali mengecek handphonenya siapa tahu ada panggilan atau pesan dari suaminya itu. "Xander tidak menghubungi pak Alex?"

__ADS_1


"Tidak." jawab Alex. "Apa sebaiknya anda tinggal saja? nanti bila pak Xander kembali, akan saya antar ke rumah sakit."


"Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu pak. Terus terang perasaan saya tidak enak."


"Baik akan saya siapkan mobil." ucap Alex


Setelah mobil siap Kamisha segera menuju rumah sakit karena sudah ada janji dengan dokter. Pihak rumah sakit sudah menghubunginya beberapa kali untuk memastikan kedatangannya.


"Pak bisa cepat sedikit?" tanyanya pada sopir.


"Waduh tidak bisa bu Misha, di depan macet."


"Tumben macet?"


"Sepertinya ada kecelakaan bu."


"Tahu dari mana?"


"Lah itu suara mobil ambulance, kayaknya ambulancenya lebih dari satu."


"Pantesan suaranya kenceng banget. Apa mungkin kecelakaannya lebih dari satu?"


"Mungkin saja. Pengemudi sekarang itu ugal - ugalan. Tidak memperhatikan keselamatan penumpang."


"Hmm.. kira - kira kita bisa lewat jalan lain tidak pak?"


"Sebentar." sopir itu segera membuka google map untuk melihat jalur alternatif menghindari kemacetan. "Oh bisa bu, setelah perempatan depan itu kita belok ke kiri saja. Ini macetnya panjang betul."


"Ya sudah pak, kita lewat jalur itu. Yang penting segera sampai tujuan."


Sopir segera mengambil jalur kiri dan berbelok begitu ada perempatan. Ternyata dengan melewati jalan itu mereka bisa sampai di rumah sakit tepat waktu.


Kamisha segera masuk dan dia datang ke ruang praktek dokter yang dituju.


"Permisi, saya Kamisha." ucapnya pada perawat.


"Oh nyonya Xander. Silahkan duduk sebentar." perawat itu mempersilahkan Kamisha untuk duduk. "Maaf, masih harus menunggu dua pasien lagi."


"Tidak apa - apa." Kamisha duduk di salah satu kursi di ruang tunggu. Tapi sebentar kemudian dia beranjak kembali menemui perawat tadi.


"Maaf masih berapa lama saya harus menunggu?"


"Kira - kira tiga puluh menit."


"Oh kalau begitu saya tinggal sebentar beli minum di lantai bawah."


"Silahkan, nanti akan kami ingatkan lagi begitu hampir sampai giliran anda."


"Terima kasih." Kamisha segera menuju ke lantai bawah yang memang ada beberapa cafe dan kantin yang menjual beberapa makanan. Terus terang ia merasa pusing dan berencana membeli teh panas.


"Agung?"


"Wah kita ketemu lagi."


"Kok bisa di sini?"


"Waktu di villa aku kan pernah cerita kalau mertua ku sakit. Aku dan istriku membawanya kemari agar kami bisa mengawasi perkembangan kesehatannya." ucap Agung. "Kasihan istriku kalau harus bolak balik Jogja Bandung."


"Ah benar juga."


"Kamu sendiri siapa yang sakit?"


"Xander mengkhawatirkan kondisiku yang sering pingsan, jadi kamu membuat janji dengan dokter untuk periksa." jawab Kamisha. Ia memegang kepalanya sebentar. Aduh kenapa ini terjadi lagi, kenapa semua tampak berputar - putar ucap Kamisha dalam hati. Ia tampak terhuyung - huyung.


"Kamu kenapa?" tanya Agung yang dengan sigap menangkap tubuh Kamisha yang hampir terjatuh. "Bisa jalan?"


Kamisha menganggukkan kepala. Agung memapahnya ke sebuah kursi di dekat kantin.


"Duduk dulu, aku belikan teh hangat."


Kamisha kembali menganggukkan kepala. Rasa mual yang tiba - tiba ia rasakan membuatnya enggan menjawab pertanyaan Agung.


Tak berapa lama Agung kembali membawa teh hangat. "Minumlah."


Dengan segera Kamisha meminum teh hangat itu perlahan - lahan. Hingga pusing dan rasa mualnya berangsur - angsur hilang.


"Terima kasih, Gung."


"Sama - sama, jangan sungkan kan kita teman."


Drrtt.. drrtt.. drtt.. handphone milik Kamisha berdering. "Sebentar aku angkat telepon dulu, mungkin dari perawat." ucapnya pada Agung. Kamisha melihat pada layar handphone nya sebuah nomor asing.


"Ya halo."


"Selamat sore, dengan ibu Kamisha?"


"Ya betul."


"Kami dari pihak kepolisian ingin menyampaikan bahwa suami ibu bernama Xander Alfero Hadid mengalami kecelakaan."


"Apa?! kecelakaan?" tanya Kamisha untuk memastikan apakah yang ia dengar itu benar


"Benar ibu, saat ini pak Xander di rawat di rumah sakit Pelita."


Tangan Kamisha gemetar hebat, wajahnya pucat dan tampak bulir - bulir keringat dingin membasahi dahinya. Suaminya di rawat di sini di rumah sakit yang sama dengannya dalam kondisi kecelakaan.

__ADS_1


"Bbagaimana keadaan suami saya?" isak Kamisha. Ia tidak dapat membendung air matanya lagi.


