Keterikatan Cinta

Keterikatan Cinta
Rencana Gila Sofi dan Mama


__ADS_3

Sofi melangkahkan kakinya menuju rumah Xander bergaya eropa modern itu. Sesuai rencananya dengan mama Attalia, ia sudah menyiapkan semuanya.


"Selamat pagi tante."


"Pagi, Sofi. Ayo masuk." sambut mama Attalia. "Kita ke taman samping ya, biar lebih santai ngobrolnya."


"Baik tante." Sofi berjalan mengikuti langkah mama Attalia.


Mereka duduk berdua sambil menikmati teh hangat.


"Bagaimana rencanamu? tante ingin dengar."


"Jadi begini tante, masalah rumah tangga biasanya diselesaikan di ranjang. Nah kita buat mereka bercinta. Membangkitkan lagi rasa saling mencintai dan membutuhkan."


"Bagaimana bisa? Kamisha bersentuhan dengan Xander saja tidak mau."


"Mereka itu gengsi tante, padahal keduanya saling menginginkan."


"Terus caranya."


"Kita paksa mereka."


"Dengan apa?"


Sofi mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memperlihatkannya pada mama Attalia. "Dengan ini tante."


"Obat perangsang?"


"Benar, dengan ini mau tidak mau mereka akan bercinta. Mungkin saja setelah itu hati mereka akan lebih terbuka."


"Yah, mudah - mudahan saja semua masalah cepat selesai. Lantas bagaimana obat itu bisa diminum oleh mereka"


"Dalam hal ini hanya Kamisha yang tidak menaruh curiga aku tahu karena dia orang yang polos. Jadi aku minta mama Attalia bisa pergi ke Jogja dan memberikan obat ini tanpa sepengetahuan Kamisha."


"Sepertinya ide mu bagus juga. Soal itu serahkan semuanya ke tante."


"Terima kasih tante. Ini aku lakukan karena aku tidak ingin melihat sahabatku itu menderita."


"Tante juga seperti itu."


Sofi pamit pulang setelah menyusun rencana penyatuan Xander dan Kamisha.


Mama Attalia sudah menyusun rencana, ia akan segera pergi ke Jogja.


🌸🌸🌸🌸


Pagi itu mereka sarapan bersama, Xander terpaksa tidur di sofa karena Kamisha tidak mengijinkannya tidur bersamanya. Leher dan punggungnya sudah pegal. Tapi ia berusaha bertahan demi mendapatkan hati Kamisha lagi.


"Kenapa daddy? lehermu sakit?"


"Hmm, iya. Sedikit." jawab Xander. "Tidak apa - apa."


Kamisha yang masih sibuk menuangkan susu untuk Axel merasa kasihan juga. Walau bagaimana pun ia tidak tega melihat Xander yang terbiasa tidur ditempat yang enak tiba - tiba saja harus tidur di sofa.


Setelah memberikan susu dan menata sarapan untuk Axel, Kamisha masuk ke dalam kamarnya mengambil sesuatu.


"Mana yang sakit?"


"Apa?" Xander kembali bertanya dengan raut muka bingung.


"Mana lehermu yang sakit?"


"Oh." Xander menunjuk ke lehernya. Dengan cepat Kamisha mengoleskan krim pereda rasa sakit. "Punggungku?"


"Yang sebelah mana?"


Xander membuka kaos, dengan cepat Kamisha mengoleskan krim pereda rasa sakit pada punggung Xander. Hmm badannya masih padat dan liat seperti dulu batin Kamisha.


"Sudah."


"Makasih sayang." Xander sengaja mengucapkan itu di depan Kamisha. Ia ingin tahu reaksinya.


Tampak wajah Kamisha yang sedikit terkejut tapi dengan segera ia mengubah mimik wajahnya. Ia hanya diam seolah - olah tidak dengar apa yang dikatakan Xander. Padahal jelas ditelinganya.


"Oya hari ini mama berangkat ke Jogja."


"Mama?"


"Iya, katanya kangen dengan Axel dan Zio."


"Kenapa tidak bilang dari semalam? pagi aku kan bisa menyuruh mbok Sri kepasar buat belanja."


"Masak biasa saja, mama suka dengan semua masakanmu."


"Ya nggak bisa begitu dong sayang, ini mama lo. Harusnya kita jamu dengan baik." tanpa sadar Kamisha memanggil nama sayang, itu kebiasaannya jika dalam keadaan terdesak ia suka tidak bisa berpikir jernih. Tapi kali ini menguntungkan Xander.


