Kilau Bintang Di Moskow

Kilau Bintang Di Moskow
Глава 72


__ADS_3

Keheningan yang membingungkan menyergap seluruh tempat di dalam ruangan.


Chéri mengatupkan matanya perlahan dengan tubuh terhuyung seperti sedang terbang ringan.


Seisi ruangan tak berkedip menatap adegan itu.


"Jiwanya seperti terlepas!"


"Dia seolah melayang di udara!"


Demikian komentar sebagian banyak orang di dalam ruang latihan itu.


"Hanya dengan bertumpu pada pedang, dia kelihatan seperti mengambang antara langit dan bumi."


Leah mengerjap dan menelan ludah. Hati kecilnya agak menciut menyadari potensi saingannya.


"Bukankah setelah tertusuk panah seharusnya dia kesakitan? Tapi mimik mukanya…"


"Joan merasakan keberadaan Tuhan!"


Komentar para penonton di sisi ruangan tidak berhenti sampai di situ.


"Anak ini katanya berawal dari balet."


"Bagus sekali! Kemampuannya melebihi kemampuan manusia biasa!"


Vladimir mengetatkan rahangnya dan berteriak. "Joan mencabut pedang! Mana dialognya?"


Chéri menyentakkan tubuhnya dan membungkuk. "Jangan pedulikan aku," desisnya tajam. Bisikannya terdengar seperti desau angin di seluruh ruangan.


Leah semakin memucat. Itu suara apa? pikirnya takjub. Bagaimana melatihnya?


"Jangan mundur!" Chéri menghela paksa tubuhnya untuk kembali berdiri tegak seraya mencabut anak panah dari tubuhnya. "Maju!" pekiknya tercekat. "Maju terus!" Dia menaikkan nada suaranya secara bertahap sehingga terkesan bahwa ia benar-benar berusaha keras untuk menguatkan diri.


Vladimir tak tahan lagi. Dia harus dihentikan, pikirnya. Kalau tidak, aku takkan punya kesempatan untuk membuktikan pada publik bahwa Rafaél memilihnya karena alasan pribadi. Orang-orang tidak boleh melihat bakatnya. Ini bisa mengacaukan rencanaku!


Dengan perasaan kesal Vladimir akhirnya bangkit dari bangkunya dan menerjang ke tengah kerumunan dan merenggut bahu Chéri.


Chéri melengak menatap Vladimir. Apa yang salah? pikirnya.


"Bukankah sudah kubilang, cabut anak panahnya! Dan aku tidak menyuruhmu tersenyum!"


"Tapi, kupikir kalau seperti tadi akan lebih bagus," tukas Chéri.


Vladimir tiba-tiba menamparnya.


Chéri tersentak, dan seisi ruangan menahan napas.


Mereka juga melihat tidak ada yang salah dengan adegan tadi.


Apa sebenarnya yang terjadi?


Demian menghela napas dan memijat-mijat pangkal hidungnya. Dia terlalu kentara, pikirnya.


"Aku tidak bisa mempercayakan peran utama kepada aktris yang lancang dan tidak mau mendengarku!" Vladimir meledak emosi. "Kau dikeluarkan dari peran Joan!"


Seisi ruangan saling bertukar pandang.


"Ini aneh," bisik seseorang. "Ketika gadis itu bermain buruk, Vladimir terlihat begitu sabar. Kenapa dia malah mengeluarkannya sekarang setelah gadis itu mulai menunjukkan peningkatan?"

__ADS_1


"Ssssttt!" teman bicaranya tak mau ambil risiko.


"Leah jadi Joan!" teriak Vladimir kemudian. "Kau jadi pemeran cadangan!" katanya pada Chéri.


"Akhirnya…" komentar beberapa orang yang masih tak bisa menerima Chéri.


"Adegan selanjutnya!" instruksi Vladimir.


Leah melirik ke arah Chéri dengan alis bertautan.


Chéri tersenyum untuk dirinya sendiri. Merasa puas dengan aktingnya tadi. Rasanya enak sekali bisa menjiwai Joan tadi, katanya dalam hati.


Leah menelan ludah dan mengetatkan rahangnya.


"Joan, ambil posisi!" Vladimir berteriak pada Leah.


Leah tidak bergerak.


"Leah!" ulang Vladimir.


Leah tetap bergeming.


Vladimir menoleh pada gadis itu dan memelototinya.


"Aku tidak bisa lagi mengikuti kata-katamu," kata Leah akhirnya.


Vladimir memicingkan matanya.


"Mohon keluarkan aku dari peran Joan!" Leah menaikkan rahangnya menentang Vladimir.


"Apa yang kau katakan?" Vladimir berteriak gamang. "Aku tidak mengerti!"


Seisi ruangan membeku seketika. Waktu seolah terhenti setelah Leah mengatakan itu.


Vladimir membeku dengan alis bertautan.


"Leah—" Chéri menghambur ke arah Leah. "Apa yang kau katakan. Aku tidak apa-apa!"


"Aku melakukannya bukan untuk membelamu," jawab Leah tanpa beban. "Aku memang sudah tahu sejak awal kalau kau diperlukan tidak adil, tapi itu bukan urusanku."


