Kilau Bintang Di Moskow

Kilau Bintang Di Moskow
Глава 52


__ADS_3

"Kelemahan Rafaél adalah sasaran empuk bagiku," desis Vladimir di telinga Cyzarine.


Gadis itu beringsut dan menelan ludah.


Chéri membeku di ambang pintu dengan wajah pucat.


Benar, pikirnya. Cyzarine baru saja membocorkan rahasia Rafaél!


"Sebelumnya… aku tidak mengerti tingkah lakunya yang aneh," lanjut Vladimir seraya menurunkan lengannya dari dinding, kemudian menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Tapi kalau disesuaikan dengan kelemahan itu, semuanya jadi jelas," tuturnya bertele-tele. Kemudian menjauh dari Cyzarine dan memutar tubuhnya menghadap Chéri.


Chéri terbelalak dan semakin pucat.


Vladimir melangkah pelan mendekati Chéri seraya tersenyum licik. "Dulu, di mataku Rafaél adalah seorang jenius muda kaya berparas menawan. Berbakat dan sangat sempurna bagaikan dewa. Tidak ada cacat sedikitpun!"


Chéri melangkah mundur dan membentur bingkai pintu.


Pria itu semakin mendekat. "Tapi kini aku sudah tahu," katanya seraya berhenti, selangkah di depan Chéri. Lalu membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajah Chéri. "Kelemahan terbesar Rafaél adalah dirinya sendiri---dirinya yang berkepribadian ganda!" Vladimir menandaskan seraya tersenyum lebar.


GLEK!


Tidak salah lagi, pikir Chéri getir. Pria ini memang sudah tahu rahasia Rafaél!


Bagaimana ini? Chéri meratap dalam hatinya.


"Ini tidak ada hubungannya denganmu!" Cyzarine berteriak menghardik Vladimir.


Pria itu menoleh pada gadis itu, tapi tidak menjauh dari Chéri.


Cyzarine menerjang ke arah Vladimir dan merenggut kerah bajunya. "Kalau sudah tidak punya urusan di sini, sebaiknya pergi dari sini!"


Vladimir menyentakkan tangan Cyzarine dan mendorongnya.


Cyzarine tersuruk ke lantai seraya mengumpat. "Keterlaluan!" jeritnya. "Kalau begini, untuk apa kau mengajakku tadi?"


Pria itu mengabaikan Cyzarine dan kembali memandangi Chéri.


"Memangnya kenapa, kalau sudah tahu rahasia Rafaél?" dengus Chéri berusaha untuk tetap terdengar tenang. "Sekarang apa yang akan kau lakukan? Apa hal ini akan kau jadikan sebagai bahan untuk menyulitkan dia lagi? Sampai mana kau baru akan puas menyusahkan dia?"


"Sampai mana?" Vladimir mengulangi pertanyaan Chéri dengan raut wajah mencemooh. "Itu tergantung padamu," katanya kemudian.


"Apa?" Chéri terperangah.


Pria itu mengulurkan tangannya ke wajah Chéri dan meraup dagunya, lalu mendekatkan lagi wajah mereka. "Aku ingin mengajukan tawaran yang selama ini terus kau tolak, sekali lagi," desisnya. "Bergabunglah dengan Tsar Dramy!"


Chéri membuka mulutnya dan tercekat. Tidak, katanya dalam hati.


Vladimir mengetatkan cengkeramannya dan semakin mendekatkan wajahnya lagi.


"Bagaimana kalau aku menolak?" Chéri bertanya setengah terbata-bata.


"Aku akan mempublikasikan rahasia Rafaél," ancam pria itu dengan raut wajah datar. "Dan tamatlah riwayat Rafaél!"


"Dasar licik!" Chéri mengetatkan rahangnya dan memelototi pria itu sembari menggeram.


"Jadi…" pria itu tersenyum datar. "Apa jawabanmu, Cantik?"

__ADS_1


Chéri mengernyit seraya mengatupkan kedua matanya.


Jika sampai dipublikasikan, dia akan ditelanjangi oleh rasa ingin tahu publik. Dia akan hancur berkeping-keping… untuk kedua kalinya, dia takkan bisa membuat drama lagi!


"Baiklah," bisik Chéri tak berdaya. "Aku mengerti!"


Cyzarine memekik tertahan dan membekap mulutnya.


Vladimir tersenyum puas dan melepaskan cengkeramannya, lalu berbalik membelakangi Chéri dan menghadap ke arah Cyzarine.


Cyzarine menelan ludah dengan susah payah, kemudian beringsut menarik bangkit tubuhnya sedikit gemetar.


Chéri menatapnya dengan raut wajah kecewa.


Cyzarine memalingkan wajahnya dan tertunduk.


Vladimir berjalan pelan ke arah meja yang di atasnya terdapat tumpukan naskah, headphone milik Rafaél dan seonggok marionette yang memprihatinkan.


Vladimir merenggut marionette itu dari meja dan mengangkatnya di sisi bahunya. "Marionette kesayangan Rafaél… sekarang sudah berada dalam genggamanku! Apa yang sebaiknya kulakukan dengan boneka ini?" Pria itu mendesis seraya meremas marionette tadi hingga remuk berkepingan, kemudian menoleh pada Chéri.