"Saat ini sedang mendapat perawatan intensif dari dokter. Kami menunggu kedatangan ibu."


Tanpa berpikir panjang Kamisha segera berlari menuju ke ruang IGD.


"Misha! tunggu! ada apa?" Agung mengejar karena takut Kamisha kenapa - napa mengingat tadi dia sempat pusing.


""Minggir jangan halangi aku! aku mau bertemu Xander!"


"Xander kenapa?"


"Ddiia.. ddia kecelakaan!" teriaknya histeris. Kamisha bersimpuh ke lantai. Kakinya tak kuasa melangkah lagi untuk menemui suaminya. Ia tidak bisa menerima berita yang begitu mengejutkan.


"Tenang.. tenangkan dirimu."


"Xander! Xander!" teriaknya lagi.


Pada saat bersamaan datanglah Alex dan mama Attalia.


"Misha!" panggil mama


"Ma, Xander ma." tangis Kamisha pecah lagi. Mama Attalia dengan sabar memeluknya


"Iya, mama tahu. Ayo kita lihat kondisinya." mama Attalia membantunya berdiri. Dengan langkah gontai mereka menuju ke ruang IGD.


"Keluarga bapak Xander?" tanya seorang dokter jaga di ruang IGD.


"Iya betul." jawab Kamisha. " Bagaimana kondisi suami saya?"


"Ibu tenang, suami ibu masih dalam penanganan." jawab dokter. "Jadi akan kami jelaskan kondisi bapak saat di bawa ke mari. Bapak mengalami kecelakaan, ada luka benturan di kepala. Dan salah satu kakinya patah karena terjepit."


"Ya tuhan." Kamisha kembali menangis.


"Tenang ibu, sekarang kami membutuhkan persetujuan dari pihak keluarga agar kami bisa segera melakukan operasi."


Kamisha masih terus menangis histeris, ia sama sekali tidak bisa diajak komunikasi karena shock berat dan akhirnya pingsan. Beberapa perawat membawanya ke ruang perawatan untuk mendapatkan penanganan.


"Maaf dokter, saya ibu dari Xander. Saya yang akan menandatangi tindakan operasi pada anak saya." ucap mama Attalia dengan suara bergetar. Ia menahan kesedihannya dan berusaha untuk tegar atas cobaan ini. "Tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya."


"Baik, mari ikut saya."


Mama Attalia mengikuti dokter dan segera menandatangi beberapa berkas persetujuan untuk melakukan tindakan operasi.


🌸🌸🌸🌸


"Sayang bangun." ucap seseorang yang suaranya sangat Kamisha rindukan. Ia membuka matanya perlahan. "Xander." ucapnya lirih. "Kamu disini?"


"Yah aku disini."


"Ttapi dokter bilang kau kecelakaan?"


"Tidak sayang, itu tidak terjadi. Aku sekarang ada disini menemanimu."


Kamisha memeluk suaminya itu dengan erat. "Aku takut." ucapnya manja


"Jangan takut, ada aku disini." dengan lembut Xander membelai punggung Kamisha dan mengecup kepalanya.


"Jangan tinggalkan aku."


"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku mencintaimu sayang."


"Aku juga mencintaimu."


Tiba - tiba saja kabut datang dengan cukup tebal hingga membuat kabur pandangan Kamisha. Xander yang awal terasa memeluknya tiba - tiba saja hilang.


"Xander!" teriak Kamisha. Ia berusaha menghalau kabut yang menghalangi pandangannya. "Xander! Xander!" teriaknya lagi. "Kami dimana?! jangan tinggalkan aku!"


"Misha! Misha! bangun." mama Attalia menepuk - nepuk pipinya.


Kamisha mulai membuka matanya, ia mengedarkan pandangan di sekelilingnya dan segera bangun. "Mana Xander, ma? tadi dia disini?"


"Tenang.. tenangkan dirimu." ucap mama Attalia. "Alex tolong ambilkan minum untuk Misha."


Dengan cekatan Alex menuangkan air mineral ke dalam gelas dan memberikannya pada mama Attalia. "Minumlah dulu."


Kamisha menuruti apa yang diperintahkan oleh mama Attalia. Setelah agak tenang Kamisha mulai bertanya lagi. "Xander mana, ma?"


"Dia ada di ruang perawatan."


"Bagaimana kondisinya? aku mau lihat."


"Kamu harus tenang, Misha. Kamu harus kuat." ucap mama


"Memang Xander kenapa?"


"Operasi sudah berhasil dilakukan tapi Xander masih belum sadarkan diri. Dia koma."


"Apa?! koma?!" teriak Kamisha. "Tidak! katakan itu tidak benar! dia berjanji tidak akan meninggalkanku, ma." Kamisha kembali histeris. Ia berteriak - teriak hingga akhirnya harus mendapatkan suntikan penenang dari dokter. Ia kembali tertidur.


Mama Attalia meninggalkan Kamisha bersama dengan mbok Sri. Wanita yang sudah berumur itu berjalan menuju ke sebuah ruangan dimana anak semata wayangnya itu terbaring tak berdaya.


"Xander cepatlah sadar, nak." mama Attalia menitikkan air mata melihat dari kaca diluar ruangan dimana Xander di rawat. "Jangan tinggalkan kami." doa selalu dia panjatkan untuk kesembuhan anak kesayangannya itu.


🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2