Kilau Bintang Di Moskow

Kilau Bintang Di Moskow
Глава 35


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 03:15 ketika Chéri dibimbing ke ruang latihan.


Suara yang tampak tak asing terdengar dari tengah ruangan.


Rafaél ada di ruang latihan dini hari begini?


"Ada urusan mendadak," kata Mikail tadi.


Apa maksudnya? Pikir Chéri.


Semua staf, dari bagian tata lampu sampai tim kreatif juga dikumpulkan bersama para pemain. Pengawas panggung juga sudah ada di situ.


Ada urusan mendadak apa sebenarnya, sampai-sampai semua orang dikumpulkan pada jam segini?


"Kau terlambat," sembur Rafaél pada Chéri.


Cyzarine duduk cemberut di belakangnya, nyaris menangis karena kesal.


"Tadi aku sudah menjelaskan pada Cyzarine," kata Rafaél seraya menyodorkan naskah ke tangan Chéri. "Ini skenario yang baru," jelasnya. "Setengahnya sudah ditulis ulang."


Ditulis ulang?


Berarti baru beberapa jam setelah pertunjukan tadi malam!


Dan itu berarti…


Semalam dia tidak ada di kamarnya, pikir Chéri. Adegan dalam mimpinya seketika berkelebat di pelupuk matanya. Aku bermimpi memeluknya tadi, dan aku memeluk Mikail, kenangnya getir.


"Aku membagi peran Si Cantik menjadi dua---sisi depan dan sisi belakang," Rafaél menjelaskan.


Si Cantik sisi depan dan sisi belakang?


Rafaél menyentuh bahu Chéri dan Cyzarine, kemudian memutar tubuh keduanya hingga saling berhadapan. "Kalian berdua akan muncul pada saat bersamaan membuat satu karakter Si Cantik. Si Cantik sisi depan, diperankan oleh Cyzarine. Si Cantik sisi belakang, diperankan oleh Chéri."


Chéri dan Cyzarine bertukar pandang dengan raut wajah bertentangan. Yang satunya berkerut-kerut jengkel, yang satunya lagi berkerut-kerut kebingungan.


"Si Cantik anak baik yang menghadap ke depan," lanjut Rafaél. "Dan bayangan Si Cantik yang berada di dalam batin Si Cantik akan berbicara sebagai suara hati. Kedua kepribadian ini saling bereaksi satu sama lain."


Kedua gadis di depan Rafaél masih bergeming saling memelototi satu sama lain.


Rafaél masih mengoceh menginstruksikan banyak hal. "Di bagian akhir, kalian berdua akan bersatu menjadi kekuatan ajaib yang menyelamatkan Si Buruk Rupa."


Apa sih, bayangan Si Cantik itu? Chéri bertanya-tanya dalam hatinya.


Kenapa dia tiba-tiba membuat peran seperti ini dan memaksa kami memainkannya malam ini juga?


Aku benar-benar tidak mengerti!


"Kita hanya punya waktu 14 jam sampai waktu pementasan," Rafaél menambahkan sebelum meninggalkan ruang latihan. "Aku akan kembali setelah merancang ulang penyutradaraan bersama para staf. Dalam dua jam, kalian berdua harus sudah menghafal mati dialognya, mengerti?"


"Dua jam?" Chéri dan Cyzarine memekik bersamaan.


"Rafaél—dialognya ada sebanyak ini…" Chéri memprotes. "Jangan bercanda!"


Rafaél tidak menggubrisnya. Digiringnya semua staf keluar ruangan dengan langkah-langkah lebar.

__ADS_1


"Benar-benar…" pengawas panggung menggerutu di belakangnya.


"Untuk apa sih, kita harus melakukan hal seperti ini?" Cyzarine mengerang seraya menghentak-hentakkan kakinya dengan sikap gemas. "Sama-sama memainkan satu peran denganmu… yang benar saja!"


Chéri menoleh pada Cyzarine dengan alis bertautan.


"Demi bisa bermain denganmu, dia sampai membuat taktik yang berbelit-belit seperti ini. Skenario macam apa…" Cyzarine meradang seraya merobek kertas skenario.


Chéri memekik seraya menerjang gadis itu dan merebut skenarionya. "Hentikan! Apa yang kau lakukan?"


"Lepaskan!" Cyzarine memberontak dan merenggut kembali skenario itu. "Aku tidak mau menghafal dialog sialan ini! Aku mau pulang, mau tidur!"


"Cyzarine—tenanglah!" Chéri menyentakkan skenario itu dan berhasil menjauhkan dari jangkauan Cyzarine.


Pintu ruang latihan berderak membuka.


Rafaél menyeruak ke arah mereka dan menampar kedua gadis itu.


"Rafaél!" Teriakan Mikail menggelegar di belakangnya. "Kenapa sampai Chéri juga?"


Chéri dan Cyzarine tertunduk saling membelakangi seraya memegangi pipinya masing-masing.


Mikail menghambur ke arah Chéri dan menariknya menjauh dari Rafaél.