"Tapi—" Chéri tergagap. Aku akan kembali ke MoscovArt Theatre, katanya dalam hati.


"Aku memang pernah mengatakan kalau ingin memerankan Joan," kata Leah. "Tapi tidak begini caranya. Kalau begini, berarti kemampuanku tidak diakui. Kali ini aku tidak mau mengikuti cara main Vladimir. Ini sudah di luar batas!"


Vladimir masih membeku dengan rahang mengetat. "Leah," geramnya. "Jangan asal bicara. Pikirkan dulu baik-baik sebelum mengambil keputusan."


Leah mendengus tipis menanggapi ocehan Vladimir yang dibungkus wajah sabar yang dibuat-buat.


"Vladimir!" Seseorang tiba-tiba berteriak dari pintu.


"Diam!" Vladimir menghardiknya.


Anak laki-laki yang baru muncul itu terperanjat dan berhenti. "Tapi—" anak itu tergagap. "Ini sungguh gawat," katanya tak berdaya.


Vladimir menghela napas kasar dan bergegas menghampiri anak itu. "Apa yang gawat?"


Anak laki-laki itu kemudian membisikkan sesuatu dan Vladimir tercengang dengan wajah pucat.


Sepertinya betul-betul gawat!

__ADS_1


Apa yang terjadi? Chéri penasaran.


Lalu pria itu tiba-tiba menoleh pada Chéri dengan ekspresi yang mengerikan.


Chéri menelan ludah dan mengerjap. Kenapa dia menatapku?


Vladimir keluar ruangan dengan langkah tergesa.


Seisi ruangan mendadak hening.


"Ekspresi wajahnya benar-benar menakutkan," bisik seseorang.


"Ssstt!"


Vladimir bergegas ke ruang administrasi dan menerjang pintu dengan ekspresi kelabakan.


Seseorang sudah menunggunya dengan wajah datar.


Mikail!


Pria itu berdiri membelakangi pintu sembari bersedekap di dekat meja admin.


Vladimir menelan ludah. Tatapannya langsung tertuju pada dokumen di mejanya. Ia berdeham dan melonggarkan dasi di lehernya. Berusaha memperbaiki ekspresinya dan menenangkan diri. Lebih tepatnya pura-pura tenang.


Mikail mengawasinya dengan raut wajah tetap datar yang tak tergoyahkan oleh badai kehidupan.


Vladimir mempelajari dokumen yang dibawa pria itu sembari menaikkan kedua kakinya ke meja dan menyandarkan punggungnya dengan sikap santai yang dramatis.


"Diterimanya persyaratan ini adalah demi dirimu, Vladimir!" Mikail menjelaskan setelah Vladimir selesai membaca surat perjanjian yang dibawanya dari Moscovich Corporation.


Vladimir mencampakkan semuanya kembali ke meja. Lalu menautkan jemarinya di depan wajahnya. Menatap Mikail dengan mimik culas yang menjengkelkan. Sekadar untuk menutupi perasaan gusar.


Moscovich Corporation adalah perusahaan sponsor terbesar di negara ini. Kehilangan dukungan Moscovich Corporation sama saja dengan kehilangan segalanya.


Vladimir akan kesulitan mencari sponsor di kemudian hari.


Celakanya, kali ini Moscovich Corporation mendukung Rafaél sepenuhnya. Dan itu artinya, Tsar Dramy berada di ujung tanduk dan sulit bertahan hidup.


"Kembalikan Chéri ke MoscovArt Theatre, dan tutup mulutmu mengenai rahasia Rafaél. Kalau persyaratan ini tidak dipenuhi… kami akan segera bertindak. Moscovich Corporation akan menghentikan pementasan Joan." Mikail menandaskan.


Vladimir kalah telak.


Tapi bukan Vladimir Valensky namanya kalau dia menunjukkan ketidakberdayaannya. Pria itu menyeringai—yang tanpa dia sadari sebenarnya hanya menampilkan senyum getir. "Ini sama sekali tidak seperti cara Rafaél," katanya mencemooh. Kemudian tergelak. "Jadi, akhirnya dia pun terpaksa memanfaatkan pengaruh keluarganya sendiri yang dia benci?"


"Jadi bagaimana?" Mikail tidak menggubrisnya. "Apa kau bisa memenuhi persyaratan yang kuajukan?"


Vladimir berhenti tertawa.


"Hanya satu kali panggilan, dan Moscovich Corporation akan bertindak!" Mikail memperingatkan.


Dengan geram, Vladimir akhirnya menandatangani perjanjian itu dan beranjak dari kursi, kemudian bergegas ke ruang latihan sembari menggerutu. "Jangan pikir dengan begini kau bisa menang!"


Mikail menunggunya di ruang administrasi.


"Chéri!" Vladimir berteriak dari ambang pintu ruang latihan. "Sini sebentar!"


Chéri menatapnya dengan alis bertautan.


Seisi ruangan melengak memperhatikan sutradara mereka.

__ADS_1


"Mainkan adegan pertempuran dari awal!" Vladimir menginstruksikan kepada semua anggota. "Leah! Tolong berdiri di tengah memerankan Joan!"


__ADS_2