"Kamu bilang apa?"


"Mama harus kita Jamu dengan baik."


"Bukan, yang sebelum itu."

__ADS_1


"Oh say___." Kamisha tidak berani meneruskan kata - katanya. Sadar akan kesalahannya ia berusaha mengelak. "Kamu salah dengar." ucapnya sambil meninggalkan Xander sendiri di meja makan. Terus terang ia malu.


"Baiklah, aku memang salah dengar." gumam Xander sambil tersenyum penuh kemenangan. Ia suka dengan sikap Kamisha yang masih malu - malu walapun mereka sudah sah sebagai suami istri.


Xander berganti baju di kamar mandi walaupun sangat susah, ia berusaha untuk bisa. Beberapa di bagian jas nya basah terkena air.


Setelah selesai ia segera keluar. "Axel kita berangkat sekarang?"


"Sebentar daddy, aku ambil tas dulu."


Sambil menunggu Axe,l Xander bermain dengan Enzio. Bayi itu terlihat sangat tampan dan wangi.


"Nanti jas mu kotor." ucap Kamisha yang membantu Axel menata bekal sekolah.


"Tidak apa - apa, kalau yang ngotori anak daddy."


Enzio tampak senang bermain dengan Xander, terkadang ia menggelitiknya.


"Daddy aku sudah siap."


"Baiklah Zio daddy tinggal dulu, baik - baik bersama mommy." Xander menggendong Zio dan menyerahkan pada Kamisha. Ingin rasanya Xander mencium kening Kamisha, tapi ia urungkan niat itu.


"Hati - hati."


Xander mengangguk.


"Baik - baik di sekolah Axel."


"Siap mommy."


Mereka berangkat bersama. Setelah mengantar Axel. Xander berangkat ke kantor. Ia tidak lupa menengok proyek pembuatan hotelnya yang ada di Jogja.


Kebetulan ia bertemu Dewi yang sedang bertugas di lapangan.


"Selamat pagi pak."


"Pagi." jawab Xander. "Kamu?"


"Saya mau bertemu klien tapi mereka minta saya datang nanti siang. Maaf bapak ada keperluan apa disini?"


"Meninjau hotel."


"Jadi ini hotel bapak." Dewi tampak kagum dengan Xander. "Wah ternyata hotel bapak banyak sekali. Jadi betul dengan apa yang dikatakan orang - orang di luar sana."


"Apa yang mereka katakan?"


"Bapak itu sangat sukses, memiliki banyak hotel, pekerja keras dan juga tampan." Dewi mengatakan itu dengan malu - malu. Ia menatap Xander dengan penuh harap agar sedikit saja Xander mau memperhatikannya.


"Maksud bapak?"


"Pujian itu lebih cocok untuk istriku, dia yang membuatku bekerja keras karena anak - anak kami, mengurus semuanya sehingga aku terlihat tampan."


"Oh bapak sangat mencintai keluarga."


"Sangat... terutama istriku. Ini kota kelahirannya, jadi aku ingin membuatkan hotel untuknya."


Dewi tampak terdiam, dalam hatinya ia berpikir dengan apa yang dikatakan oleh Kamisha kemarin. Lebih baik ia segera menjauhkan hatinya dari Xander.


"Hmm, kalau begitu saya permisi dulu pak. Saya akan kembali ke kantor."


Xander mengangguk dan Dewi segera pergi.


"Maaf pak, nyonya sudah sampai bandara." Alex memberikan informasi pada Xander.


"Kau jemput mama di bandara dan antar ke rumah Misha, setelah aku mengecek hotel aku akan pulang."


"Baik pak."


Alex segera meninggalkan Xander sendiri.


🌸🌸🌸🌸


"Misha, mama kangen." peluk mama begitu sampai di rumah Kamisha.


"Aku juga, ma."


"Mana cucu oma yang gembul." Mama Attalia menggendong Zio dan menciumnya beberapa kali. "Tambah gendut saja, cucu oma ini."


"Minumnya kuat ma, bisa sampai lama kalau sudah *****."


"Biasa anak cowok itu kalau minum kuat, seperti Xander dulu. Oya Axel mana?"


"Baru mau di jemput sama mbok Sri disekolah."


Kamisha masuk kedalam membawa barang - barang mama Attalia ke dalam.