Rafaél mengetatkan rahangnya dan melotot pada Mikail.


"Mikail benar," pengawas panggung mencoba menengahi. "Kali ini kau benar-benar sudah keterlaluan. Masak mau mengubah drama seperti ini dalam satu malam. Bukan mereka saja, para kru balik layar juga sudah tak tahan lagi!"


"Betul!" Ibrahim menimpali. "Yang seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya!"


Chéri dan Cyzarine merenggut lengan Mikail dan menyusupkan wajah mereka di kiri-kanannya—menang banyak Mikail!


Rafaél tidak main-main, pikir Chéri.


Dia akan bertaruh dengan rencana barunya!


Tapi…


Mempelajari peran yang benar-benar baru dalam 14 jam…


Apa aku sanggup?


Aku harus mencobanya! Chéri memutuskan.


Akan kuyakinkan pada diriku, bahwa aku sanggup melakukannya!


Akan kuputuskan kalau aku bisa!


Aku pasti bisa!


Chéri mempelajari naskahnya tanpa menunggu situasi kembali tenang. Ia menyisi, memisahkan diri dari yang lain, dan memulai latihan sendiri.


Semua mata serentak mengawasinya.


"Cantik… kau seorang pembohong," desis Chéri tak peduli sekitar. "Hanya aku yang berada dalam hatimu yang tahu itu."

__ADS_1


Rafaél mengerjap dan mengikuti arah pandang semua orang.


"Mawar?" Chéri terkekeh tipis. "Benda seperti itu apa gunanya? Yang kau inginkan sebenarnya adalah uang, kan?"


Cyzarine tergagap dan terperangah, menatap Chéri dengan mata membulat.


Ekspresi wajahnya bisa langsung berubah dalam sekejap, pikirnya ngeri.


Jauh berbeda dengan ekspresi wajahnya tadi!


Kenapa bisa tiba-tiba berubah 180 derajat?


"Apa kalian sadar, kadang… aku merasa anak itu seperti bintang?"


Perkataan Sesha melintas dalam kepalanya, dan seketika itu juga sosok macam kumbang berkepala manusia kembali berkelebat.


Benar-benar seperti binatang!


"Dengan sorot mata yang tajam seperti binatang, dia meraba dan menemukan tempat yang tepat dengan kecepatan luar biasa. Anak itu sangat mengerikan kalau sudah seperti itu. Aku rasa tak ada yang bisa menandinginya!"


Cyzarine menelan ludah.


"Padahal kalau ada uang, segala sesuatu di dunia akan berjalan lancar." Chéri berhenti dan memperhatikan naskahnya dengan alis bertautan. Berpikir keras.


"Bukan begitu!"


Chéri tersentak dan terbelalak menatap sepasang tangan yang tiba-tiba menyentuh kedua tangannya.


Rafaél tahu-tahu sudah membungkuk di belakangnya dan nyaris memeluknya. Wajahnya begitu dekat dengan wajah Chéri hingga napas hangatnya menyapu rahang gadis itu.


Sengatan rasa hangat seketika merebak di sela-sela hati Chéri, kemudian menjalar ke seluruh tubuhnya. Darahnya berdesir dan menggelora. Menyebabkan debar jantungnya berdentum-dentum memukul dadanya. Bayang-bayang buram adegan dalam mimpinya bermunculan memenuhi kepalanya---membuatnya salah tingkah. Terutama karena ia juga memeluk Mikail akibat mimpi itu.


Aku akan membunuh penulisnya setelah tamat cerita ini, ancam Chéri dalam hatinya.


Jangan harap!


Sebelah tangan Rafaél menggenggam pergelangan tangan Chéri, sementara tangan lainnya menunjuk skenario di tangan gadis itu. "Di bagian ini, bayangan Si Cantik akan memperlihatkan dirinya untuk pertama kali di depan penonton," katanya seraya menggerakkan sebelah lengan Chéri ke sisi tubuhnya membentuk gerakan tari.


Kyle mendengus dan membeliak sebal di antara kerumunan.


Mikail mengerjap dan memalingkan wajahnya seraya berbalik dan menyelinap diam-diam keluar ruangan.


Cyzarine melirik Kyle dan Mikail melalui ekor matanya. Ada apa dengan pria-pria sialan ini? Batinnya tak habis pikir.


Kalau anggota lain tidak diberitahu sekarang dan para staf tidak dikumpulkan sedini mungkin, bisa banyak pekerjaanku nanti, pikir Mikail seraya bergegas ke ruang administrasi.


"Ini adalah saat kau menyembul keluar dari cermin seperti sebuah lukisan," Rafaél masih menuntun lengan Chéri untuk bergerak lembut. "Jangan bergerak seperti manusia biasa," katanya. "Keluarlah dengan anggun seolah-olah kau sedang menari."


Menari?


Chéri menelan ludah.


Jadi, pada akhirnya keahlian baletku berguna juga di sini?


Kalau begitu aku tak jadi membunuh penulis!

__ADS_1


__ADS_2