Chéri dan Cyzarine menelan ludah seraya memegangi leher mereka dengan raut wajah ngeri.


"Apa yang sebaiknya kulakukan pada seseorang yang merupakan salah satu kelemahan Rafaél?" Vladimir sekarang melirik Cyzarine.


Gadis itu mengerjap dan menatap Chéri.


Chéri membalas tatapannya dengan raut wajah tak berdaya.


.


.


.


Chéri mengerjap dan tergagap.


"Hei—kau ini… dari tadi mendengarkan tidak?" Gadis si pemeran kucing menggerutu pada Chéri.


"Benar, sejak tadi… kau terlihat aneh!" Lila menimpali.


"Kami sudah sepakat untuk memeriksa naskah Rafaél, untuk pementasan MoscovArt yang baru kita akan memainkan Joan D'Arc!" Sesha menjelaskan.


"Joan D'Arc?" Chéri bertanya tak yakin. "Gadis yang bisa mendengar suara Tuhan yang menjadi juru selamat Prancis, kan? Jadi kita akan mementaskan cerita sejarah?"


"Karena ini naskah Rafaél, tentu saja jadinya bukan sekadar cerita sejarah!" Sesha menanggapi. "Judulnya: Joan!"


"Kalau pemeran utama wanitanya tidak mencolok, pasti takkan ada yang mau menonton, kan?" Kyle menyela.


"Benar," Lila menimpali. "Terutama karena sudah banyak grup teater yang mendengar kabar tentang kepergian Rafaél dan pembubaran MoscovArt Theatre."


"Nah, pemeran jagoannya adalah gadis berusia 18 tahun yang cantik dan tomboi! Keren, kan?" Gadis pemeran kucing menambahkan.


Chéri masih belum mengerti.


"Jagoan itu adalah dirimu!" Sesha menjelaskan.

__ADS_1


"Hah?" Chéri terbelalak.


Seisi ruangan mengangguk dan tersenyum lebar.


"Tunggu dulu!" Chéri memprotes. "Aku—"


Seisi ruangan sekarang mengerutkan dahi.


"Aku tidak bisa," gumam Chéri seraya memalingkan wajah dan tertunduk.


"Chéri!" Kyle tiba-tiba mendekat dan membujuknya. "Tidak apa-apa," katanya lembut. "Kau pernah sukses memerankan Si Cantik. Jadi… kali ini, kau juga pasti bisa!" Kyle menyemangatinya.


"Tapi—" Chéri tertegun. Aku harus bergabung dengan Tsar Dramy, katanya dalam hati.


"Kau harus merahasiakan kepindahanmu sampai aku mengizinkanmu!" pesan Vladimir sebelum pergi. "Jangan katakan pada siapa pun!"


Bagaimana ini? pikir Chéri frustrasi.


Cyzarine yang mengetahui hal ini malah melarikan diri!


Meski Vladimir mengancam kami, tapi kalau Cyzarine masih di sini… paling tidak dia masih bisa menggantikanku memerankan Joan.


"Tetaplah berlagak sebagai salah satu anggota MoscovArt Theatre!"


Kata-kata terakhir Vladimir kembali merasuki kepala Chéri.


"Aku tidak bisa!" Chéri menegaskan.


"Tidak! Kau pasti bisa!" Lila bersikeras. "Kita tidak punya pemain lagi, Chéri! Hanya kau yang paling cocok memainkan peran heroik seperti ini!"


"Benar! Berusahalah, Chéri!" Saul menyemangati. "Kita balas Vladimir Valensky!"


"Maaf! Aku tidak bisa! Aku tidak akan ikut!" Chéri menandaskan.


Seisi ruangan tercengang mendengar keputusannya.


Maafkan aku, Teman-teman! Chéri membatin getir. Tidak lama lagi aku akan keluar dari MoscovArt Theatre!


Sesha tiba-tiba beranjak dari bangkunya, kemudian menggebrak meja. Ia membungkuk, mencondongkan tubuhnya pada Chéri. "Kau bisa, Chéri!" tegasnya seraya menatap tajam ke dalam mata Chéri. "Sekarang Rafaél tidak ada, Cyzarine juga keluar. Begitu juga dengan Evaline dan yang lainnya. Kau sendiri yang mengatakan ingin mendirikan kembali teater ini sambil menunggu Rafaél. Siapa lagi yang bisa memainkan peran ini kalau bukan dirimu?"


Chéri melemas di tempat duduknya.


Sesha menyerahkan naskah ke tangan Chéri seraya menepuk-nepuk bahunya.


Seisi ruangan berlanting senang dan bertepuk tangan.


"Good luck!" Mereka berseru nyaris bersamaan.


Chéri hanya tertegun mengamati naskah di tangannya.


Apa sebenarnya tujuan Vladimir kali ini?


"Jangan beritahu orang lain sampai aku mengizinkanmu!"


Kenapa dia tidak langsung membawaku, dan malah menyuruhku menunggu?

__ADS_1


Apa yang sedang dia rencanakan?


Apakah sesuatu yang sangat buruk?


__ADS_2