"Eh biar disitu saja."


"Loh mama tidak tidur sini?"


"Tidur sini, cuma nanti malam mama mau ketemu temen mama di salah satu hotel dan kita ada acara bersama. Besok mama baru tidur sini."

__ADS_1


"Oh, baiklah kalau begitu." Kamisha kembali menaruh koper mama dekat sofa di ruang tengah.


"Bagaimana kabarmu dengan Xander?"


Kamisha menghela napas. "Aku bingung, ma."


"Kamu tidak memaafkannya?"


"Memaafkan dari mana, minta maaf saja tidak."


"Xander itu biasa seperti itu, ia selalu mengatakannya lewat tindakan. Mengertilah sayang. Aku mau rumah tangga kalian seperti dulu."


Kamisha hanya tersenyum simpul dan akhirnya menunduk. Mama Attalia tidak melanjutkan pembicaraan mereka. Ia lebih banyak menanyakan perkembangan Axel dan Zio.


Tak berapa lama Xander dan Axel datang hampir bersamaan. Axel tampak senang dengan kehadiran omanya.


"Eh Axel malam ini oma ada acara di hotel, kau mau ikut?"


"Mau oma." Axel memohon. "Boleh mommy?" Axel menghampiri Kamisha sambil memeluknya. Itu adalah rayuan paling jitu.


"Boleh." Kamisha menjawab sambil tersenyum. "Tapi nanti mbok Sri ikut, kasihan oma."


"Ashiiaaap." jawab Axel melucu.


Yes, rencanaku berhasil tinggal minuman ini pikir mama Attalia. Rencana tinggal selangkah lagi selesai.


Mama Attalia menghampiri Kamisha ketika sedang menyiapkan baju yang akan di bawa Axel nanti.


"Ya, ma."


"Ini mama bawakan jamu."


"Jamu? buat apa?"


"Yah buat memperlancar Asi mu dong."


"Tapi aku nggak suka jamu, ma."


"Eh yang ini beda, jamu modern buatan temannya mama." mama masih berusaha meyakinkan Kamisha. "Coba dulu, kalau nggak suka ya nggak usah diminum." bujuk mama Attalia.


Kamisha merasa tidak enak kalau menolak permintaan mamanya, mana obatnya di bawa jauh - jauh. Kalau tidak diminum pasti kecewa.


"Baiklah."


"Nah gitu dong. Mama ambilkan gelas ya." mama bergegas menuangkan jamu ke dalam gelas dan memberikannya pada Kamisha.


Dengan terpaksa Kamisha meminumnya demi menghargai mama. Tapi rasanya tidak seburuk apa yang ia pikirkan. "Enak ma."


"Nah betul kan kata mama, ada rasa asamnya kan?"


"Iya aku kira pahit."


"Oya pakaiannya Axel sudah selesai, mama takut ketinggalan acara dengan teman mama." mama cepat - cepat untuk pergi sebelum obatnya bereaksi..


"Sudah, ma." jawab Kamisha. "Mama tidak makan dulu."


"Tidak, nanti mama makan di hotel saja. Lagian ini sudah sore."


"Baiklah."


Axel yang sudah siap segera pergi bersama mama dan mbok Sri. Tinggalah Kamisha dan Xander berdua.


"Sha."


"Ya."


"Aku akan pulang jika kau keberatan aku disini?"


Jangan, jangan tinggalkan aku sendiri kata hati Kamisha, tapi lain dimulut. "Baiklah, itu lebih baik."


"Aku akan pulang setelah menidurkan Zio. Ia sudah mengantuk."


"Pulanglah setelah makan malam." ucap Kamisha sambil menuju ke dapur menyiapkan makan malam.


Aduh kenapa badanku terasa panas begini keluh Kamisha. Ia menyalakan pendingin ruangan. Kenapa napasku juga memburu ya.


"Sha, Enzio sudah aku taruh box."


"Heh.. oh ya.. makasih." ucapnya sambil setengah melenguh. Gila kenapa.suaraku yang keluar jadi seperti ini


"Sha, kamu sakit?"


"Tttidak..."


"Kamu keluar keringat." Xander mengambil tisu dan menyeka wajah Kamisha.


Kamisha memandang Xander begitu dalam. Tidak ada kata yang keluar dari mulutmya. Kenapa aku begitu menginginkannya.


"Sha.."


"Aku menginginkanmu Xander."

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


__ADS_2